Infus Saat Puasa Ramadhan Apakah Batal? Ini Penjelasannya

infus saat puasa

Modernis.co, Jakarta – Melakukan infus saat puasa Ramadhan memunculkan kegelisahan di masyarakat. Kekhawatiran masyarakat muncul dibarengi pertanyaan apakah infus dapat membatalkan puasa?

Seperti yang kita tahu, di Ramadhan itu terdapat ibadah wajib bagi muslim yakni puasa sebulan penuh. Setiap muslim yang taat ingin memaksimalkan ibadah puasanya. 

Kita pengen puasanya full, nggak bolong, nggak cacat. Tapi ya namanya juga manusia, kondisi kesehatan tidak ada yang tau. 

Bukan hanya karena tidak menerapkan gaya hidup sehat, namun sakit bisa disebabkan oleh faktor eksternal misalnya cuaca atau aktivitas yang padat.

Dengan kondisi tubuh yang drop, seseorang perlu mendapatkan perawatan dan pengobatan. Bahkan sampai perlu diinfus. Nah, di titik ini biasanya mulai muncul pertanyaan yang bikin galau: “Kalau diinfus saat puasa, batal nggak sih?”

Apa itu Infus

Infus itu cairan yang masuk langsung ke pembuluh darah. Kandungan di dalamnya bisa bermacam-macam tergantung fungsinya.

Terdapat infus yang hanya berisi kandungan obat, Namun, ada juga infus yang mengandung nutrisi glukosa, elektrolit, bahkan zat yang bisa menggantikan energi dari makanan.

Apakah Puasa Batal?

Mayoritas ulama kontemporer berpendapat bahwa infus yang mengandung nutrisi membatalkan puasa. Kenapa? 

Karena fungsinya mirip makan dan minum. Infus nutrisi dapat memberi asupan energi ke tubuh, walaupun tidak lewat mulut.

Dalam fiqih, para ulama menjelaskan bahwa sesuatu yang masuk ke dalam tubuh dan berfungsi seperti makan dan minum bisa membatalkan puasa. Sementara Allah sudah menegaskan dalam Al-Qur’an.

“…Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam…” (QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat ini memang menyebut makan dan minum secara langsung. Tapi para ulama kemudian melakukan qiyas (analogi). Kalau ada sesuatu yang fungsinya sama seperti makan dan minum meskipun tidak lewat mulut, maka hukumnya bisa disamakan.

Kalau Infusnya Murni Obat?

Nah, ini yang bikin diskusi jadi lebih panjang. Sebagian ulama membedakan antara:

  • Infus nutrisi (mengandung energi/pengganti makan)
  • Infus murni obat (tidak mengandung nutrisi)

Untuk infus yang murni obat dan tidak memberi efek mengenyangkan atau memberi tenaga seperti makanan, ada ulama yang berpendapat itu tidak membatalkan puasa. Karena tidak bisa disamakan dengan makan dan minum.

Namun, dalam praktik medis sekarang, kebanyakan infus memang mengandung zat yang membantu stamina dan energi. 

Maka banyak ulama memilih sikap lebih hati-hati dan menyatakan bahwa infus membatalkan puasa. 

Rukhsah Dalam Puasa

Ustadz Abdul Somad alias UAS pernah menjelaskan dengan logika yang sederhana tapi menenangkan. Beliau mengatakan, kalau seseorang sampai harus diinfus, biasanya memang sedang dalam kondisi sakit yang cukup serius.

Dan dalam kondisi sakit, Allah sudah memberi keringanan. Allah berfirman:

“Barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib mengganti pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Artinya apa? Islam itu nggak mau kita menyiksa diri. Kalau memang sakit dan butuh perawatan, termasuk infus, ya ambil rukhsah (keringanan) dari Allah. Berbuka, fokus sembuh, nanti ganti puasanya di hari lain.

Kadang kita terlalu keras sama diri sendiri. Merasa kalau batal puasa itu gagal total. Padahal, menjaga kesehatan juga bagian dari ibadah.

Buya Yahya juga sering menekankan bahwa puasa itu ibadah, tapi kesehatan itu amanah. Jangan sampai kita memaksakan diri sampai membahayakan tubuh.

Dalam sebuah hadis, Nabi ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah menyukai jika rukhsah (keringanan)-Nya diambil sebagaimana Dia tidak menyukai kemaksiatan dilakukan.” (HR. Ahmad)

Jadi kalau memang kondisi tubuh menuntut untuk infus, dan dokter menyarankan, jangan merasa berdosa karena berbuka. Itu bukan kalah. Itu justru taat pada aturan Allah.

Jadi infus murni obat tidak membatalkan puasa, namun jika memiliki kandungan nutrisi maka dapat membuatnya batal. 

Alangkah lebih baik, jika tubuh sedang tidak fit makan dapat mengambil rukhsah untuk mengganti puasa di hari yang lain. Sebab menjaga kesehatan adalah amanah.

Ramadhan bukan tentang memaksakan diri sampai tumbang. Ramadhan itu tentang taat. Dan taat itu termasuk mengikuti aturan Allah saat sehat maupun saat sakit.

Kalau lagi diuji sakit di bulan Ramadhan, jangan merasa kurang mulia. Bisa jadi Allah lagi kasih kamu cara ibadah yang berbeda: sabar, tawakal, dan menerima keringanan-Nya.

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment