Modernis.co, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat negara untuk membahas kondisi keamanan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/8/2026). Rapat itu menjadi perhatian karena berlangsung di tengah beredarnya isu kerusuhan 17 agustus di media sosial.
Pemerintah kemudian menegaskan pentingnya menjaga keamanan sekaligus mengimbau masyarakat agar gak mudah percaya pada informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Dilansir dari IDN Times, Dasco mengumpulkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Sejumlah pimpinan Komisi I dan Komisi III DPR RI juga ikut menghadiri pertemuan tersebut. Apa yang terjadi pada pertemuan tersebut?

Kesiapan Keamanan Tepis Isu Kerusuhan 17 Agustus
Pertemuan tersebut membahas kesiapan aparat dalam menjaga keamanan selama rangkaian perayaan kemerdekaan. Pemerintah dan DPR membahas kondisi keamanan secara lebih menyeluruh.
Pemerintah ingin memastikan masyarakat bisa mengikuti kegiatan HUT RI dengan nyaman. Pembahasan ini juga muncul setelah isu kerusuhan 17 agustus ramai beredar di sejumlah platform media sosial.
Narasi tersebut menyebut adanya potensi kondisi yang gak aman di Jakarta dan sejumlah kota besar. Dalam rapat tersebut, hadir pula elemen TNI dan DPR.
Mereka adalah Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, serta Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.
TNI dan Polri Perkuat Koordinasi Antisipasi Isu Kerusuhan 17 Agustus
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan TNI akan berkoordinasi dengan Polri untuk memantau kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh Indonesia.
Agus juga mengajak masyarakat menyambut peringatan kemerdekaan dengan suasana positif. Menurutnya, aparat akan bekerja sama dengan kepolisian dan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga keamanan selama pelaksanaan kegiatan 17 Agustus.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah merespons isu kerusuhan 17 agustus yang beredar di ruang digital. Pemerintah berharap masyarakat gak langsung terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Panglima TNI Minta Masyarakat Gak Terprovokasi

Agus meminta masyarakat lebih berhati-hati ketika menerima informasi mengenai kondisi keamanan. Dia menilai masyarakat perlu mengecek kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Panglima TNI menegaskan bahwa informasi di media sosial yang belum memiliki dasar yang jelas gak boleh menjadi alasan masyarakat untuk merasa panik.
Imbauan tersebut muncul seiring meningkatnya perhatian publik terhadap isu kerusuhan 17 agustus menjelang perayaan HUT RI.
TNI, kata Agus, akan terus memantau situasi bersama Polri. Koordinasi tersebut bertujuan menjaga kondisi keamanan di berbagai wilayah selama bulan kemerdekaan.
Menko Polkam Bantah Situasi Kota Besar Gak Kondusif

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago sebelumnya juga membantah narasi yang menyebut Jakarta dan sejumlah kota besar berada dalam kondisi gak aman selama Agustus 2026.
Djamari menyatakan kondisi sejumlah wilayah yang pemerintah kunjungi masih aman dan tenang. Dia juga meminta masyarakat bersama-sama menjaga situasi tersebut.
Pernyataan itu sekaligus menjadi respons pemerintah terhadap isu kerusuhan 17 agustus yang beredar di media sosial. Pemerintah menilai penyebaran informasi yang menimbulkan keresahan perlu dihentikan.
Djamari bahkan membuka kemungkinan membawa penyebar narasi mengenai aksi demonstrasi yang berujung kericuhan ke jalur hukum jika informasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Masyarakat Diminta Menjaga Suasana Kemerdekaan
Pemerintah kini mengajak masyarakat fokus menyambut HUT ke-81 RI dengan suasana yang aman dan meriah. Aparat keamanan juga terus melakukan koordinasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama rangkaian perayaan kemerdekaan.
Di tengah isu kerusuhan 17 agustus, masyarakat perlu memilah informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya. Informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kepanikan jika masyarakat langsung menyebarkannya.
Dengan koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah, DPR, dan masyarakat, pemerintah berharap berbagai kegiatan kemerdekaan dapat berlangsung tertib.
Masyarakat juga dapat ikut menjaga keamanan dengan gak menyebarkan kabar yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Pada akhirnya, isu kerusuhan 17 agustus gak seharusnya membuat masyarakat kehilangan semangat merayakan kemerdekaan.
Pemerintah tetap menekankan pentingnya menjaga ketenangan, kewaspadaan, dan persatuan menjelang 17 Agustus 2026.


Kirim Tulisan Lewat Sini