Modernis.co, OKU Timur – Lazismu Kabupaten OKU Timur menyelenggarakan Kajian Ramadhan 1447 Hijriah dilaksanakan di Zoom Meeting (daring) dan Live streaming Youtube pada Sabtu (28/02/2026).
Adapun Kajian Ramadhan yang diadakan Lazismu OKU Timur dengan tema: “Zakat infak dan sedekah memakmurkan semua, mengapa harus Lazismu?”.
Kajian Ramadhan Lazismu tersebut Moderator/host mengatur jalannya acara oleh Fajar Abdul Majid, S.Pd yang merupakan Relawan Lazismu.
Ketua Lazismu Sumatera Selatan, Heru Ginanjar, S.E., ME menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Lazismu OKU Timur yang terus memberikan energi positif kepada kita semua, telah menyelenggarakan Kajian Ramadhan 1447 Hijrah ini.
Semoga menambah khazanah ilmu dan meningkatkan iman dan taqwa. Tentu dengan meningkatkan iman dan taqwa memberikan zakat, infak, dan sedekah meningkat juga melalui Lazismu.
“Semoga dengan pengajian ini dapat menumbuhkan kesadaran di kalangan kita Muhammadiyah. Pengurus Lazismu dalam menghimpun dan menyalurkan zakat secara amanah dan profesional, memberikan dampak yang luas dan terus bertambah nilai manfaatnya kepada Warga Persyarikatan khususnya, OKU Timur dan Sumatera Selatan umumnya,” ujar Heru.
“Semoga kegiatan ini dapat memicu dan memacu pertumbuhan Zakat, dan Infak Sedekah di Kabupaten OKU Timur maupun di Sumatera Selatan, menumbuhkan loyalitas dan kesadaran pengurus Lazismu OKU Timur. Semoga kajian ini lancar dan kondusif sampai kajian yang ke-3 nantinya,” tutupnya.
Ketua Lazismu OKU Timur, Preli Yulianto, S.P menyampaikan kegiatan Kajian Ramadhan Lazismu dalam rangka meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan pengetahuan keislaman di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah ini, meningkatkan kapasitas keilmuannya terkait zakat, infak, dan sedekah yang nantinya diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kajian ini menghadirkan narasumber dari Lazismu Jawa Tengah, Kakanda Samsudin, S.Sos., M.M. yang merupakan Manajer Marketing Lazismu Jawa Tengah. Sebagai fundraising, Lazismu Jawa Tengah menjadi penghimpunan terbaik se-Indonesia. Tentu ini jadi motivasi bagi kita semua untuk belajar senantiasa fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan.
“ini merupakan Kajian Ramadhan Lazismu OKU Timur yang perdana digelar di Bulan Ramadhan 1447 hijriah ini, nantinya akan ada rangkaian kajian lainnya dari 3 sesi diantaranya tanggal 28 Februari 2026, 07 Maret 2026, dan 13 Maret 2026. Rangkaian kajian ini diharapkan jadi momentum untuk kita belajar bersama belajar dari ilmu padi semakin berisi semakin merunduk, sebagai ajang silaturahmi, sebagai forum majelis ilmu yang memberikan kebermanfaatan,” ujar Prely pada awak media.
“Semoga Lazismu OKU Timur menjadi Lembaga amil zakat terpercaya, professional, meningkatkan mutunya, mengikuti perkembangan zaman, tetap berpacu pada syariah pemahaman keislaman,” tutupnya.
Pemateri Kajian Ramadhan Lazismu, Samsudin, S.Sos., M.M. menyampaikan lembaga zakat seperti Lazismu ini memiliki peran penting dalam mengelola dana umat untuk kesejahteraan bersama.
Kemitraan strategis dengan perusahaan, organisasi, dan individu dapat meningkatkan dampak program sosial dan kemanusiaan. Melalui donasi, kita dapat bersama-sama mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan memberdayakan masyarakat.
“Ambillah zakat dari harta mereka (guna) mensucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
At-Taubah ayat 103 itu kita diperintahkan oleh Allah untuk ambilah (Hud) zakat dari harta mereka. Tentu dengan cara elegan, sopan santun, dengan strateginya.
Substansi dari ayat ini selain membersihkan, mensucikan, ada selipan dan doakanlah untuk donatur atau untuk mereka sesungguhnya doamu ini memberikan ketentraman.
Kalau dipikir-pikir, orang itu diiringi dengan kegelisahan, yang kuliah gelisah kapan lulus, yang sudah lulus gelisah kapan kerja, setelah kerja tambah tuwir, tambah tuwek nggk nikah-nikah, kapan dapat jodoh.
kemudian yang nikah kapan punya anak, punya anak nanti beli susu dan harus sekolah, harus kuliah, dan lain sebagainya. mohon maaf ya, itu gambaran orang selalu diiringi kegelisahan.
Mengapa harus berzakat melalui Lazismu keunggulannya diantaranya tercatat karena ada kwitansi ada sistem transparansi, terjaga niat, mustahik tidak utang budi, sesuai yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dengan empat sahabat, sesuai UU nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat.
“Lazismu harus mengelola dan menyusun program dengan sebaik mungkin, karena sekarang pergeseran masyarakat ini sudah tidak lagi memberi karena Lembaga tapi karena programnya bagus, dan programnya menarik. Ini sudah banyak penelitian, intinya membantu atau menginformasikan bahwasanya masyarakat Indonesia ini untuk berderma sangat tinggi, tinggal bagai mana kita ini mengolahnya” ujar Samsudin.
“Fundraiser itu harus bergerak, jangan mudah menyerah dan terus mencoba. Upaya membangun kolaborasi kemitraan dengan cara manajemen database, media promosi, perhitungan zakat sesuai syariat, dan pengelolaan program,” tutupnya. (PY)







Kirim Tulisan Lewat Sini