Penggunaan nama Nasyiatul Aisyiyah pada salah satu organisasi ortonom Persyarikatan Muhammadiyah punya makna yang mendalam.
Baca SelengkapnyaTag: muhammadiyah
Sejarah Lahirnya Tapak Suci Putera Muhammadiyah
Tapak Suci Putera Muhammadiyah tampil sebagai perguruan bela diri yang berbeda. Mereka tidak hanya mengandalkan kekuatan dan gerakan
Baca SelengkapnyaMuhammadiyah Semakin Diminati Anak Muda Karena Relate
Muhammadiyah semakin diminati anak muda di tengah derasnya arus digital dan perubahan gaya hidup. Anak muda sekarang makin selektif
Baca SelengkapnyaGenerasi Muda Lirik Muhammadiyah, Dirasa Lebih Masuk Logika
Generasi muda mulai lirik Muhammadiyah sebagai organisasi yang lebih masuk akal. Mereka merasa Muhammadiyah mampu menjaga kewarasan.
Baca SelengkapnyaMuhammadiyah di Mata Anak Muda Zaman Now
Muhammadiyah di mata anak muda digambarkan sebagai organisasi keislaman yang sangat relate dan masuk akal dengan kehidupan mereka.
Baca SelengkapnyaNaik Kelas! Pabrik Infus Raksasa Muhammadiyah Siap Sejahterakan Masyarakat
Pimpinan Pusat Muhammadiyah tengah melakukan langkah besar dengan membangun pabrik cairan infus raksasa.
Baca Selengkapnya5 Hal Sederhana yang Bikin Muhammadiyah Berbeda
Muhammadiyah berbeda dengan yang lain. Organisasi ini dikenal luas karena gerakannya yang modern, rapi, dan fokus ke kemajuan umat.
Baca SelengkapnyaPeran ‘Aisyiyah dalam Membentuk Generasi Muda Perempuan
Peran ‘Aisyiyah di tengah perkembangan zaman seakan tidak mempan tergerus tantangan yang ada.
Baca SelengkapnyaImplementasi Spirit Al-Maun dalam Setiap Gerakan ‘Aisyiyah
Implementasi spirit Al-Maun dalam setiap gerakan ‘Aisyiyah terus terasa melintasi berbagai zaman dengan berbagai tantangan yang ada.
Baca SelengkapnyaMeneladani Etika Politik Ki Bagus Hadikusuma
Modernis.co, Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk politik Indonesia yang semakin pragmatis, pertanyaan mendasar tentang etika dalam kekuasaan kembali muncul. Politik sering kali dipahami sekadar sebagai arena perebutan jabatan, bukan sebagai ruang pengabdian kepada kepentingan publik. Transaksi kekuasaan, kompromi tanpa prinsip, hingga manipulasi identitas menjadi pemandangan yang semakin akrab dalam praktik politik kontemporer. Ketika politik kehilangan dimensi moralnya, demokrasi hanya menyisakan prosedur tanpa ruh. Dalam situasi seperti ini, menengok kembali teladan para pendiri bangsa menjadi penting salah satunya adalah Ki Bagus Hadikusuma. Nama Ki Bagus Hadikusuma bukan sekadar bagian dari sejarah…
Baca Selengkapnya
Kirim Tulisan Lewat Sini