Modernis.co, OKU Timur – Lazismu OKU Timur sukses menyelenggarakan Tabligh Akbar RendangMu di Masjid Mujahidin PCM Madang Suku Satu (BMR), Desa Tulus Ayu, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Ahad (17/05/2026) malam.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan antusias, mengusung tema “Edukasi QurbanMu dan Inovasi Filantropi RendangMu” sebagai upaya memperkuat literasi qurban berkemajuan serta penguatan gerakan filantropi Islam di tengah masyarakat.
Ketua Lazismu OKU Timur, Preli Yulianto, S.P mengatakan kegiatan Tabligh Akbar hari ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga momentum penguatan gerakan filantropi kita.
Edukasi QurbanMu bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang tata cara qurban yang sesuai syariat dan memiliki dampak sosial yang luas.
Sementara itu, Inovasi RendangMu hadir sebagai solusi distribusi qurban yang lebih modern, higienis, dan tahan lama dalam bentuk kemasan, solusi cerdas dan berkemajuan dalam berqurban.
Kami ingin memastikan manfaat daging kurban tidak habis dalam satu hari, melainkan bisa menjangkau daerah pelosok dan saudara-saudara kita yang membutuhkan di saat darurat atau bencana. Ini adalah bukti bahwa kurban bisa dikelola secara kreatif tanpa mengurangi nilai ibadahnya.
RendangMu bukan sekadar daging kemasan. Ini adalah manifestasi dari pengelolaan qurban yang higienis, praktis, dan memiliki daya jangkau manfaat yang sangat luas. Daging qurban Bapak/Ibu tidak hanya habis dikonsumsi dalam satu hari, tetapi diolah menjadi rendang siap saji yang dapat dikirimkan untuk membantu saudara-saudara kita di daerah terpencil, wilayah bencana, hingga ke pelosok negeri sepanjang tahun.
“Kami mengajak seluruh jamaah dan warga OKU Timur, mari tunaikan qurban terbaik Anda melalui Lazismu OKU Timur. Dengan berqurban di Lazismu, Bapak/Ibu telah memastikan bahwa ibadah qurbannya dikelola secara profesional, transparan, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan (sustainable),” ujar Prely pada awak media pada Rabu (20/05/2026).
“Mari kita transformasikan kepedulian kita menjadi aksi nyata. Segerakan niat baik Anda, karena setiap helai bulu hewan qurban adalah kebaikan, dan setiap kaleng RendangMu adalah harapan bagi mereka yang membutuhkan,” tutupnya.
Ketua Pelaksana Tabligh Akbar Lazismu, Triyono, S.Pd menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur dan relawan. Semoga ikhtiar kita melalui Lazismu ini menjadi pemberat amal kebaikan dan mempererat ukhuwah Islamiyah di Bumi Sebiduk Sehaluan.
Mari kita terus menebar manfaat, karena sekecil apapun bantuan kita, sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.
Ketua Lazismu Sumatera Selatan, Heru Ginanjar Prayogo, S.E., M.E. menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penyelenggaraan acara.
Lazismu berdiri sejak 2002 dan Lazismu Sumatera Selatan sejak 2006. Lazismu mengelola zakat, infak, dan sedekah secara amanah untuk masyarakat Muhammadiyah dan umum.
Pada tahun 2025, Lazismu Jawa Tengah berhasil menghimpun dana sekitar Rp 350 Miliar kita hadirkan di OKU Timur diharapkan jadi inspirasi dan motivasi kita semua.

Lazismu tidak hanya membantu anak yatim dan fakir miskin, tetapi juga memberdayakan ekonomi umat, salah satunya melalui zakat produktif
Sumatera Selatan, khususnya wilayah Kabupaten OKU Timur yang merupakan lumbung pangan nasional, diharapkan dapat memaksimalkan potensi zakat pertanian.
Harapan agar kehadiran Lazismu Jawa Tengah dapat menjadi pembelajaran untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah.
“Program qurbanmu melalui inovasi RendangMu mentransformasi daging kurban menjadi kemasan kaleng untuk ketahanan pangan, respon bencana, dan penanganan stunting. Inovasi ini memastikan distribusi kurban lebih higienis, tepat sasaran, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga transparansi serta syariat penyembelihan,” jelas Heru.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah OKU Timur, H. Prioyitno, S.Pd. M.M mengatakan ucapan selamat datang kepada tamu dari Jawa Tengah di Kabupaten OKU Timur. pentingnya kerja sama dan semangat dalam pengelolaan zakat dan infak, sedekah terutama terkait potensi besar khususnya di Kabupaten OKU Timur ini.
“Kontribusi aktif Cabang Muhammadiyah di OKU Timur yang mengelola kurang lebih 20-25 ekor sapi untuk kegiatan kurban, yang nantinya diharapkan bisa ikut serta dalam inovasi dalam program QurbanMu melalui Lazismu dalam bentuk inovasi RendangMu. Mengapresiasi berbagai inovasi pengelolaan rendang sebagai bentuk inovasi pemanfaatan hasil kurban,” ujar Prio.
Narasumber Tabligh Akbar RendangMu Lazismu, Ir. Akhmad Zaeni, M.M yang merupakan Wakil Sekretaris BP Lazismu Jawa Tengah menyampaikan pentingnya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan terorganisir.
Jawa Tengah berhasil menghimpun zakat sekitar Rp 350 miliar per tahun, hasil kerja sama masjid, majelis taklim, dan pimpinan daerah.
Contoh konkret, di OKU Timur terdapat pengelolaan sekitar 20 ekor sapi dengan nilai potensial total sekitar Rp 3,2 miliar yang belum dikonsolidasikan secara optimal.
Penekanan pada perlunya perubahan mindset dan paradigma dalam pengelolaan zakat agar potensi besar bisa dimanfaatkan maksimal. Penjelasan tentang bulan Dzulhijjah yang istimewa, khususnya ibadah qurban yang memiliki keutamaan dan syariat khusus:
Hukumnya sunnah muakkad menurut jumhur ulama, meskipun Imam Abu Hanifah berpendapat wajib. Terdapat larangan memotong rambut dan kuku bagi yang berniat berkurban mulai malam pertama Zulhijah.
Proses penyembelihan hewan qurban harus mengikuti ketentuan syariah, menggunakan pisau tajam, menyebut nama Allah, dan memastikan hewan mati sempurna.
Ibadah qurban adalah wujud rasa syukur dan ketaatan langsung kepada Allah SWT. sebagaimana firman-Nya: “Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu. dan berkurbanlah, dalam QS. Al-Kautsar ayat 2.
“RendangMu sebagai inovasi pengolahan daging kurban untuk ketahanan pangan dan kemanfaatan jangka panjang. Manfaat RendangMu Praktis untuk distribusi, terutama ke daerah bencana yang sulit akses,” ujar Zaeni.
Zaeni lanjut menuturkan RendangMu dapat bertahan hingga dua tahun, membantu ketahanan pangan masyarakat terdampak bencana. Mempermudah pemanfaatan daging qurban yang berlebih dan mendukung kegiatan sosial seperti bantuan bencana.
Contoh implementasi di Aceh, Sumatera Utara, dan daerah lain saat bencana alam. Penjelasan bahwa sedekah dan zakat yang disalurkan melalui RendangMu memiliki nilai pahala dan manfaat yang besar.
Sementara itu, Narasumber ke-2 Tabligh Akbar RendangMu Lazismu, Samsudin S.Sos M.M yang merupakan Manajer Marketing Lazismu Jawa Tengah menyampaikan potensi zakat mal di Indonesia sangat besar, diperkirakan mencapai Rp 327 triliun, namun realisasi baru sekitar 40% dari potensi.
Di Jawa Tengah, potensi zakat mencapai Rp 3 triliun, realisasi sekitar Rp 350 miliar. Kendala utama: kurangnya edukasi dan sosialisasi tentang zakat, terutama zakat mal (harta). Penekanan pentingnya khutbah Jumat dan pengajian untuk mengingatkan kewajiban zakat.
Zakat mal meliputi 12-13 jenis harta, seperti profesi, perdagangan, perhiasan, pertanian, dan lainnya. Kalkulasi zakat: minimal 2,5% dari harta yang sudah mencapai nisab (sekitar 85 gram emas).
Zakat sebaiknya ditunaikan melalui lembaga amil zakat yang sah untuk menjamin kebermanfaatan dan keamanan dana. Setelah zakat, infak dan sedekah menjadi amalan tambahan yang juga penting.
Sedekah bisa berupa amal kecil seperti senyum, namun harus diimbangi dengan infak yang terukur dan terorganisir. Di Jawa Tengah, pengumpulan zakat melalui pengajian dan majelis taklim mampu menghimpun dana secara signifikan dari masyarakat secara kolektif.
Sering terjadi ketidakseimbangan distribusi daging kurban: di satu tempat daging menumpuk, di tempat lain kekurangan.
Sapi utuh kemasan seharga Rp 21.000.000, menghasilkan total 420 kaleng rendang. Sapi 1/7 Kemasan, seharga Rp 3.000.000, menghasilkan total 60 kaleng rendang. Infaq RendangMu: Seharga Rp 50.000 per 1 kaleng (berlaku untuk kelipatan).
Sepertiga (1/3) bagian menjadi Hak milik shohibul qurban (orang yang berkurban). Bagian ini dikembalikan dalam bentuk produk rendang kaleng. Dua per tiga (2/3) bagian, disimpan sebagai Cadangan Ketahanan Pangan.
Target Distribusi (Bagian 2/3) diantaranya Fakir miskin di daerah yang kekurangan pangan, tanggap darurat saat terjadi bencana alam, penanganan program stunting. Dan keperluan sosial kemanusiaan lainnya.
“Atas dasar pertimbangan kemaslahatan, daging qurban boleh untuk didistribusikan secara tunda (ala al tarakhi) untuk lebih memperluas nilai maslahat, dikelola dengan cara diolah dan diawetkan, seperti dikalengkan dan diolah dalam bentuk kornet, rendang, dan sejenisnya. distribusikan ke daerah diluar lokasi penyembelihan. Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 37 Tahun 2019 tentang pengawetan dan pendistribusian daging qurban dalam bentuk olahan hukumnya boleh (mubah) dan sesuai syariat,” ujar Samsudin. (PY)











Kirim Tulisan Lewat Sini