Modernis.co, Jakarta – Puasa Ramadhan itu bukan sekadar menahan lapar dan haus. Oleh karena itu, bulan Ramadhan itu waktu paling strategis buat “upgrade iman”.
Di bulan Ramadhan terdapat satu ibadah yang hukumnya wajib untuk semua umat Islam di seluruh dunia. Ibadah tersebut dilakukan sebulan penuh.
Ketika bulan suci tiba, setiap umat Islam kudu berpuasa dari terbit fajar sampai waktu maghrib datang. Sehingga mereka harus nahan haus dan lapar, serta hal-hal lain yang bisa membatalkan puasa.
Kalau puasa Ramadhan itu wajib bagi umat Islam, apakah semua orang Islam pasti wajib menjalankannya?
Orang yang Wajib Puasa Ramadhan
Ternyata nggak semua orang Islam itu wajib puasa Ramadhan? lah gimana sih, katanya wajib?
Kita harus tau bahwa ajaran Islam itu sangat adil dan realistis banget. Kalaupun ada seorang muslim yang menyimpang dari ajarannya, maka itu adalah dampak nyata dari lemahnya iman dan pengamalan ilmu keislaman yang buruk.
Terkait kewajiban puasa Ramadhan, Allah sudah tegas berfirman dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman. Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Dari ayat ini aja udah tegas banget jika seluruh orang-orang yang beriman itu wajib puasa Ramadhan. Jadi semua orang yang mengaku beragama Islam harus puasa kan?
Akan tetapi ulama kemudian menjelaskan lebih rinci lagi siapa saja yang masuk kategori wajib. Menurut penjelasan para imam mazhab, seperti Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, Imam Hanbali’, puasa Ramadhan wajib bagi orang yang memenuhi syarat berikut:
1. Beragama Islam
Puasa adalah ibadah. Dan ibadah hanya diwajibkan kepada muslim. Jadi orang non-muslim tidak dibebani kewajiban ini.
2. Baligh Diwajibkan Puasa Ramadhan (Sudah Dewasa)
Anak kecil memang belum wajib puasa. Akan tetapi dianjurkan belajar puasa sejak kecil biar terbiasa. Nabi ﷺ bersabda:
“Perintahkan anak-anak kalian untuk shalat ketika berumur tujuh tahun” (HR. Abu Dawud). Kalau shalat saja dilatih sejak kecil, begitu pula dengan puasa.
3. Puasa Ramadhan Wajib Bagi yang Berakal
Orang yang hilang akal atau mengalami gangguan mental berat tidak terkena kewajiban. Karena dalam Islam, tanggung jawab ibadah itu berlaku bagi orang yang sadar dan berakal.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Allah tidak mencatat dosa tiga golongan: orang yang tidur sampai bangun, anak kecil sampai baligh, dan orang yang kehilangan akal sampai ia kembali sadar.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
4. Mampu Berpuasa Ramadhan
Ajaran Islam itu penuh dengan kebijaksanaan. Kalau sakit fisik atau kondisi tidak memungkinkan untuk berpuasa, maka ada keringanan. Allah berfirman:
“Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan, maka (wajib mengganti) pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 185).
Ketika seorang muslim memiliki udzur syari dalam urusan ibadah wajib, maka dia akan mendapatkan rukshah dalam beribadah.
Bukan hanya orang yang sakit dan perjalanan jauh saja. Kondisi seorang yang sudah sangat tua dan tidak mampu berpuasa juga boleh tidak berpuasa. Akan tetapi harus menggantinya dengan membayar fidyah.
Sudah pahamkah sejauh ini? Islam itu bukan agama yang bikin sengsara. Sehingga semua persolan itu ada solusi, ada rukhsah (keringanan).
5. Tidak Sedang Haid atau Nifas (Bagi Perempuan)
Wanita yang sedang haid atau nifas tidak boleh puasa, dan wajib menggantinya di hari lain. Kemudian, hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Aisyah r.a., beliau berkata:
“Kami mengalami haid di masa Rasulullah ﷺ, lalu kami diperintahkan mengqadha puasa dan tidak diperintahkan mengqadha shalat.” (HR. Muslim)
Jadi jelas ya, ada aturan dan ada kemudahan. puasa itu wajib bagi muslim yang baligh, berakal, dan mampu. Islam itu tegas tapi penuh kasih.




Kirim Tulisan Lewat Sini