Modernis.co, Jakarta – Sekolah Cikal bisa menjadi pilihan bagi para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya dengan kurikulum anti-mainstream.
Di tengah sistem pendidikan yang sering orang anggap gitu-gitu aja, Sekolah Cikal hadir dengan berani tampil beda. Sekolah ini menggunakan pendekatan kurikulum yang nggak mainstream alias out of the box.
Kalau biasanya sekolah fokus ke nilai dan hafalan, Sekolah Cikal justru lebih menekankan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan nyata. Jadi, bukan sekadar pintar di atas kertas, tapi juga siap menghadapi dunia nyata.
Konsep ini makin relate di zaman sekarang, karena kita semakin membutuhkan skill seperti critical thinking, kreativitas, dan komunikasi.
Sekolah ini mencoba menjawab tantangan itu dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, personal, dan berbasis kompetensi. Sekolah ini tidak hanya mengejar ranking, tetapi juga benar-benar memberikan perhatian lebih pada perkembangan setiap murid.
Kurikulum Sekolah Cikal
Sekolah Cikal ngasih keunggulan lewat kurikulum Kompetensi 5 Bintang sebagai kurikulum utamanya. Sebuah ramuan kurikulum untuk membentuk kemampuan siswa dalam menjalani kehidupan secara real!
Di sini, siswa nggak cuma duduk di kelas dan dengerin guru. Namun siswa akan diajak buat belajar lebih kontekstual. Alias nyambung sama kehidupan nyata.
Bahkan, mereka sering belajar di luar kelas dan menghasilkan karya nyata sebagai hasil pembelajaran. Jadi vibesnya lebih ke learning by doing daripada sekadar teori doang.
Kurikulum Afiliasi, Bisa Pilih Jalur Nasional atau Internasional
Di saat kebanyakan sekolah cuma ngasih pilihan progam unggulan, Sekolah Cikal udah di next level. Mereka justru menyediakan pilihan kurikulum. Sehingga murid bisa memilih antara kurikulum nasional dan internasional.
Murid di Cikal bisa memilih jalur belajar tambahan seperti Cambridge, IB (International Baccalaureate), atau Kurikulum Nasional/Merdeka.
Pilihan ini bikin murid punya banyak opsi untuk masa depan. Sekolah Cikal memberi kesempatan kepada siswa yang ingin kuliah ke luar negeri untuk mengambil jalur IB atau Cambridge yang diakui secara internasional.
Sekolah juga tetap memfasilitasi siswa yang ingin berada di jalur nasional. Jadi, siswa bisa menyesuaikan pilihan belajarnya dengan goals masing-masing secara fleksibel.
Bukan cuma kurikulum bro, pilihan-pilihan yang membebaskan siswa untuk menentukan masa depan juga berlaku pada pembelajaran.
Sistem Belajar Sekolah Cikal Sangat Fleksibel dan Personal
Sekolah Cikal juga dikenal dengan sistem pembelajaran yang super fleksibel dan personal. Setiap murid punya kesempatan untuk memilih jalur belajar yang sesuai dengan minat dan tujuan mereka.
Mulai dari pemilihan kurikulum, program belajar, sampai rencana masa depan, semuanya disesuaikan dengan kebutuhan dan cita-cita siswa.
Kerennya lagi, sistemnya mirip kayak kuliah karena pakai sistem kredit. Jadi murid bisa menyusun pelajaran mereka sendiri sesuai kebutuhan.
Sistem kayak gini nih yang bikin proses belajar terasa lebih meaningful dan nggak monoton. Istilah anak sekarang, ini benar-benar student-centered banget.
Tujuannya Bukan Cuma Lulus Sekolah
Di Sekolah Cikal, tujuan belajar nggak berhenti di nilai rapor atau kelulusan. Pembelajaran berfokus pada penguasaan skill jangka panjang yang bisa digunakan di masyarakat, termasuk untuk kuliah dan karier ke depan.
Makanya, mereka tidak hanya mengarahkan siswa untuk belajar demi ujian, tetapi juga belajar untuk hidup. Dengan begitu, siswa mengenal diri sendiri, menemukan passion, dan berkontribusi ke lingkungan sekitar.
Sistem sekolah seperti ini terasa lebih deep dan nggak sekadar formalitas pendidikan. Kurikulum di Sekolah Cikal bisa dibilang jadi angin segar di dunia pendidikan Indonesia.
Di saat banyak sekolah masih fokus ke nilai dan standar lama, Sekolah Cikal justru berani menghadirkan sistem yang lebih fleksibel, personal, dan relevan dengan kebutuhan zaman sekarang.
Nggak heran kalau banyak yang menyebutnya sebagai sekolah dengan kurikulum anti mainstream. Akhirnya, pilihan sekolah memang kembali ke kebutuhan masing-masing.




Kirim Tulisan Lewat Sini
Benar sekali, pendekatan ini menarik. Anak-anak jadi lebih termotivasi belajar karena memilih sendiri mata pelajaran yang diminati.