5 Fakta Menarik Hizbul Wathan yang Jarang Diketahui

fakta menarik hizbul wathan

Modernis.co, Jakarta – Hizbul Wathan atau disingkat HW bagi sebagian orang mungkin sudah gak asing lagi, terutama dari kalangan Persyarikatan Muhammadiyah. 

Kalau orang menyebut Hizbul Wathan, sebagian orang mungkin langsung mikir, “Oh, itu pramukanya Muhammadiyah ya?”

Pernyataan ini gak salah sih, tapi juga gak sepenuhnya benar. Soalnya HW itu punya cerita panjang, nilai kuat, dan fakta-fakta menarik yang jarang banget dibahas. 

Bahkan, beberapa fakta berikut ini justru ada yang bikin kamu mikir keras dan bakal bilang, “Loh, ini seriusan?”

Berikut 5 fakta menarik HW gerakan kepanduan Persyarikatan Muhammadiyah yang punya jejak panjang di Indonesia.

1. HW Lebih Tua dari Pramuka?

Ini fakta yang sering bikin orang kaget. Hizbul Wathan lahir lebih dulu sebelum Gerakan Pramuka Indonesia resmi berdiri.

HW berdiri pada 20 Desember 1918 dan KH Ahmad Dahlan, pendiri Persyarikatan Muhammadiyah, langsung memprakarsainya. Saat itu namanya Padvinder Muhammadiyah.

Saat itu, beliau punya keresahan sederhana tapi mendasar. Kyai Dahlan merenungkan bagaimana caranya mendidik anak muda supaya kuat secara iman, cerdas pikirannya, dan tangguh fisiknya.

Bayangin ya, di masa penjajahan, ketika akses pendidikan masih terbatas, Hizbul Wathan sudah ngajarin disiplin, kepemimpinan, dan cinta tanah air. 

Jadi kalau ada yang bilang HW cuma “nempel” sama pramuka, fix itu keliru besar. HW itu pelopor kepanduan di Indonesia, bukan pengikut.

Padvinder Muhammadiyah kemudian berubah nama menjadi Hizbul Wathan pada 1920. Namun, pemerintahan Jepang yang saat itu menjajah Indonesia sempat membekukan organisasi tersebut.

Hizbul Wathan kemudian aktif kembali di awal 1950-an. Saat Indonesia telah merdeka, pemerintah mulai menggencarkan persatuan gerakan kepanduan yang tersebar di daerah-daerah.

Sehingga HW kemudian juga turut melebur ke Gerakan Pramuka pada 1961. Kemudian, HW dihidupkan kembali oleh Muhammadiyah pada 18 November 1999.

2. Nama Hizbul Wathan Punya Makna yang Dalam

Dalam bahasa Arab, Hizbul berarti pasukan atau kelompok, dan Wathan berarti tanah air. Kalau digabung, artinya kurang lebihjadi Pasukan Pembela Tanah Air.

Dari namanya aja sudah kelihatan banget kalau HW dari awal memang menanamkan semangat nasionalisme. Tapi nasionalisme versi HW itu unik. 

Mereka gak cuma ngajarin cinta Indonesia lewat slogan, tapi lewat karakter ikhlas, jujur, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, inovatif, dan siap berkontribusi secara nyata.

3. HW Jadi Cikal Bakal Kader Pemimpin

Poin ketiga ini nih yang jarang disadari. Hizbul Wathan menempa banyak tokoh Muhammadiyah, bahkan tokoh bangsa, sejak masa muda mereka.

Kenapa bisa begitu? Karena sejak awal, HW melatih kepemimpinan secara praktik bukan teori doang. Di HW, kamu gak cuma disuruh dengerin materi dan belajar yel-yel, akan tetapi juga belajar:

  • belajar memimpin regu
  • ambil keputusan di lapangan
  • bertanggung jawab sama anggota
  • dan siap ditegur kalau salah

Semua kegiatan itu membungkus proses pembelajaran dengan cara yang seru dan penuh keakraban, mulai dari kemah, jelajah alam, latihan baris-berbaris, praktik ibadah, hingga diskusi nilai-nilai keislaman.

Jadi prosesnya ngalir, gak terasa kayak digurui. Jadi pelan-pelan gak langsung nembak yang bikin anggota justru kapok, sehingga karakter pemimpin itu kebentuk sendiri atas kesadaran diri.

4. Hizbul Wathan Punya Identitas Keislaman yang Kuat

Kalau pramuka umum fokus ke karakter kebangsaan, Hizbul Wathan nambahin fondasi nilai Keislaman sebagai hal penting.

Di HW ibadah bukan sekadar formalitas, tapi kewajiban. Sholat tepat waktu, ngaji, adab ke sesama, dan akhlak mulia jadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

Uniknya, nilai Islam ini gak disampaikan dengan cara kaku. Justru lewat kebersamaan, keteladanan, dan kebiasaan kecil. Misalnya:

  • saling ngingetin sholat pas kemah
  • makan bareng dengan adab
  • gotong royong tanpa disuruh

Jadi Islam di HW itu hidup, bukan cuma materi hafalan.

5. Hizbul Wathan Bukan Sekadar Organisasi, tapi Proses Hidup

Buat banyak orang, HW bukan cuma fase sekolah yang lewat begitu aja. HW sering jadi tempat orang belajar tentang hidup yang sebenarnya.

Belajar capek bareng, gagal bareng, ketawa bareng, sampai bangkit bareng. Nilai-nilai HW sering kebawa sampai dewasa:

  • disiplin waktu
  • berani ambil tanggung jawab
  • peduli lingkungan
  • dan gak gampang nyerah

Makanya, banyak alumni HW yang bilang, “Pelajaran paling kepake dalam hidup, justru aku dapet dari kegiatan HW.” Kalau selama ini kamu ngira Hizbul Wathan cuma seragam, tongkat, dan baris-berbaris, sekarang kamu tahu kenyataannya.

HW adalah ruang pembentukan karakter, tempat nilai Islam dan cinta tanah air jalan barengan, tanpa ribut-ribut. Semua mengalir dan berjalan dengan tenang dan alami.

Di zaman sekarang, ketika anak muda gampang kehilangan arah, Hizbul Wathan masih relevan banget. Hal ini karena valuenya yang tahan zaman. 

Kalau kamu punya pengalaman menarik sebagai kader Hizbul Wathan, coba ceritain pengalaman menarikmu di komentar atau kirim tulisan ke kami.

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment