PEREMPUANKU

Perempuan Dia menyebut dirinya senja Padahal matanya lebih kilau dari jingga Meski saat setengah tubuhmu ditelan gelombang tenang lautan Perempuan Engkau bukan sekedar pemilik umurku di dunia Di surga pun namamu terpahat di rumah peraduan akhir kita Perempuan Maaf jika cemburu seringkali membabi buta Namun aku hanya pecinta biasa yang tak bisa mencintaimu sekali saja Perempuan Garis senyummu saat tertidur Itulah lekuk pelangi terindah yang pernah aku lihat seumur hidup Perempuan Hidupku hanya sekali Namun ijinkan aku untuk mencintaimu berkali-kali Perempuan Dadamu adalah lelap Tempat lelah menyelinap dan mengendap Perjalanan…

Read More

Bunga sirih

Benih tumbuh di bulan dua.Ditetesi taburan embun-embun, kasihnya merembas ke akar jiwa.Layaknya sebuah lentera,Pancaran nampak nyata, memberi arah baru yang telah lama dalam kelam.Hitamku menyingsing.Bergeser tempat tanpa sadar.Hilang, terbawa terbang oleh sari bunga-bunga.Kakiku kupukul, pipiku kucubit.Inikah mimpi?Khayalan dewa syiwa, sedang mendamba dewi parwati jauh menghilang.Datang ke pertapaan kailas, disambut batara nandi membawa cawan.Dibangunkan, batara naradha menghaturkan pasowananan. Bagaimana tidak, memintaku, memberi jalan lurus. Disambut hangat, dibukakan pintu, diberikan tempat seluas samudra, senyaman hati. Merangkai selembar angan indah. Sertakan selimut lembut dan sifat tidak lupa. Dari negeri awan didatangkan, tumbuh subur.…

Read More

Sedap Malam

Penghias rembulan, Pelukis kebijaksanaan di atas awan, Pemberi restu di empat penjuru semesta. Alam memanggil… berhembus bersama tarian nyiur beralaskan rambut pena Tuhan. Di pagi buta mulai bercerita, Seruling bambu mengiringi lagu indah, pelataran candi pun bergembira. Langkah pengembara, bekal seadanya. Tertatih memikul, Semampunya mendengar sabda, kumpulan kalimat bijak untuk nantinya. Beberapa uraian keringat tidak akan berada, karena sebuah nilai. Melihat harga? Tentu tidak ada nilai tanpa harga. Kisah tak akan indah tanpa nestapa di awal terbit cahaya. Terasa lebih bernilai dengan kebahagiaan di ujung senja. Setalah berada di sampang,…

Read More

Persekusi

Apapun itu di persekusi.Doa menjadi polemik jagad media. Libatkan malaikat hingga surga dan neraka. Semua menjadi dukun mandra guna. Semua menjadi seakan-akan. Persetan semua dikau kalian Saling unjuk gigi masing-masing demi ego semata tak berujung pangkal dasar manusia kelas permainan. Ketulusan dalam mengabdi tak lagi jadi opini apalagi obsesiSemua gadungan tak ada yang benar-benar nyata melayani. Bajingan tengik semua orang,seolah olah semua menjadi Alim dan Ulama Akhiri ribut tak berujung substansi.Rakyat tidak butuhkan Itu.Irasional kelas gadungan. Kemanakah rakyat harus mengadu kalau sudah begini lagunya? Siapa yang gaji kalian?Siapa konsultan asingmu?Bedebah,…

Read More

Tujuh Cahaya

Dari langit tujuh cahayaDari bumi tujuh aliranDi langit lintasan fajarDi bumi cahaya berbinar lihat puisi lainnya : Senja Tujuh anggota tubuh ku menghadap AllahSeraya berdiri takbiratulihramDua telapak tangan bersaksiDua bola mata menyaksikanDua telinga disaksikanSatu lisan bersaksi ucapKer dalam qalbuRawang dalam jiwaMenuju satu titik pusatTenggelam dalam senyap“aku bukan milik ku”. lihat puisi lainnya : Perangai Surgawi *Karya Ansar Salihin (Mahasiswa Pascasarjana ISI Padangpanjang, Kabid Infokom HMI Padangpanjang).

Read More