Ratu Galaksi Andromedaku

Kelabu malam… Hadirkan suasana mempesona yang berujung pada kekosongan Kekosongan hati atas dosa-dosa masa lalu yang menghantui secara kejam Ciptakan ilusi kepedihan yang amat menyayat hati tiap-tiap pendengar insan Berdiri dan bergeming dalam satu sorotan tajam Mengirim sajakku yang tak pernah bisa terlontarkan Sajak-sajak kalbuku mengalir di tengah seluruh asa kepedihan Tertuju hanya untuk seseorang yang amat sepesial, di seluruh otoritas zaman kehidupan Seseorang yang mengertiku sedari dini, tanpa rasa lelah dan amarah murka sang iblis kejahatan Merawatku tanpa pamrih kesombongan, yang mendasar pada kalbu-kalbu terdalam Mendidikku tanpa rasa lelah…

Read More

Berlalu

Senja… Menyengat bumi di ujung angkasa yang hangat Menggiring burung yang lama singgah di ranting pepohonan, beranjak terbang meninggalkan singgahsana kenyamanan Menciptakan barisan keangkuhan nyata nan megah dalam pandang Membuatku kembali mengingat manisnya hadirmu dalam kenangan Hadirmu… Bagaikan senja yang lama berlalu Bagaikan sajakku yang kerap kali hilang dalam bayang-bayang semu Merakitku dalam satu buah kotak kepedihan, yang ku pendam dalam kesendirian kalbu Menjangkitku untuk terus mendambamu dalam rindu Tanpa ada keberdayaan… Hanya ada kesakitan parah yang mencandu Karena semuanya telah berlalu Bagaikan kayu yang dibakar menjadi abu Wahai! Siapapun…

Read More

Tentang Kau Dan Dia

Aku kira, senja tak akan menjadi indah karena aku tak melihatnya Aku kira, pelangipun tak akan berwarna karena aku tahu hanyalah tinta hitam legam dalam pandangan Dan aku mengira, dawai hujan akan selalu ternada Apakah kau tahu, apa itu hujan? Hujan inilah yang mengirimkanmu melewati nada rintiknya Yang begitu menenangkan dan mengalirkan melodi dalam nadi ini entah bagaimana caranya Yang aku tahu bahwa tanpamu, hujanpun enggan menjatuhkan rintiknya Kekasihku, apa benar namamu yang dibawa rintik hujan kala itu? Jika iya, maka kedatanganmulah yang memecahkan segala perkiraan yang merisaukan Yang kini…

Read More

Jalan Kebencian

                                            Gelap tiada lagi bercehaya… Meraba jalan yang sering terlewati Lampu-lampu tak lagi ditemui Tanda-tanda peringatan juga sudah rusak tak berbekas Langkah pun kian terseok… Terbalut cahaya hitam pekat Semuanya ditutupi rapat-rapat Hingga secercah cahaya tiada menampakkan diri Takut dan rasa nekad saling berdebat… Mencari kata yang pantas untuk diperjuangkan Pulang mencari pencahaya ? Atau diam menunggu pagi Semuanya tak bermakna lagi Karena yang nampak adalah kegelapan Indah bak lagi mitos Ditelan kebencian yang mengakar Menjadi hijab-hijab kekal… Melantunkan permusuhan Menyebar kebencian Menyulut kemarahan _Dae Lambitu_

Read More

PEREMPUANKU

Perempuan Dia menyebut dirinya senja Padahal matanya lebih kilau dari jingga Meski saat setengah tubuhmu ditelan gelombang tenang lautan Perempuan Engkau bukan sekedar pemilik umurku di dunia Di surga pun namamu terpahat di rumah peraduan akhir kita Perempuan Maaf jika cemburu seringkali membabi buta Namun aku hanya pecinta biasa yang tak bisa mencintaimu sekali saja Perempuan Garis senyummu saat tertidur Itulah lekuk pelangi terindah yang pernah aku lihat seumur hidup Perempuan Hidupku hanya sekali Namun ijinkan aku untuk mencintaimu berkali-kali Perempuan Dadamu adalah lelap Tempat lelah menyelinap dan mengendap Perjalanan…

Read More