Yang Terbuang dari Negara Mayoritas Muslim Terbesar di Dunia

“Allah bersumpah demi Pena dan segala yang dihasilkan dari Pena, namun sedikit sekali orang yang menulis dan membaca.” – Y.A. Tuhan, jika aku dapat memilih, bisakah aku memilih terlahir dalam keluarga seperti apa, terlahir di negara mana dan dalam lingkungan seperti apa? Aku ingin sekali seperti mereka. Terlahir dalam rahim seorang ibu dan keluarga yang hidup tentram dalam lingkungan yang dapat menerima keberadaan mereka. Namaku Bela. Aku adalah gadis berusia 18 tahun yang ditakdirkan terlahir dalam sebuah keluarga yang menganut keyakinan minoritas di Indonesia. Namun, aku tak pernah menyesal sama…

Read More

Kesepian dan Harapan

Modernis.co, Tangerang—  Tak kalah hati yang sedang bersedih ini tak mampu mengungkapkan kata-kata kembali, hanya sebuah ekspresi diam tak berkata bahkan tak bisa lagi bersuara. Mungkin inilah yang dinamakan kesepian yang mendalam, tapi entahlah tuhan akan membawa perasaan ini kemana, aku hanya bisa berpasrah diri menanti keajaiban tuhan yang akan di perlihatkan. Tapi bagaimana dengan hati ini yang hampa tak terisi seperti lubang besar di tengah-tengah gurun pasir, ada namun tak berasa, hadir namun seperti menghilang, hidup namun sebenarnya sudah mati.

Read More

Pejuang Sunyi ; Perjalanan Menggapai Cahaya Cinta-Nya

Modernis.co — Di tulisan ini, saya akan sedikit bercerita mengenai acara luar biasa yang sempat saya ikuti. Acara berlangsung tanggal 13 Februari 2018 yang diselenggarakan oleh salah satu komunitas di Malang, yaitu Akar Tuli. Acara dengan judul Syahadat Isyarat Cinta-Nya merupakan acara “Deaf Rihla” yang pertama di Indonesia. Pengisi diacara kali itu adalah seorang pendiri sekolah muslim tuli, Al-Ishara di United Kingdom (UK), pengusaha muslim tuli perusahaan layanan Jurbah Tuli ‘Lingoing UK’ bernama Sadaqat Ali. Sejujurnya, ini adalah acara pertama kali yang saya ikuti bersama dengan teman-teman deaf. Awalnya memang agak…

Read More

Putri Sakura

Dayang- Dayang Istana, prajurit- prajurit kerajaan. Seperti itulah pemandangan pertama setiap kali Sakura membuka mata disaat mentari mulai menyingsing. “Putri, persiapan mandi sudah siap!” Dayang istana memberi hormat, Sakura mengangguk halus, memberi isyarat agar Dayang Avilia segera beranjak meninggalkannya. Jika orang lain memandang, cukuplah mereka meyakini jika hidupnya berada dalam kebahagiaan. Tak jarang Sakura mendengar jika banyak sekali wanita yang ingin sepertinya, menjadi Putri dari seorang Raja di negara City, satu satunya kerajaan yang masih bertahan di era modernisasi ini. Sakura mendesah, ia bosan dengan semua ini, ia bosan dengan…

Read More