5 Fakta Menarik Hari PMI Tiap 3 September

5 Fakta Menarik Hari PMI Tiap 3 September

Modernis.co, Jakarta – Hari PMI tiap 3 September menjadi salah satu momentum penting untuk mengenal lebih dekat gerakan kemanusiaan di Indonesia.

Di balik logo palang merah yang sering kita lihat, ada sejarah panjang, kerja relawan, pelayanan darah, hingga aksi kemanusiaan yang terus berjalan sampai sekarang.

Karena itu, Hari PMI gak cuma menjadi tanggal yang lewat begitu aja di kalender, tetapi juga menjadi pengingat tentang pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

Banyak orang mengenal Palang Merah Indonesia dari kegiatan donor darah. Padahal, organisasi ini menjalankan berbagai layanan kemanusiaan yang jauh lebih luas.

Relawan PMI juga terlibat dalam penanganan bencana, pertolongan pertama, pelayanan kesehatan, serta berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Menariknya, sejarah PMI berkaitan erat dengan masa awal kemerdekaan Indonesia. Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, pemerintah Indonesia mulai membangun badan Palang Merah nasional.

Presiden Soekarno kemudian memerintahkan pembentukan badan tersebut pada 3 September 1945. Dari sinilah muncul cerita menarik tentang dua tanggal yang sering bikin orang bingung.

Masyarakat memperingati Hari Palang Merah Indonesia pada 3 September karena tanggal tersebut menandai perintah pembentukan badan Palang Merah nasional. Sementara itu, PMI secara resmi terbentuk pada 17 September 1945.

Hari PMI punya cerita sejarah yang cukup unik karena masyarakat mengenal 3 September dan 17 September sebagai dua tanggal penting dalam perjalanan Palang Merah Indonesia.

Selain soal sejarah, ada banyak fakta menarik tentang organisasi kemanusiaan ini yang mungkin belum kamu tahu. Yuk, cek lima faktanya!

1. Hari PMI Bermula dari Perintah Presiden Soekarno

Hari Palang Merah Indonesia berkaitan langsung dengan keputusan Presiden Soekarno setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Pada 3 September 1945, Soekarno memerintahkan Menteri Kesehatan saat itu, dr. Buntaran Martoatmodjo, untuk menyiapkan pembentukan badan Palang Merah nasional.

Perintah tersebut muncul ketika Indonesia masih menghadapi situasi yang serba gak pasti setelah kemerdekaan. Pemerintah membutuhkan organisasi yang bisa membantu masyarakat dalam urusan kemanusiaan, terutama ketika konflik dan berbagai kondisi darurat masih terjadi.

Dr. Buntaran kemudian membentuk Panitia Lima pada 5 September 1945. Panitia tersebut menyiapkan pembentukan organisasi Palang Merah Indonesia sampai akhirnya PMI resmi berdiri pada 17 September 1945.

2. Hari PMI Punya Dua Tanggal Penting

Kalau kamu menemukan informasi tentang 3 September dan 17 September dalam pembahasan PMI, kamu gak perlu bingung. Kedua tanggal tersebut memang punya arti berbeda dalam sejarah organisasi ini.

Tanggal 3 September 1945 menandai perintah Presiden Soekarno untuk membentuk badan Palang Merah nasional. Sementara itu, tanggal 17 September 1945 menandai terbentuknya Perhimpunan Palang Merah Indonesia secara resmi.

Jadi, perbedaan kedua tanggal tersebut bukan sekadar salah tulis atau perbedaan informasi di internet. Masyarakat menggunakan 3 September untuk memperingati Hari Palang Merah Indonesia.

Sedangkan 17 September juga menjadi momentum penting dalam sejarah berdirinya Palang Merah Indonesia.

3. PMI Gak Cuma Mengurus Donor Darah

Saat mendengar PMI, banyak orang langsung teringat kegiatan donor darah. Wajar sih, karena pelayanan darah memang menjadi salah satu layanan Palang Merah Indonesia yang paling dikenal masyarakat.

Namun, PMI juga menjalankan banyak kegiatan kemanusiaan lainnya. PMI memberikan bantuan ketika bencana terjadi, menjalankan kegiatan pertolongan pertama, membantu pelayanan kesehatan dan sosial, serta mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan.

Rangkaian layanan tersebut membuat peran PMI gak berhenti di satu bidang aja. Oleh karena itu, peringatan Hari Palang Merah Indonesia juga bisa menjadi kesempatan buat mengenal kerja para relawan.

Mereka gak cuma muncul ketika kamera media menyala, tetapi juga bekerja di lapangan ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

4. Relawan Menjadi Bagian Penting dalam Gerakan Kemanusiaan

Kekuatan PMI gak lepas dari peran relawan. Mereka membantu berbagai kegiatan kemanusiaan dan ikut turun ke lapangan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.

Semangat kerelawanan membuat kegiatan kemanusiaan terasa lebih dekat dengan masyarakat. Orang-orang dari berbagai latar belakang bisa ikut memberikan kontribusi sesuai kemampuan dan kebutuhan kegiatan.

Semangat tersebut juga menjadi pesan penting dari Hari PMI. Kepedulian gak selalu membutuhkan aksi besar. Membantu orang lain, mengikuti kegiatan sosial, mempelajari pertolongan pertama, atau mendukung kegiatan kemanusiaan juga bisa menjadi bentuk kontribusi.

5. Palang Merah Indonesia Mengajak Anak Muda Ikut Peduli

Generasi muda punya ruang yang luas untuk ikut menyebarkan semangat kemanusiaan. Media sosial bisa menjadi salah satu sarana untuk membagikan informasi tentang donor darah, kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama, dan kegiatan sosial.

Konten kemanusiaan juga gak harus terasa kaku. Anak muda bisa mengemasnya dalam bentuk video pendek, infografis, cerita pengalaman relawan, atau konten edukasi yang relatable.

Dengan begitu, pesan kemanusiaan bisa menjangkau lebih banyak orang. Hari PMI akhirnya gak hanya berbicara tentang sejarah. Peringatan ini juga bisa menjadi ajakan buat generasi muda agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan gak cuek ketika melihat orang lain membutuhkan bantuan.

Hari PMI mengingatkan kita bahwa gerakan kemanusiaan Indonesia punya perjalanan panjang sejak masa awal kemerdekaan.

Dari perintah Presiden Soekarno pada 3 September 1945 hingga pembentukan PMI pada 17 September 1945, organisasi ini terus berkembang dan menjalankan berbagai pelayanan kemanusiaan.

Lewat Hari PMI, kita bisa melihat bahwa semangat membantu sesama gak pernah kehilangan relevansinya. Di tengah dunia yang makin digital dan serba cepat, kepedulian tetap menjadi nilai penting.

Jadi, gak harus menunggu momen besar untuk berbuat baik. Mulai dari hal sederhana di sekitar kita pun udah bisa memberikan dampak.

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment