IWDN Dukung Penguatan Posisi Strategis Indonesia dalam Konstelasi Dunia Islam

iwdn penguatan strategis

Modernis.co, Jakarta – Islamic World Development Network (IWDN) menggelar pertemuan strategis di Jakarta (11/12) bertempat di gedung Konstitusi Kementerian Luar Negeri RI yang membahas arah penguatan peran Indonesia dalam percaturan dunia Islam.

Kegiatan ini dibuka oleh Founder sekaligus Bendahara Umum IWDN Ahmad Syarief yang menyampaikan latar belakang dan tujuan didirikannya IWDN sebagai wadah integrasi dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat peta jalan diplomasi Islam Indonesia.

Dalam sambutannya, Ahmad Syarief yang juga merupakan Abang None Jakarta Timur 2025 menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk tampil sebagai kekuatan utama di dunia Islam, seiring dengan pesatnya pertumbuhan populasi Muslim global dan meningkatnya peran komunitas Islam dalam berbagai isu internasional.

Sementara itu, Fakih Fadilah Muttaqin, selaku Presiden Islamic World Development Network (IWDN), menyampaikan tiga gagasan utama yang menjadi pijakan gerakan IWDN.

“Indonesia memiliki tiga kekuatan besar: Islam sebagai doktrin, Islam sebagai negara, dan Islam sebagai komunitas. Ketiganya menjadi fondasi penting untuk membangun pengaruh Indonesia yang kuat dan berperan strategis di dunia Islam,” ujar Fakih.

Lebih lanjut, Fakih menegaskan bahwa IWDN hadir untuk mengintegrasikan potensi tersebut agar tidak hanya menjadi kekuatan moral dan kultural, tetapi juga kekuatan geopolitik dan ekonomi. Menurutnya, Indonesia memiliki posisi unik karena mampu menjadi model peradaban Islam yang moderat, demokratis, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Fakih juga mengungkapkan bahwa IWDN memiliki visi yang sejalan dengan kebijakan Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) dalam memperkuat posisi Indonesia di dunia Islam.

Dalam tanggapannya, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Muhammad Anis Matta, menyampaikan apresiasi atas pembentukan IWDN dan menyebut momen ini sebagai “kebetulan yang ditakdirkan” karena sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat integrasi Indonesia dengan dunia Islam.

“Selama satu tahun terakhir, kami telah menyusun peta jalan integrasi Indonesia–Dunia Islam. Orientasinya bukan hanya diplomasi, tetapi juga politik dan peradaban,” ujar Anis.

Ia menambahkan, volume perdagangan Indonesia dengan negara-negara Islam saat ini mencapai 62 miliar USD, menempati posisi ketiga setelah Tiongkok dan ASEAN yang mencapai 100+ miliar USD. Angka tersebut menunjukkan potensi besar bagi Indonesia untuk memperluas jejaring ekonomi syariah dan memperkuat peran diplomatiknya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Muhammad Anis Matta menyampaikan bahwa Kemlu RI saat ini telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dalam riset Studi kawasan dan diplomasi internasional.

“Mungkin untuk tahun depan, kita dapat berkolaborasi dalam riset bersama antara IWDN dan Kementerian Luar Negeri RI.” tuturnya.

Kemlu RI juga memperkenalkan program baru pengembangan ahli kawasan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menyediakan beasiswa studi kawasan strategis di berbagai perguruan tinggi nasional.

“Saat ini Indonesia masih kekurangan ahli kawasan yang memahami dinamika global secara mendalam. Karena itu, kami telah menjalin kerja sama dengan LPDP dan melibatkan 27 kampus yang sudah terdaftar dalam program ini,” disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Melalui forum ini, IWDN menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat diplomasi Islam Indonesia di tingkat global.

Kolaborasi antara IWDN, Kemlu RI, dan institusi akademik diharapkan dapat mempercepat lahirnya kebijakan dan riset strategis yang mendorong Indonesia sebagai pusat peradaban Islam modern, berpengaruh, dan berdaya saing di kancah internasional. (AM)

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment