Nilai-nilai IPM yang Relate di Kalangan Gen Z

Nilai-nilai IPM

Modernis.co, Jakarta – Nilai-nilai IPM atau Ikatan Pelajar Muhammadiyah ini ternyata masih related untuk kalangan Gen Z. Bahkan harus banget loh buat diikutin.

Siapa bilang nilai-nilai IPM itu cuma cocok buat generasi dulu? 

Di tengah gempuran Generasi Z yang udah kecanduan gadget, scroll media sosial, dan game yang hadeh parah, ternyata nilai-nilai IPM justru masih hidup dan relevan untuk memperbaiki itu semua. 

Bahkan tanpa sadar, masih banyak Gen Z yang ngejalanin nilai-nilai ini dalam keseharian mereka. Dengan itu juga mereka bisa tampil beda, sehingga bisa jadi anak muda yang lebih elegan. Apa saja?

1. Nilai Keilmuan, Haus Akan Ilmu

Generasi Z dikenal kritis dan kepo. Sedikit-sedikit nanya, sedikit-sedikit cari tahu. Nah, ini nyambung banget sama nilai keilmuan IPM. 

Pelajar Muhammadiyah ini punya budaya literasi yang terjaga. Mereka punya kemampuan buat bicara yang baik, gak cuma asbun wkwk.

Aktivis muda ini pandai berkomunikasi karena terlatih berinteraksi dengan sesama pelajar dan masyarakat yang punya latar belakang berbeda-beda.

Belajar nggak melulu di kelas, tapi juga dari webinar, video edukasi, kegiatan masyarakat, bahkan sampai ngobrol sambil diskusi santai. 

Nilai ini ngajarin kalau ilmu itu bukan buat pamer, tapi buat dipakai dan dibagi. Anak IPM belajar buat mikir logis dan berani berpendapat, akan tetapi tetap rendah hati.

2. Nilai Kekaderan, Tumbuh Bareng

Di IPM, anggota tuh bukan sekadar status biasa. Di sana ada nilai perkaderan yang ngajarin soal proses, kebersamaan, dan tanggungjawab. 

Gen Z yang aktif organisasi biasanya ngerti banget arti saling dukung dan belajar bareng. Dari proses inilah mereka akan tumbuh bareng juga ya kan.

Dengan begitu mereka akan belajar jadi pemimpin tanpa harus sok paling depan. Nilai ini bikin anak muda sadar kalau perubahan itu butuh tim, bukan kerja sendirian.

3. Nilai Kemandirian, Berdikari!

Gen Z dikenal kreatif dan berani coba hal baru. Banyak yang mulai usaha kecil-kecilan, freelance, atau bikin konten positif. Ini sejalan sama nilai kemandirian IPM. 

Anak muda dilatih buat nggak bergantung terus sama orang lain. Sehingga, mereka mulai kemandirian dari hal yang paling sederhana. Benar, manajemen diri sendiri.

Mereka belajar ngatur waktu, ngatur emosi, ngatur jadwal kegiatan positif, dan ngambil keputusan sendiri. Oleh karena nilai itulah Gen Z lebih siap menghadapi dunia nyata.

4. Nilai Keislaman,  Kemajuaan yang Beriman

Gen Z boleh update soal tren, boleh mengeksplorasi ide-ide kreatif dan kemandiriannya, akan tetapi urusan iman juga tetap dijaga. 

Banyak anak muda sekarang yang rajin ikut kajian online, dengerin podcast islami, atau sekadar saling ngingetin sholat lewat grup-grup.

Nilai keislaman di IPM ini ngasih wadah buat keimanan. Sehingga anak muda itu bukan cuma soal gaya, tapi juga soal akhlak. 

Di tengah dunia yang ribut, nilai ini bikin Gen Z punya pegangan hidup yang kuat dan nggak gampang kebawa arus global yang tak tentu arah.

5. Nilai Kemasyarakatan, Peduli dan Peka

Di balik cap “sibuk sama HP”, Gen Z sebenarnya peduli sekitar. Banyak yang ikut kegiatan sosial, galang dana online, atau bantu kampanye isu kemanusiaan. 

Nilai kemasyarakatan IPM ngajarin kalau hidup itu bukan cuma soal diri sendiri. Ada orang lain yang perlu diperhatikan. Dari sini tumbuh rasa empati dan tanggung jawab sosial.

Pelajar-pelajar Muhammadiyah ini tau banget teologi Al-Maun, sehingga mereka selalu berusaha untuk mengamalkan ilmu lewat tindakan nyata yang bermanfaat luas.

Nilai-nilai IPM itu nggak akan ketinggalan zaman dan akan terus hidup. Oleh sebab itu, makna dan gerakan dakwahh di atas nilai-nilai itulah yang menyelamatkan anak muda Gen Z di era seperti sekarang ini. Gimana menurutmu?

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment