Modernis.co, Lamongan – Hai pembaca setia modernis, kali ini saya akan menuliskan lima hal hal unik dari Kabupaten Lamongan. Tentunya kamu penasaran? Mari kita bahas satu persatu.
1. Tradisi Gunung Menjuluk
Tradisi Gunung Menjuluk masih dilakukan oleh masyarakat di daerah Lamongan tepatnya di Kecamatan Brondong, Desa Sendangharjo, Dusun Mencorek dan sekitarnya. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun dan masih dilestarikan.
Konon, tradisi tersebut awalnya bertujuan untuk bukti rasa syukur kepada Allah SWT. Karena telah melewati Puasa Ramadhan, serta mampu menuntaskan Puasa Sunnah Syawal yang berlangsung selama enam hari. Itulah kenapa tradisi naik Gunung Menjuluk ini bertepatan di tanggal 8 syawal di setiap tahunnya.
Setiap tahunnya, pengunjung ataupun pendaki dalam mengikuti tradisi ini cukup banyak. Pada tradisi ini tidak ada acara undangan dari pemerintah, maupun kepala desa. Tidak ada pamflet, tidak ada papan pengumuman, semua tampaknya berbondong-bondong untuk merayakan Hari Raya Ketupat di atas Gunung Menjuluk.
Sambil menikmati ketupat dan lepet yang di bawah dari rumah, semua berjalan begitu saja natural. Tradisi ini dijadikan tempat berkumpul bersama keluarga menikmati pemandangan lereng gunung dan cocok dijadikan tempat berlibur bersama keluarga atau bersama teman-teman sambil memakan ketupat. Ketika sudah diatas lereng gunung, kita bisa melihat pemandangan yang luar biasa.
Di sisi utara kita dapat melihat birunya air laut bercampur dengan langit yang mengagumkan , sementara di sisi selatan kita dapat melihat hijaunya pepohonan rindang yang indah dan menyejukkan mata.
2. Wisata Pantai Kutang
Pantai Kutang merupakan pantai yang berada di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Pantai ini mempunyai pesona laut yang tidak kalah dari pantai pantai yang ada di Indonesia. Wisata Pantai Kutang merupakan destinasi wisata yang cukup populer di kawasan pesisir pantai utara Lamongan.
Pesona yang dimiliki pantai ini membuat daya tarik para wisatawan sehingga para wisatawan dari berbagai daerah penasaran dan ingin berkunjung langsung ke wisata Pantai Kutang.
Untuk sejarah penamaan pantai ini kenapa bernama kutang? Karena dahulu masyarakat yang tinggal di pantai ini membuang dalaman yang sudah tidak dipakai berupa kutang atau bra dan dahulu juga Pantai Kutang ini belum dikenal banyak orang.
Pantai ini dijadikan tempat berkumpulnya kaum muda, entah dengan alasan yang tidak jelas, setiap kaum muda tersebut pergi dari pantai ini, pasti meninggalkan jejak dan pakaian dalam mereka. Sering kali masyarakat yang tinggal di pantai ini melihat kutang berserakan di bibir pantai.
Oleh sebab itu pantai itu disebut Pantai Kutang. Namun jangan salah, pemberian nama unik ini ternyata dapat menarik banyak sekali wisatawan untuk datang ke tempat ini untuk melihat keelokan panorama yang indah yang bisa dijadikan spot foto terbaik karena banyak sekali spot foto yang disuguhkan selain pemandangan natural dari dari Pantai Kutang ini.
Biaya untuk masuk ke wisata pantai ini tergolong sangat murah, tempat ini cocok untuk dijadikan piknik dengan keluarga, teman, maupun pacar. Ketika masuk kita masuk ke wisata ini kita akan melewati jembatan warna-warni yang di desain sedemikian rupa di sambil itu kita akan melihat langsung pemandangan birunya laut dan hijaunya pohon mangrove di sepanjang jembatan sehingga suasana pantai ini masih asri.
3. Wisata Pohon Trinil
Pohon Trinil tidak jauh beda dengan wisata Pantai Kutang yang menarik wisatawan, wisata pohon yang sering dijuluki pohon akar langit ini ternyata menjadi daya tarik wisatawan yang datang berbondong-bondong dari berbagai daerah tersebut datang hanya untuk melihat langsung wisata Pohon Trinil ini.
Bagi penggemar film Harry Potter, tentu tidak asing lagi dengan magis whomping willow. Pohon raksasa dengan cabang bergerak-gerak dapat ditemukan di Sekolah Sihir Hogwarts. Serupa dengan pohon dedalu perkasa, Ada juga cerita anak-anak lokal yang berjudul kacang ajaib.
Berkisah tentang seorang pemuda yang mendapatkan biji kacang ajaib yang tumbuh tinggi menembus awan menuju istana yang dihuni raksasa, tempat emas dan perhiasan, itik bertelur emas, dan harpa sakit yang bernyanyi merdu.

Nama akar langit yang memancing imajinasi, kita dapat melihat dalam kehidupan nyata pada objek wisata pohon akar langit ini. Tepatnya di Dusun Widhe, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.
Nama Trinil sendiri merupakan nama lokal warga sekitar sehingga diberi nama pohon akar langit trinil, yang membuat unik dari wisata ini adalah tumbuh Pohon Trinil raksasa yang dikelilingi akar akar dari pohon itu sendiri yang saling melilit dan mengait satu dengan yang lain.
Akar akar tersebut kemudian membentuk jaring tertentu dengan sebuah poros utama, sehingga merindangi lingkungan sekitarnya. Diameter pohon utama sekitar 75 cm, dengan batang-batang ranting yang meliuk menjauh hingga puluhan meter. Bentuk akar yang sebagian besar pipih memberikan tekstur seperti tubuh ular yang saling menempel dan terkait.
Pohon Trinil banyak ditemukan di area tersebut dan sebagian menjuntai dari ketinggian. Pengunjung memanfaatkan akar yang awalnya dibuat tali untuk mengikat rumput untuk pakan ternak. Warga sekitar sekarang menjadikan spot destinasi wisata unik yang banyak dikunjungi wisatawan.
4. Sego Boran
Sego Boran menjadi salah satu kuliner khas Lamongan kata sego berarti nasi, orang Lamongan biasanya menyebutnya Sego Boran. Kuliner ini dipatenkan oleh Pemkab Lamongan. Sego Boran begitu populer di Lamongan. Hampir di sudut kota Lamongan banyak sekali penjual yang menjajakan Sego Boran ini.
Uniknya, dari nama Sego Boran sendiri boran berasal dari nama wadah yang terbuat dari bambu yang dianyam membentuk sebuah wadah, Sego Boran terdiri dari nasi, bumbu, lauk dan rempeyek.
Pelengkap lain yang melengkapi Sego Boran adalah empuk (tepung yang digoreng) dan pletuk (kacang dan remah nasi aking). Sedangkan bumbu dari Sego Boran terdiri rempah-rempah yang ditambah cabai dan kelapa parut yang dihaluskan.
Untuk lauknya, selalu di tawarkan beragam pilihan. Diantaranya daging ayam, jeroan, ikan bandeng, telur dadar, telor asin, tahu dan tempe. Untuk porsinya biasa Rp 10.000,- sampai dengan Rp 25.000,- tergantung lauk apa yang diminta.
Dari data yang ada lebih dari 200 penjual Sego Boran beroperasional di Lamongan. Mereka secara turun-temurun membuat dan menyajikan Sego Boran dan dalam pemasarannya banyak di pinggir jalan secara lesehan.
Setiap tahunnya, Bupati Lamongan mengadakan festival Sego Boran pada saat ulang tahun atau hari jadi Lamongan, festival tersebut ditujukan untuk merayakan hari jadi Lamongan dan di khususnya bagi warga Lamongan, dengan adanya festival Sego Boran setiap tahunnya diharapkan dapat dilestarikan salah satu kuliner yang legendaris ini di Lamongan.
5. Wingko Babat
Wingko Babat adalah makanan khas dari kecamatan babat, kabupaten Lamongan, jawa timur. Jajanan yang khas yang sering diburu oleh para penikmat kuliner. Wingko Babat terbuat dari kelapa dan memiliki rasa yang manis serta gurih, bertekstur empuk dan sedikit kenyal, wingko berwarna coklat keemasan, bentuknya bulat lingkaran, tebal, dan padat.
Wingko Babat dibuat dalam berbagai bentuk, ada yang kecil sebesar uang koin lima ratus dan ada yang besar sebesar piring. Wingko sudah dikenal sejak tahun 1900-an dengan cara pengolahan dan pengemasan yang masih sangat sederhana dan tradisional. Wingko Babat cap loe lan lng merupakan wingko legendaris yang ada di Lamongan.
Hingga saat ini wingko tersebut sampai generasi ke-empat. Jajanan wingko sangat merakyat, bukan hanya dijadikan oleh oleh saja. Dalam tradisi Lamongan, wingko dijadikan seserahan utama dalam acara lamaran dari pihak putri ke pihak putra tradisi tersebut dilakukan secara turun temurun.
Penikmat Jajan Wingko Babat tidak perlu risau untuk menikmati karena muda untuk menemukan jajanan tersebut dan Wingko Babat bisa dijadikan oleh oleh khas Lamongan yang legendaris.
sumber photo : instagram insta_lamongan


Kirim Tulisan Lewat Sini