Modernis.co, Jogjakarta – Tapak Suci merupakan organisasi otonom dari Persyarikatan Muhammadiyah yang khusus mengembangkan seni bela diri.
Kalau kita perhatikan lagi, nama Tapak Suci terdiri dari dua kata yang menimbulkan pertanyaan mendalam terkait maknanya.
Hanya dua kata sederhana yang memiliki makna “daging” di dalamnya. Jika dikulik lebih dalam, nama yang pendek itu isinya full filosofi hidup.
Nama lengkapnya adalah Tapak Suci Putra Muhammadiyah. Nah, dari sini kelihatan kan kalau perguruan bela diri ini merupakan bagian dari ormas yang berkemajuan itu.
Banyak yang salah mengira kalau Tapak Suci atau disingkat TS ini hanya ngurusin orang biar bisa bela diri dengan teknik silatnya. Akan tetapi, kegiatan di dalamnya lebih dari itu.
Hal ini berhubungan dengan alasan penggunan kata “Tapak & Suci” pada penamaan organisasi otonom Muhammadiyah tersebut. Biar kamu makin tau makna sesungguhnya, yuk kita bahas dengan singkat, padat, dan jelas!
Tapak: Jejak Langkah Seorang Pendekar
Kata “Tapak” bisa kita artikan sebagai jejak langkah. Bukan literally bekas langkah kaki di tanah, tapi lebih simbol dari perjalanan hidup seseorang.
Di kalangan TS, kata “tapak” itu memiliki makna bahwa setiap langkah yang seseorang ambil haruslah memiliki tujuan yang jelas. Sehingga nggak asal melangkah, apalagi cuma ikut-ikutan.
Wah, sampai sini udah dalam banget kan maknanya?
Hal ini mengisyaratkan bahwa Muhammadiyah mengajarkan para kadernya untuk sadar bahwa hidup merupakan sebuah perjalanan yang memiliki tujuan. Bukan cuma ngalir ngikutin yang tren, gak Fomo!
Sebab, setiap langkah yang seseorang ambil pasti akan meninggalkan jejak. Sehingga jejak atau bekas dari tapak itulah yang akan jadi bahan penilaian dari diri sendiri maupun orang lain kedepannya.
Makanya, Tapak Suci ngajarin biar setiap langkah atau keputusan itu harus dipertimbangan dengan penuh tanggung jawab.
Mau di jalan, di sekolah, di kampus, di kantor, maupun di masyarakat, tapaknya harus kelihatan positif. Istilahnya, “jalan hidupnya harus rapi dan presisi”.
Suci: Lurus Niat, Bersih Tujuan
Hal pertama yang terpikirkan dari kata “Suci” adalah situasi yang bersih, gak ada najis atau kotoran. Nah ini nih yang bikin Tapak Suci beda dari perguruan silat lain.
Suci di sini bukan berarti manusia tanpa dosa, akan tetapi lebih ke niat awal yang lurus dan tujuan yang bersih sebelum melakukan tapak tadi.
Tapak Suci menekankan bahwa ilmu bela diri itu bukan buat pamer, apalagi buat nyari ribut. Justru sebaliknya, ilmu ini dipakai buat menjaga diri, menegakkan kebenaran, dan membela yang lemah.

Dalam contoh kehidupan nyata lainnya nih, orang yang mengambil sebuah keputusan harus mengembalikan niat itu pada hal yang suci, bersih, dan berlandaskan nilai keislaman. Bukan semata untuk mencari validasi.
Sebab kesucian dalam berpikir, bersikap, dan bertingkah laku jadi patokan keberhasilan pembelajarannya. Di mana seseorang akan lebih bijaksana dalam memperlakukan sesama manusia.
Kalau seseorang meluruskan niatnya, ia bisa mencegah ilmunya berubah menjadi bahaya. Karena itu, kata “suci” berperan sebagai rem moral yang mengendalikan ego manusia yang sering darderdor.
Rem moral ini sangat dibutuhkan untuk mencegah seseorang menyalahgunakan ilmu yang ia miliki. Dengan begitu, ia selalu menggunakan jurus atau ilmu yang telah ia pelajari untuk melakukan hal-hal positif dan bermanfaat.
Harmoni Antara Kekuatan dan Akhlak

Kalau kata “Tapak” dan “Suci” digabung, jadilah Tapak Suci. Filosofinya dalam banget. Ini bukan cuma soal kuat fisik, tapi juga kuat hati dan pikiran.
Bela Diri khas Muhammadiyah ini pengin melahirkan pendekar yang seimbang. Badannya kuat dari proses latihan fisik yang berat, pikirannya cerdas dari pengambilan keputusan yang bijak dalam setiap langkah, dan hatinya bersih karena berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Makanya kalau kita perhatikan lagi, latihan Tapak Suci itu nggak cuma bikin keringetan, belajar teknik silat, dan sparing “gelut”. Latihan ini juga menyentuh sisi penting lain yang nggak kalah bermakna.
Seperti mengajarkan dan mempraktikkan nilai keislaman, pembinaan mental, dan penanaman karakter baik kayak disiplin dan tanggung jawab.
Masih Relevan Gak Sih?

Hingga kini Tapak Suci masih sangat relevan dan rekom banget buat diikuti. Ibaratnya, latihan bela diri di TS tuh udah paket lengkap buat orang tua dan anak muda jaman now yang pengen sehat fisik, menjadi lebih bijak, sambil memperkuat nilai keislaman.
Filosofi yang ada pada TS justru makin relate di era digital. Di mana semua menjadi sangat dinamis, cepat, dan instan. Nilai-nilai yang ada di TS bisa jadi kontrol moral bagi anggotanya.
Tapak ngajarin kita buat mikir sebelum melangkah, dan suci ngajarin kita buat jujur sama diri sendiri. Nggak gampang kebawa arus, nggak gampang terpancing emosi.
Buat anak muda, Tapak Suci itu bukan cuma organisasi silat, tapi tempat belajar jadi manusia yang utuh. Kamu jadi punya rem “diri” buat ngontrol ucapan, sikap, dan tindakanmu.
Eh, tapi kalau nanti ada yang tanya apa makna namanya jawab aja gini: “Tapak Suci mengajarkan kita untuk menjaga setiap jejak langkah tetap suci, dari niat sampai tujuan.”


Kirim Tulisan Lewat Sini