Modernis.co, Serang – Di dalam sistem demokrasi modern saat ini, partai politik memiliki peran penting sebagai penghubungan antara rakyat dan negara, serta wadah kepentingan publik Namun realitanya politik di Indonesia menunjukkan banyaknya penyimpangan perilaku para elit partai politik yang bertentangan dengan nilai-nilai kepentingan rakyat. Fenomena ini juga dapat dianalisis melalu dikotomi individualism, yaitu pertentangan antara kepentingan individu elit dan kepentingan kolektif Masyarakat.
Apa itu Dikotomi Individualisme?
Individualisme merupakan kebebasan dan kepentingan individu sebagai prioritas utama. Dalam konteks politik, individualisme muncul ketika tokoh politik memanfaatkan jabatan dan kekuasaanya demi keuntungan sendiri atau kelompok kecil. Sebaliknya kolektivisme menekankan tanggung jawab sosial, kepentingan bersama terhadap nilai serta tujuan kelompok.
Namun dalam tubuh partai politik, harus ada keseimbangan antara kepentingan individu dan kolektif yang harus dijaga. Ketika individualisme mendominasi, maka partai akan kehilangan fungsi idealnya sebagai alat perjuangan rakyat. Ketika kepentingan pribadi elit partai politk ditempatkan di atas kepentingan publik.
Fenomena penyimpangan elit partai poltik sering kali terjadi dengan praktik korupsi, penyalahgunaan jabatan atau membangun dinasti politik. Contoh lain dapat dilihat dalam praktik politik uang menjelang pemilu. Banyak sekali elit partai maupun calon legislatif yang menggunakan kekuatan modal pribadi untuk membeli dukungan rakyat.
Tindakan ini bukan hanya melanggar etika demokrasi, sehingga berorientasi bahwa politik telah begeser dari perjuangan ideologis menjadi investasi individu. Maka setelah terpilih, kepentingan rakyat malah terpinggirkan karena elit lebih fokus mengembalikan modal atau mempertahankan kekuasaannya.
Dalam kondisi ini, partai politik tidak lagi berfungsi sebagai alat perjuangan kepentingan rakyat, melainkan berubah menjadi kendaraan politik individual. Akibatnya, keputusan politik yang dihasilkan sering kali tidak mencerminkan kehendak rakyat melainkan kepentingan segelintir elit.
Penyimpangan elit partai politik menunjukkan lemahnya komitmen terhadap kolektivitas dan ideologi partai yang secara ideal menjadi pendorong bagi perjuangan politik rakyat. Namun perjuangan itu seringkali dikalahkan oleh pragmatisme individu, dan terjadi banyak para elit partai berpindah sikap politik sehingga membentuk koalisi yang tidak konsisten. Hal ini mencerminkan dominasi individualisme yang menggerus integritas partai politik.
Sebab penyimpangan elit partai politik yang berbasis individualisme sangat merugikan di dalam sistem demokrasi ini. Kepercayaan publik terhadap partai politik menurun drastis, partisipasi politik masyarakat melemah, munculnya sikap apatis dan sinisme. Masyarakat melihat partai politik tidak lagi sebagai representasi kepentingan mereka, melainkan sebagai arena perebutan kekuasaan antar individu elit. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka demokrasi akan kehilangan substansi moral dan etisnya.
Mengembalikan Kolektif
Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret untuk mengatasi dominasi individualisme dalam partai politik. Beberapa langkah bisa dilakukan misalnya dengan memperkuat etika politik, penguatan sistem kaderisasi, reformasi internal partai agar lebih demokratis dan transparan, serta pengawasan publik yang ketat menjadi hal yang mendesak.
Selain itu, elit partai perlu menyadari bahwa kebebasan individu dalam politik harus dibatasi oleh tanggung jawab moral terhadap rakyat dan negara.
Pada akhirnya, dikotomi individualisme dalam penyimpangan elit partai politik menjadi refleksi kritis etika dalam praktik demokrasi kita. Jika individualisme tidak dikendalikan, maka partai politik akan semakin menjauh dari rakyat. Sebaliknya, dengan menempatkan kepentingan kolektif di atas kepentingan pribadi, maka partai politik juga dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai pilar utama demokrasi yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Oleh: Miftah Fariz (Mahasiswa Hukum Universitas Pamulang Kampus Serang)
Kirim Tulisan Lewat Sini