Modernis.co, OKU Timur – Pada awal tahun 2021 merupakan awal yang sangat membahagiakan, karena saya dapat bergabung dengan Dinas Pertanian sebagai Penyuluh Pertanian. Tugas Penyuluh Pertanian ini sangat penting, di mana Penyuluh Pertanian sebagai ujung tombak dari program Kementerian Pertanian dalam melaksanakan program-program yang dicanangkan Pemerintah, swasembada pangan.
Sebagai Penyuluh Pertanian sangat senang dapat membantu orang banyak (Petani) dalam kegiatan pertanian demi program peningkatan produksi dan ketahanan pangan, serta dapat berbagi ilmu, pengalaman, dari Penyuluh ke Petani maupun Petani ke Penyuluh secara langsung.
Dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh pertanian saya sangat totalitas dikarenakan kita kerja dengan hati yang ikhlas, di mana di Wilayah Binaan kita dapat menemukan sanak saudara baru yang tak sedarah, bahkan program-program kegiatan dari Pemerintah kita selalu tetapkan pada petani, walaupun jarak antara Wilayah Binaan dengan rumah lumayan jauh, kurang lebih 1 jam perjalanan.
Hujan kehujanan, panas kepanasan, ada seketika kami kehabisan bensin di jalan terpaksa mendorong sampai ke depot bensin. Dengan gaji pas-pasan, harus mengawal ratusan LBS. Seperti kegiatan Optimalisasi Lahan seluas 273 hektar, Cetak Sawah Rakyat seluas 487 hektar, pendampingan Brigade Pangan. Kami bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore secara jadwal tetapi kenyataannya hampir 24 jam harus standby.
Penyuluh Pertanian OKU Timur aktif dalam melaksanakan pembinaan kelompok tani, melakukan pendataan dan pelaporan luas tanam, luas panen, produksi, memfasilitasi petani, Kelompok Tani, Gapoktan dalam penyusunan RDK/RDKK/eRDKK, aktif pengambilan sempel ubinan, meningkatkan produksi padi di OKU Timur dalam program peningkatan produktivitas
Bahkan gaji pun tak diperhitungkan lagi, demi petani hidup lebih baik, pada saat ini di tahun 2025 saya masih aktif menjalankan tugas ini. Pada bulan Oktober 2025 saya tetap menjalankan program Pemerintah dalam hal peningkatan ketahanan pangan. Kerja di penyuluh bukan cari uang, tetapi sekedar pengabdian ke negara, lebih banyak kurangnya kalau masalah pendapatan.
Namun ada hal membuat saya putus asa mendengar kabar tidak ada lagi kata honorer dan terakhir Desember 2025. Dalam hal ini saya juga belum pindah status dari honorer ke ASN, suatu hal pernah terdengar Keterbatasan Pemerintah dalam keuangan dan penyusunan pegawaiannya.
Diriku rekan-rekan seperjuangan yang tergabung dalam Aliansi Non-Database Gagal CPNS/PPPK & TMS 2024 se-Kabupaten OKU Timur, memohon dengan rendah hati kepada para petinggi, pemangku kebijakan, dan Pemerintah Daerah OKU Timur, agar dapat memperjuangkan nasib kami.

Kami honorer nondatabase tidak menuntut lebih, kami hanya ingin diakui dan diberi kesempatan untuk terus mengabdi. Mengingat turut serta berkontribusi untuk kemajuan Kabupaten OKU Timur, mengabdi bertahun-tahun, perlunya dukungan Pemerintah untuk diakomodir menjadi PPPK Paruh Waktu.
Kami Penyuluh Pertanian rata-rata sudah mengabdi 4 tahun 9 bulan tetapi belum terakomodir PPPK Paruh Waktu. Kami memohon kepada Kepala Daerah, Kementerian Pertanian, dan utamanya Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto untuk merevisi edaran, dan menerbitkan regulasi untuk Honorer yang gagal CPNS, TMS CPNS/PPPK dan yang tidak mendaftar karena tidak dapat Formasi, bekerja 2 Tahun berturut-turut untuk diangkat PPPK Paruh Waktu. Inilah kisah dari Penyuluh Pertanian OKU Timur, Zainudin, S.P (Anggota Aliansi Honorer Non Database BKN Gagal CPNS OKU Timur). (PY)


Kirim Tulisan Lewat Sini