Modernis.co, Jakarta – Tujuan pernikahan dalam Islam gak berhenti pada status sah sebagai pasangan suami istri. Islam memandang pernikahan sebagai ikatan yang membawa manusia menuju kehidupan keluarga yang lebih tenang, penuh kasih sayang, sekaligus bernilai ibadah.
Menikah bukan sekadar punya pasangan hidup atau menggelar acara yang ramai di media sosial. Di zaman sekarang, banyak orang mengenal pernikahan lewat konten couple goals yang berseliweran di timeline.
Foto romantis, rumah estetik, liburan bareng, sampai video kehidupan rumah tangga sering terlihat begitu perfect. Padahal, kehidupan pernikahan punya cerita yang jauh lebih kompleks daripada apa yang tampil di layar.
Dalam ajaran Islam, pasangan suami istri gak cuma menjalani kehidupan bersama, tetapi juga punya tanggung jawab untuk saling menjaga, menghormati, dan membantu dalam kebaikan.
Penelitian tentang keluarga sakinah juga menunjukkan bahwa kehidupan keluarga yang harmonis membutuhkan kesadaran, bimbingan, dan upaya dari seluruh anggota keluarga.
Karena itu, memahami tujuan pernikahan penting banget, terutama bagi siapa pun yang ingin memahami pernikahan dari perspektif Islam.
Dengan memahami tujuannya, seseorang gak cuma fokus pada bagaimana memulai rumah tangga, tetapi juga belajar bagaimana menjalani dan mempertahankannya.
Pernikahan Bukan Sekadar Relationship Goals
Kalau relationship goals cuma diukur dari seringnya foto bareng atau seberapa romantis pasangan di depan kamera, konsep pernikahan dalam Islam jelas jauh lebih dalam.
Tujuan pernikahan mengarahkan pasangan untuk membangun kehidupan yang punya nilai spiritual, emosional, sosial, dan tanggung jawab bersama. Al-Qur’an menggambarkan hubungan pasangan dalam QS. Ar-Rum ayat 21 sebagai salah satu tanda kebesaran Allah.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah menciptakan pasangan agar manusia mendapatkan ketenteraman dan menjadikan di antara pasangan rasa kasih serta sayang.
Artinya, rumah tangga dalam Islam bukan sekadar tempat dua orang tinggal bersama. Rumah tangga menjadi ruang bagi pasangan untuk bertumbuh, saling menguatkan, dan menjalankan kehidupan dengan nilai-nilai yang diridai Allah.
1. Tujuan Pernikahan untuk Membangun Keluarga yang Sakinah
Salah satu gambaran penting tentang kehidupan rumah tangga dalam Islam adalah sakinah. Secara sederhana, sakinah bisa dipahami sebagai ketenteraman atau ketenangan yang hadir dalam kehidupan keluarga.
Konsep ini sejalan dengan QS. Ar-Rum ayat 21 yang menyebut pasangan sebagai sarana untuk memperoleh ketenteraman serta menghadirkan mawaddah dan rahmah.
Kajian tentang sakinah juga menjelaskan bahwa keluarga harmonis membutuhkan proses, bukan sesuatu yang otomatis muncul setelah akad.
Kalau kamu melihat rumah tangga yang adem dan saling menghargai, kondisi tersebut biasanya lahir dari kebiasaan yang dibangun bersama. Pasangan perlu belajar berkomunikasi, menyelesaikan konflik, dan memahami kebutuhan satu sama lain.
2. Membangun Hubungan yang Penuh Mawaddah dan Rahmah
Islam gak cuma berbicara tentang cinta dalam pernikahan. Al-Qur’an juga menyebut mawaddah dan rahmah sebagai bagian penting dalam hubungan pasangan.
Mawaddah berkaitan dengan kasih atau cinta, sedangkan rahmah berkaitan dengan kasih sayang dan sikap saling menyayangi. Dalam kehidupan nyata, rasa cinta gak selalu muncul dalam bentuk kata-kata romantis.
Kadang cinta terlihat ketika pasangan mau mendengarkan, membantu pekerjaan rumah, menjaga perasaan, atau tetap memberikan dukungan ketika kondisi lagi gak mudah.
Kajian akademik tentang keluarga sakinah juga menempatkan kasih sayang sebagai bagian penting dalam membangun keluarga harmonis.
Karena itu, hubungan yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar rasa suka. Pasangan juga perlu membangun empati dan kepedulian.
3. Tujuan Pernikahan sebagai Bentuk Ibadah kepada Allah
Dalam Islam, menikah juga punya dimensi ibadah. Sebuah penelitian tentang hakikat dan tujuan perkawinan menjelaskan bahwa pernikahan gak hanya memiliki dimensi horizontal dalam hubungan antarmanusia, tetapi juga dimensi vertikal sebagai bentuk pengabdian kepada Allah.
Artinya, aktivitas dalam rumah tangga bisa menjadi bagian dari kebaikan ketika pasangan menjalankannya sesuai tuntunan agama.
Saling membantu, menjaga amanah, memenuhi kewajiban, mendidik keluarga, dan menjaga kehormatan bisa menjadi bagian dari perjalanan ibadah.
Perspektif ini bikin kehidupan rumah tangga terasa lebih bermakna. Ketika pasangan memahami pernikahan sebagai amanah dari Allah, mereka gak cuma bertanya tentang apa yang bisa mereka dapatkan dari pasangan, tetapi juga memikirkan apa yang bisa mereka berikan.
4. Menjaga Kehormatan dan Menyalurkan Fitrah Manusia
Islam mengakui bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk hidup berpasangan. Pernikahan memberikan ruang yang sah dan bertanggung jawab bagi laki-laki dan perempuan untuk membangun hubungan sebagai pasangan.
Penelitian Supriatna dalam Al-Ahwal menjelaskan bahwa perkawinan dalam syariat Islam menjadi lembaga untuk mengatur hubungan laki-laki dan perempuan sesuai martabat manusia, sekaligus menjaga keturunan dan kehormatan.
Karena itu, pernikahan bukan sekadar hubungan emosional. Ada tanggung jawab moral dan agama yang ikut menyertainya. Pasangan perlu menjaga batasan, kehormatan, dan hak masing-masing agar hubungan tetap berjalan sesuai nilai Islam.
5. Membangun Generasi dan Keluarga yang Berkualitas
Pernikahan juga membuka jalan bagi lahirnya generasi berikutnya. Namun, Islam gak hanya menekankan soal memiliki anak, tetapi juga tanggung jawab untuk merawat dan mendidik mereka dengan baik.
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 juga menjelaskan bahwa pengaturan perkawinan berkaitan dengan upaya mewujudkan tujuan perkawinan secara baik serta memperoleh keturunan yang sehat dan berkualitas.
Dalam perspektif Islam, anak merupakan amanah. Karena itu, orang tua perlu menyiapkan lingkungan keluarga yang mendukung pertumbuhan fisik, emosional, intelektual, dan spiritual anak.
Rumah bisa menjadi sekolah pertama tempat anak mengenal kasih sayang, tanggung jawab, dan nilai agama. Jadi menikah bukan hanya siap menjadi pasangan, namun juga siap sebagai orang tua.
6. Saling Membantu dalam Kebaikan
Kehidupan rumah tangga gak mungkin berjalan kalau hanya satu orang yang terus berusaha. Suami dan istri perlu membangun kerja sama sesuai peran, kemampuan, kondisi, dan kesepakatan yang mereka jalani.
Kerja sama tersebut bisa terlihat dari hal-hal sederhana. Misalnya, saling membantu ketika pasangan lagi sibuk, berdiskusi soal keuangan, mendampingi keluarga, atau mengambil keputusan penting secara bersama-sama.
Dengan pola seperti ini, rumah tangga gak terasa seperti kompetisi tentang siapa yang paling banyak berkorban. Pasangan justru bisa membangun teamwork yang sehat dan saling menguatkan ketika menghadapi tantangan.
7. Mewujudkan Keluarga yang Bahagia dan Bertanggung Jawab
Dalam konteks hukum Indonesia, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 mendefinisikan perkawinan sebagai ikatan lahir batin dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Ketentuan tersebut tetap menjadi dasar hukum perkawinan dan telah mengalami perubahan melalui UU Nomor 16 Tahun 2019. Sementara dalam perspektif hukum keluarga Islam, keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah menjadi gambaran penting tentang kehidupan rumah tangga yang harmonis.
Prinsip perkawinan menegaskan pentingnya penerapan prinsip perkawinan dalam membangun keluarga yang harmonis. Jadi, kebahagiaan dalam rumah tangga bukan berarti setiap hari harus romantis atau bebas dari konflik.
Rumah tangga yang sehat tetap bisa menghadapi masalah. Bedanya, pasangan belajar menyelesaikan masalah dengan komunikasi, tanggung jawab, dan nilai agama.
Jadi, Apa Inti Tujuan Pernikahan dalam Islam?
Kalau dirangkum, tujuan pernikahan dalam Islam berkaitan dengan upaya membangun kehidupan bersama yang tenteram, penuh kasih sayang, bertanggung jawab, dan berorientasi kepada Allah.
Pernikahan juga menjadi jalan untuk menjaga kehormatan, membangun keluarga, serta menyiapkan generasi yang baik. Oleh karena itu, menikah gak cukup hanya bermodal rasa cinta.
Cinta memang penting, tetapi pasangan juga membutuhkan komitmen, komunikasi, kesabaran, tanggung jawab, dan pemahaman agama.
Penelitian tentang reaktualisasi tujuan perkawinan bahkan menilai pemahaman terhadap nilai dan fungsi keluarga sebagai salah satu upaya menghadapi persoalan rumah tangga.
Pada akhirnya, tujuan pernikahan dalam Islam mengajarkan bahwa rumah tangga bukan sekadar tempat dua orang berbagi kehidupan.
Pernikahan menjadi ruang untuk menemukan ketenteraman, menumbuhkan kasih sayang, menjaga amanah, dan bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah.
Konsep ini membuat pernikahan punya makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar status relationship. Kalau kamu ingin memahami pernikahan secara lebih utuh, jangan cuma melihat sisi romantis yang sering muncul di media sosial.
Lihat juga tanggung jawab dan nilai ibadah di dalamnya. Dengan memahami tujuan pernikahan sejak awal, seseorang bisa mempersiapkan diri untuk membangun keluarga yang gak cuma terlihat harmonis dari luar, tetapi juga punya fondasi iman, kasih sayang, dan tanggung jawab dari dalam.










Kirim Tulisan Lewat Sini