Marketing Funnel: Strategi Penting Biar Calon Pembeli gak Kabur

strategi marketing funnel

Modernis.co, Jakarta – Strategi marketing funnel perlu dipahami oleh para pebisnis atau pedagang yang sedang merintis untuk meningkanatkan penjualan.

Pedagang pasti pernah ngerasain udah capek-capek promosi, bikin konten tiap hari, pasang iklan sana-sini. Akan tetapi hasilnya 0 besar.

Ujung-ujungnya calon pembeli cuma lihat, scroll, terus hilang. Maksimal cuma nanya-nanya doang? Sedih kan!

Ini tuh kayak gebetan yang awalnya responsif, tapi tiba-tiba ghosting. Nah, di sinilah pentingnya yang namanya marketing funnel.

Marketing funnel itu sebenarnya simpel. Bayangin kamu punya corong. Di bagian atas bisa muat banyak banget. Tapi makin ke bawah, makin sedikit. Kenapa? 

Karena nggak semua orang yang lihat produk kamu bakal beli. Ada prosesnya. Sedangkan, kalau kamu nggak ngerti proses ini, ya siap-siap aja calon pembeli putar balik sebelum sampai kasir.

Apa Itu Marketing Funnel? 

Marketing funnel adalah strategi yang menggambarkan perjalanan calon pembeli dari yang awalnya nggak kenal kamu sama sekali, sampai pada akhirnya beli produk kamu, bahkan jadi pelanggan setia.

Biasanya funnel ini dibagi jadi beberapa tahap untuk menganalisa konsumen.

  1. Awareness (Sadar)
  2. Interest (Tertarik)
  3. Consideration (Menimbang)
  4. Conversion (Beli)
  5. Loyalty (Setia)

Dari beberapa tahapan di atas, kamu bakal bisa ngehasilin konsumen yang loyak. Seminimalnya, peningkatan penjualan produk bisa kamu raih.

1. Awareness: Bikin Orang Tahu Kamu Ada

Di tahap ini, tugas kamu cuma satu: bikin orang sadar kalau kamu ada. Bikin orang tau kalau kamu lagi jualan.

Caranya bisa lewat konten Instagram, TikTok, YouTube, blog, atau iklan. Bahkan kamu juga bisa menjalin hubungan organik (pelan-pelan) dengan komunitas di masyarakat.

Intinya, jangan langsung jualan brutal. Orang baru kenal, masa langsung disuruh beli.

Misalnya kamu jualan kopi. Di tahap awareness, kamu bisa bikin konten edukasi soal jenis-jenis kopi, tips bikin kopi enak di rumah, atau cerita lucu soal begadang karena deadline. Fokusnya bukan jualan. Tapi bangun perhatian dulu.

2. Interest: Bikin Mereka Tertarik

Setelah orang tahu kamu ada, sekarang saatnya bikin mereka kepo. Di sini kamu mulai kasih value yang lebih dalam. Misalnya:

  • Testimoni pelanggan
  • Behind the scene produksi
  • Perbandingan produk
  • Manfaat yang spesifik

Calon pembeli mulai mikir, “Eh ini kayaknya yang ini menarik juga.”

Kalau di tahap ini kamu asal-asalan, mereka bakal pergi lagi. Karena internet itu rame banget. Sekali kamu nggak menarik, mereka langsung pindah ke toko sebelah.

3. Consideration: Mulai Menimbang

Nah, ini tahap krusial. Mereka udah tertarik, tapi belum yakin. Biasanya mereka mulai:

  • Bandingin harga
  • Cek review
  • Tanya-tanya di DM
  • Pengen tau detail produk

Di sinilah kamu harus responsif dan meyakinkan. Jawab pertanyaan dengan jelas. Jangan slow response. Jangan juga jawab seadanya.

Kalau perlu, kasih bonus kecil, garansi, atau promo terbatas buat dorong mereka ambil keputusan. Karena kalau kamu terlalu santai, calon pembeli bisa kabur pelan-pelan.

4. Conversion: Akhirnya Beli

Momen yang paling ditunggu-tunggu para pedagang.Tapi jangan kira tugas sudah selesai. 

Proses checkout harus mudah. Jangan ribet. Jangan bikin orang isi form sepanjang skripsi cuma buat beli satu produk.

Semakin simpel prosesnya, semakin besar kemungkinan orang jadi beli. Ingat, banyak orang batal beli bukan karena produknya jelek, tapi karena prosesnya bikin males.

5. Loyalty: Biar Nggak Cuma Beli Sekali

Pebisnis yang cerdas nggak cuma fokus dapetin pembeli baru, tapi juga menjaga pembeli lama. Karena pelanggan lama itu lebih gampang diajak beli lagi. Caranya?

  • Follow up setelah pembelian
  • Kasih promo khusus member
  • Bangun komunitas
  • Buat grup di wa, tele, atau daily di ig
  • Kirim ucapan terima kasih

Bikin mereka merasa dihargai. Kalau sudah nyaman, mereka bukan cuma beli lagi, tapi juga promosiin kamu ke teman-temannya. Kamu jadi dapat marketing gratis kan?

Kenapa Marketing Funnel Penting?

Pakai strategi markteing funnel itu nggak bikin kamu cuma “teriak-teriak jualan” ke semua orang. Akan tetapi, marketing funnel bikin kamu ngerti:

  • Konten apa yang harus dibuat
  • Kapan harus edukasi
  • Kapan harus closing
  • Gimana cara mempertahankan pelanggan

Dengan funnel yang jelas, kamu nggak asal posting. Semua punya tujuan. Sehingga kalau selama ini calon pembeli sering kabur, mungkin bukan produknya yang salah. 

Bisa jadi kamu belum mengarahkan mereka lewat perjalanan yang tepat. Oleh karena itu kamu harus ingat kalau orang-orang itu nggak langsung beli. Mereka harus melalui proses.

Tugas kamu sebagai pebisnis adalah memastikan proses itu nyaman, jelas, dan meyakinkan. Kalau strategi marketing funnel kamu jalan, pasti kebeli barang dagangan.

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment