5 Fakta Menarik Hari Aksara Internasional Setiap 8 September

5 Fakta Menarik Hari Aksara Internasional Setiap 8 September

Modernis.co, Jakarta – Hari Aksara Internasional setiap 8 September hadir untuk mengingatkan masyarakat bahwa literasi punya peran besar dalam membangun kehidupan yang lebih maju.

Kemampuan membaca dan menulis menjadi salah satu fondasi penting dalam kehidupan manusia. Lewat kemampuan tersebut, seseorang bisa mengakses informasi, mengembangkan pengetahuan, berkomunikasi, dan membuka peluang yang lebih luas.

Hari Aksara Internasional juga mengajak masyarakat melihat literasi bukan cuma soal bisa membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami dunia.

Di era digital seperti sekarang, makna literasi terus berkembang. Orang gak cukup cuma bisa membaca buku atau menulis di atas kertas.

Kita juga perlu memahami informasi yang beredar di internet, membedakan fakta dan hoaks, serta menggunakan teknologi secara bijak.

Momentum Hari Aksara Internasional menjadi semakin relevan karena kehidupan masyarakat sekarang hampir gak bisa lepas dari dunia digital.

Menariknya, UNESCO memperingati International Literacy Day setiap 8 September sejak 1967. UNESCO menetapkan peringatan ini untuk mengingatkan para pembuat kebijakan, praktisi pendidikan, dan masyarakat tentang pentingnya literasi bagi kehidupan yang lebih adil, damai, dan berkelanjutan.

Tahun 2026 menjadi tahun spesial karena peringatan ini memasuki ulang tahun ke-60. UNESCO mengangkat tema “Literacy for people, the planet and prosperity”.

Salah satu negara sudah mengonfirmasi akan menggelar perayaan global pada 8–9 September di Chiapas, Meksiko. Kamu tertarik mendatanginya?

Hari Aksara Internasional bukan sekadar peringatan tentang kemampuan membaca dan menulis. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kemampuan memahami informasi semakin penting ketika manusia hidup berdampingan dengan teknologi, media sosial, dan banjir informasi.

Yuk, kenali lima fakta menarik tentang peringatan yang satu ini.

1. Hari Aksara Internasional Punya Sejarah Panjang

Hari Aksara Internasional mulai diperingati secara global sejak 1967. UNESCO menetapkan tanggal 8 September sebagai momentum untuk meningkatkan perhatian dunia terhadap pentingnya literasi.

Sejak saat itu, berbagai negara ikut mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dan literasi. Bentuknya beragam, mulai dari kampanye membaca, kegiatan belajar masyarakat, diskusi pendidikan, sampai program pemberdayaan masyarakat.

Semangatnya tetap sama sampai sekarang, yaitu mendorong lebih banyak orang supaya punya akses dan kemampuan untuk belajar. Jadi, peringatannya gak cuma cocok untuk pelajar, tetapi juga relevan bagi masyarakat dari berbagai usia.

2. Literasi Gak Cuma Soal Membaca Buku

Banyak orang masih menganggap literasi hanya berarti kemampuan membaca dan menulis. Padahal, perkembangan zaman membuat konsep literasi semakin luas.

Sekarang seseorang juga perlu memahami informasi, menggunakan pengetahuan, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat.

Coba lihat kehidupan sehari-hari. Saat kamu membaca berita di media sosial, misalnya, kamu perlu memahami isi berita sekaligus mengecek apakah informasinya masuk akal. Kemampuan seperti ini juga termasuk bagian dari literasi.

Makanya, Hari Aksara Internasional punya pesan yang semakin relate dengan kehidupan anak muda. Literasi membantu seseorang gak gampang termakan hoaks, clickbait, atau informasi yang sengaja dibuat untuk memancing emosi.

3. Hari Aksara Internasional Mengikuti Perkembangan Teknologi

Perkembangan teknologi membuat cara manusia membaca dan mendapatkan informasi berubah drastis. Kalau dulu orang lebih banyak mengandalkan buku, koran, atau majalah, sekarang informasi bisa muncul lewat website, aplikasi, video pendek, podcast, dan media sosial.

UNESCO juga menyoroti pentingnya literasi pada era digital. Literasi masa kini gak berhenti pada kemampuan membaca teks, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan menghadapi lingkungan informasi yang semakin kompleks.

Karena itu, anak muda perlu punya kemampuan berpikir kritis. Jangan langsung percaya hanya karena sebuah informasi viral atau muncul di FYP. Cek sumber, pahami konteks, lalu tentukan apakah informasi tersebut memang bisa dipercaya.

4. Literasi Bisa Membuka Lebih Banyak Peluang

Kemampuan membaca dan memahami informasi bisa membantu seseorang mengembangkan banyak keterampilan. Pelajar bisa menemukan bahan belajar, mahasiswa bisa mencari referensi, dan pekerja bisa meningkatkan kemampuan profesional melalui berbagai sumber informasi.

Literasi juga membantu seseorang memahami dunia kerja yang terus berubah. Banyak pekerjaan sekarang membutuhkan kemampuan menggunakan teknologi, membaca data, memahami informasi, dan berkomunikasi secara efektif.

Itulah kenapa literasi bisa menjadi modal penting untuk masa depan. Semakin baik kemampuan literasi seseorang, semakin besar peluangnya untuk belajar dan berkembang.

5. Hari Aksara Internasional 2026 Memasuki Tahun ke-60

Tahun 2026 menjadi momen spesial karena peringatan International Literacy Day memasuki ulang tahun ke-60. UNESCO mengangkat tema “Literacy for people, the planet and prosperity” yang menyoroti peran literasi dalam menciptakan masyarakat inklusif, masa depan berkelanjutan, serta peluang ekonomi.

UNESCO juga menggelar perayaan global pada 8–9 September 2026 di Chiapas, Meksiko. Agenda tersebut turut memberikan penghargaan kepada berbagai program literasi yang dianggap memberikan kontribusi positif di berbagai negara.

Momentum ini menunjukkan bahwa literasi masih menjadi isu penting sampai sekarang. Dunia boleh berubah makin digital, tetapi kemampuan memahami informasi tetap menjadi skill yang gak boleh ketinggalan.

Hari Aksara Internasional mengingatkan kita bahwa kemampuan membaca, menulis, memahami informasi, dan berpikir kritis punya peran besar dalam kehidupan.

Literasi bukan cuma urusan sekolah atau buku pelajaran, tetapi juga bagian dari aktivitas sehari-hari yang kita lakukan ketika menggunakan internet dan media sosial.

Jadi, gak perlu menunggu momen peringatan untuk meningkatkan kemampuan literasi. Kamu bisa mulai dari hal sederhana, seperti membaca informasi sampai tuntas, mengecek sumber berita, memperbanyak bacaan, dan gak gampang percaya pada informasi yang cuma bermodal judul bombastis.

Di tengah era digital yang makin cepat, literasi tetap jadi bekal yang wajib dibawa.

editor
editor

salam hangat

Leave a Comment