Modernis.co, Jakarta – Dosa besar di dalam ajaran agama Islam disebut dengan al-kabair. Dosa besar berasal dari perbuatan yang sangat buruk, keji, maupun hina.
Bahkan apabila manusia bisa melihat dosa, maka akan sangat jijik pada seseorang yang telah melakukan dosa besar.
Perbuatan dosa besar mendapat ancaman serius dari Allah. Perbuatan ini tidak hanya merusak hubungan seseorang dengan Tuhan, tetapi juga merusak masyarakat.
Seperti yang baru-baru ini terjadi, yakni ketika seorang tokoh agama dan negara justru menggunakan jabatannya untuk mengkorupsi dana haji. Berikut adalah lima dosa besar yang harus dihindari.
1. Syirik (Menyekutukan Allah)
Syirik adalah dosa terbesar dalam Islam. Perbuatan ini menyekutukan Allah dengan makhluk lain. Syirik bisa berupa keyakinan bahwa ada tuhan lain selain Allah, atau menyembah berhala, batu, atau pohon.
Dosa ini juga termasuk meminta pertolongan kepada selain Allah atau percaya bahwa ada kekuatan yang dapat menandingi-Nya.
Al-Qur’an dan hadis dengan tegas menyebutkan bahwa syirik tidak akan diampuni kecuali orang tersebut bertaubat sebelum meninggal.
2. Membunuh Jiwa yang Diharamkan oleh Allah
Islam sangat menghargai kehidupan manusia. Membunuh satu jiwa tanpa alasan yang dibenarkan, seperti qishash (hukuman setimpal) atau hukum perang, adalah dosa besar.
Perbuatan ini tidak hanya merenggut nyawa seseorang, tetapi juga membawa kerusakan besar di bumi.
Al-Qur’an menjelaskan bahwa membunuh satu jiwa sama dengan membunuh seluruh umat manusia, sementara menyelamatkan satu jiwa sama dengan menyelamatkan seluruh umat manusia.
3. Sihir dan Perdukunan
Sihir adalah dosa yang dilarang keras dalam Islam. Melakukan sihir, pergi ke dukun, atau menggunakan jimat adalah bentuk perbuatan syirik yang menyesatkan.
Praktik ini melibatkan jin dan makhluk gaib lain untuk mencelakakan atau memanipulasi orang. Islam mengajarkan umatnya untuk hanya bergantung kepada Allah, dan perbuatan sihir adalah bentuk pengingkaran terhadap ajaran ini.
4. Meninggalkan Salat Wajib
Shalat adalah tiang agama dan rukun Islam yang kedua. Sengaja meninggalkan salat wajib lima waktu adalah dosa besar yang menunjukkan pengabaian terhadap perintah Allah.
Shalat adalah cara seorang muslim berkomunikasi langsung dengan Tuhan dan membersihkan diri dari dosa-dosa kecil.
Menjaga shalat adalah bukti keimanan dan ketaatan. Oleh karena itu, meninggalkan shalat sama dengan menjauhkan diri dari rahmat Allah.
5. Memakan Harta Anak Yatim = Korupsi
Memakan harta anak yatim adalah salah satu dosa besar dalam ajaran Islam. Perbuatan ini menunjukkan ketidakpedulian dan kerakusan yang melanggar hak-hak orang lemah.
Allah dan Nabi Muhammad SAW telah berulang kali mengingatkan umatnya untuk melindungi dan mengasihi golongan ini.
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sesungguhnya mereka menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS. An-Nisa: 4).
Ayat ini menegaskan betapa besar dosa memakan harta anak yatim secara zalim, menjanjikan azab yang pedih di akhirat. Dalam konteks modern, korupsi dapat menjadi perwujudan dari dosa memakan harta anak yatim.
Dana publik, termasuk uang pajak dan anggaran negara, pada dasarnya adalah amanah yang diperuntukkan bagi kesejahteraan seluruh rakyat, termasuk anak-anak yatim, fakir miskin, dan kaum dhuafa.
Ketika para pejabat atau pihak berwenang korupsi, mereka mengambil hak-hak yang seharusnya menjadi milik rakyat. Tindakan korupsi ini bukan hanya sekadar mencuri uang, tetapi juga merampas hak hidup. Termasuk ketika seseorang mengkorupsi dana haji.
Tindakan ini merusak tatanan sosial, ekonomi, dan keadilan, serta membawa konsekuensi moral dan spiritual yang sangat berat bagi pelakunya. Menghindari dosa besar seperti memakan harta haram korupsi adalah bagian penting dari ketaatan kepada Allah.
Dengan menjauhi perbuatan-perbuatan tersebut, seorang Muslim tidak hanya menjaga hati dan imannya, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
Menghindari kelima dosa besar ini adalah bagian penting dari ketaatan kepada Allah. Dengan menjauhi perbuatan-perbuatan tersebut, seorang muslim dapat menjaga hubungan baik dengan Allah dan masyarakat. (IF)





Kirim Tulisan Lewat Sini