Modernis.co, Jakarta – Hari Kardiologi Intervensi diperingati pada tanggal 16 September. Peringatan ini merupakan pengakuan atas kemajuan yang terjadi bidang kesehatan.
Kemajuan ini merupakan bukti semakin berkembangnya cara pengobatan medis yang lebih manusiawi. Salah satunya adalah kemajuan metode pengobatan bagi penderita penyakit jantung.
Kemajuan inilah yang menawarkan harapan baru bagi jutaan pasien di seluruh dunia untuk sembuh tanpa harus menjalani prosedur bedah besar.
Berikut 5 fakta menarik tentang Hari Kardiologi Intervensi yang harus kamu tahu!
1. Pengobatan Jantung Tanpa Operasi
Fakta paling menarik dari kardiologi intervensi adalah pendekatannya yang minim invasif. Sehingga, para dokter bisa melakukan prosedur untuk mengatasi masalah jantung tanpa harus membelah dada pasien.
Sebuah tabung tipis dan fleksibel yang disebut kateter dimasukkan ke dalam pembuluh darah melalui sayatan kecil di pergelangan tangan atau pangkal paha.
Kemudian mengarahkan tabung itu sampai ke jantung. Sehingga, cara ini dapat membuat pasien merasakan lebih sedikit rasa sakit dan bisa pulih jauh lebih cepat.
2. Penyelamat di Saat Serangan Jantung
Ketika seseorang mengalami serangan jantung, setiap menit sangatlah berharga. Kardiologi intervensi muncul sebagai penyelamat yang efektif.
Prosedur ini memungkinkan dokter untuk segera membuka sumbatan di arteri koroner, yaitu pembuluh darah yang menyuplai oksigen ke jantung.
Begitu aliran darah kembali lancar, kerusakan pada otot jantung bisa mereka minimalisir, dan kesempatan hidup pasien pun meningkat pesat.
3. Lebih dari Sekadar Pasang Stent
Banyak orang mengira kardiologi intervensi hanya berhubungan dengan pemasangan stent (alat kecil berupa tabung kawat untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka). Padahal, bidang ini mencakup berbagai macam prosedur.
Dokter kardiologi intervensi juga bisa melakukan perbaikan pada katup jantung, menutup lubang bawaan di jantung (seperti pada kelainan ASD dan VSD), serta memasang alat pacu jantung untuk mengendalikan irama jantung yang tidak normal.
4. Sebelum Memakai Kateter
Semua bermula dari sebuah ide cemerlang pada tahun 1977. Dr. Andreas Gruentzig melakukan angioplasti koroner pertama kali. Ia menggunakan kateter dengan balon kecil di ujungnya untuk membuka sumbatan di arteri pasien.
Setelah sukses, teknologi ini berkembang pesat. Selanjutnya, para ahli terus mengembangkan alat-alat canggih yang membuat prosedur semakin aman dan efektif.
5. Pasien Cepat Kembali Beraktivitas
Salah satu keuntungan terbesar dari prosedur intervensi adalah waktu pemulihan yang sangat singkat. Karena tidak ada operasi besar, pasien bisa kembali ke rumah hanya dalam satu atau dua hari.
Mereka bisa kembali beraktivitas normal, seperti bekerja atau berolahraga, jauh lebih cepat dibandingkan dengan pasien yang menjalani operasi jantung terbuka.
Inilah mengapa kardiologi intervensi begitu disukai, karena menawarkan solusi cepat dan efektif bagi kesehatan jantung. (IF)



Kirim Tulisan Lewat Sini