RBC Institute dan Republik Gubuk Gaungkan Literasi dan Pemberdayaan Perempuan di Seminar Kampung 3

RBC

Modernis.co, Malang – Balai Dusun Busu, Slamparejo menjadi saksi momen istimewa bagi warga Dusun Busu, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang pada 25 Mei 2025. Republik Gubuk bersama RBC Institute menyelenggarakan Seminar Kampung 3 yang tahun ini mengusung tema “Perempuan dan Pemberdayaan”. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara komunitas lokal, sejumlah universitas, dan lembaga literasi seperti RBC Institute Abd. Malik Fadjar dalam rangka menyambut Pekan Literasi Mei.

Rangkaian acara tak hanya mencakup seminar, tetapi juga diskusi kelompok kecil (small group discussion) serta sesi membaca bersama yang melibatkan anak-anak dan remaja sekitar. Mobil Terbang (Bakti Terhadap Bangsa), yaitu fasilitas perpustakaan keliling milik RBC Institute, turut hadir menyemarakkan suasana dengan membawa ratusan koleksi buku anak dan remaja. Kehadiran mobil ini menjadi titik interaksi hangat antara relawan literasi dan warga, sekaligus alternatif kegiatan akhir pekan yang edukatif di tengah keterbatasan akses literasi di wilayah desa.

Maharina Novia Zahro, M.I.Kom., Marketing Communication RBC Institute, turut hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi Perempuandan Peradaban. Dalam sesi ini, para peserta diajak menganalisis masalah sosial di lingkungan sekitar mereka dan bersama-sama merumuskan solusi. Diskusi ini menunjukkan bahwa literasi bukan sekadar soal baca dan tulis, tetapi juga tentang berpikir kritis, berdaya, dan berkontribusi bagi perubahan sosial.

Di akhir diskusi, peserta mempresentasikan berbagai permasalahan yang mereka temukan, mulai dari tekanan sosial terhadap remaja perempuan, putus sekolah, hingga kurangnya ruang aman untuk berkembang. Setiap kelompok tidak hanya menyuarakan keresahan, tetapi juga menyampaikan ide solusi sederhana yang bisa dilakukan di lingkungan masing-masing. Proses ini menjadikan kegiatan literasi sebagai alat nyata pemberdayaan warga.

Hal istimewa dalam Seminar Kampung ini bahwa seluruh prosesnya digerakkan oleh para panitia muda—remaja putri yang saat ini masih duduk di bangku SD dan SMP. Mereka bukan hanya merancang dan menjalankan acara, tetapi juga melakukan survei sosial kepada pemuda-pemudi di Dusun Busu, yang menunjukkan adanya kecenderungan menikah di usia dini.

Temuan itu mendorong mereka untuk mengangkat tema perempuan dan pemberdayaan, demi membuka ruang diskusi bahwa perempuan juga berhak bersekolah, berdaya, dan mengambil peran penting dalam keluarga serta masyarakat. Untuk mewujudkan seminar ini, mereka menabung secara sukarela dari uang saku harian selama satu tahun.

“Agenda Seminar Kampung 3 ini murni inisiatif dari para panitianya, adik-adik yang sekarang masih duduk di SD dan SMP. Mereka yang menyiapkan semuanya dari nol—melakukan survei, menyusun tema, dan mengatur kebutuhan teknis. Kami di Republik Gubuk hanya mendampingi,” ujar Abid, pengurus komunitas Republik Gubuk. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini membuktikan bahwa remaja juga bisa memimpin gerakan perubahan, asalkan diberi ruang dan kepercayaan. (Manda)

Redaksi
Redaksi

Mari narasikan pikiran-pikiran anda via website kami!

Related posts

Leave a Comment