Modernis.co, Jakarta – Gaya dekorasi rumah bohemian dan sentuhan etnik dapat digabungkan untuk menghasilkan hunian yang lebih hangat dalam balutan nuansa alam.
Dekorasi rumah pake konsep bohemian atau yang sering disingkat Boho itu memang gak ada matinya. Desain ini selalu trending dan berhasil menciptakan suasana rumah yang santai.
Tahu gak sih, kalo kita kasih sentuhan etnik, nuansa Boho ini jadi makin kaya dan punya cerita unik? Gaya ini cocok banget buat kita yang suka traveling dan pengen bawa vibes outdor ke dalam rumah.
Apalagi buat kamu yang suka jalan-jalan ke alam dan liat pemandangan yang bikin mata ama otak jadi lebih rileks.
Bayangin lembutnya pasir, bebatuan yang otentik, angin sepoi-sepoi dari alam, tumbuhan yang ijo-ijo, atau hewan-hewan mungil yang lucu. Itu bisa kamu masukin ke rumah. Widih!
Yuk, simak 5 tips mudah yang bisa kamu coba!
1. Pilih Warna-Warna Bumi
Langkah pertama buat dapetin look Boho yang otentik adalah memilih warna dasar. Kita fokus pada warna-warna alami atau earthy kayak putih tulang, beige, cokelat muda, atau hijau sage.
Warna-warna ini menciptakan rumah yang punya vibes tenang. Kalo udah, kita bisa tuh cipratin warna etnik kek merah bata, deep teal, mustrad yellow dengan tekstur kasar.
Jadi kombinasi warna dasar dan cipratan sebagai pop up itu bikin rumah lebih hidup dan ngasih energi yang lagi lit.
2. Tabrak Pola dan Tekstur
Gaya Boho dan etnik itu identik dengan layering atau menumpuk tekstur. Jadi, lupakan deh aturan soal harus serasi!
Kita gabungkan kain bermotif tribal dari Maroko, tenun ikat dari Sumba, atau batik dengan pola yang berani. Kita letakkan karpet anyaman jute di lantai, lalu tumpuk dengan karpet Persia bermotif tebal.
Di atas sofa, kita tumpuk bantal-bantal dengan sarung macrame, rajutan tebal, dan kain beludru. Perpaduan ini bukan bikin ruangan berantakan, malah memberikan dimensi dan kehangatan yang bikin betah rebahan.
Kalo kita berani main tabrak pola, hasil akhirnya pasti super eye-catching. Syaratnya harus rajin buat rapiin dan bebersih yak, wkwk.
3. Back to Alam-alam

Inti dari Boho adalah back to nature. Kita mesti memastikan material alami mendominasi ruangan. Kita mulai dari furnitur dulu.
Yuk, kita eksplorasi furnitur dari rotan, bambu, atau kayu mentah (raw wood). Misalnya, kita pakai kursi gantung rotan, cermin bulat berbingkai kayu, atau meja kopi dari bongkahan kayu yang tidak di-finishing sempurna.
Jangan lupa, kita harus penuhi ruangan dengan banyak tanaman hias! Tanaman indoor seperti Monstera, Fiddle Leaf Fig, atau aneka kaktus langsung memberikan sentuhan segar.
Kita juga bisa ngadain taman di dalam rumah yang masih pake tanah, pasir, babatuan kerikil. Kamu juga bisa hidupin rumah dengan pelihara ikan atau burung tuh.
4. Kerajinan Tangan Sebagai Pusat Perhatian
Gaya etnik itu bercerita tentang perjalanan dan kerajinan tangan dari berbagai budaya. Kita gunakan benda-benda ini sebagai statement piece atau pusat sebuah ruangan.
Kita gantung hiasan dinding macrame buatan tangan, topeng ukiran Bali, atau taruh mangkuk keramik vintage yang kita temukan di pasar loak. Bisa juga tuh pake barang elektronik jadul kayak radio atau tv.
Barang-barang ini punya nilai unik dan gak pasaran, membuat ruangan kita terasa personal dan anti-mainstream. Sehingga bakalan jadi pusat perhatian di rumah.
5. Gunakan Pencahayaan Warm
Pencahayaan memegang peran penting buat menciptakan suasana cozy dan santai ala Boho. Kita hindari lampu putih terang yang kaku.
Di dekorasi rumah bohemian yang dipilih justru lampu dengan cahaya kuning lembut. Lampu-lampu ini akan memancarkan cahaya hangat yang membuat semua tekstil dan warna etnik terlihat makin dramatis.
Biar makin eye cathing, kamu bisa gantung dari anyaman bambu, lentera dengan motif etnik, atau fairy lights.
Kalo kita berhasil memadukan pencahayaan dan 4 tips sebelumnya, ruangan kita bakal terasa nyaman banget buat idup seharian. (IF)


Kirim Tulisan Lewat Sini