5 Fakta Menarik Konsep Dekorasi Less is More, Minimalis Cozy

konsep dekorasi less is more

Modernis.co, Jakarta – Dengan konsep dekorasi less is more rumahmu akan jadi cozy abis dalam nuansa hunian minimalis yang ideal.

Siapa bilang rumah minimalis itu harus kaku dan ngebosenin? Justru, konsep Less is More bisa menuhin keinginan kita yang butuh ruang nenangin diri di tengah hiruk pikuk kehidupan.

Rumah yang beneran bisa jadi rumah, tempat kembali. Bukan pasangan, tapi literally rumah nyaman. Bagi yang mendambakan suasana “cozy” dan anti-ribet.

Konsep dekorasi ini bukan sekadar tren, tapi vibe baru dalam menata hidup. Dengan membuang yang tidak perlu, kita justru mendapatkan ruang yang lebih lapang, sehingga pikiran jadi lebih tenang.

Mau tahu kenapa gaya Less is More ini jadi pilihan Sigma Simmer buat rumah impianmu. Simak 5 fakta menariknya!

1. Fokus pada Fungsi 

Fakta pertama, Less is More itu bukan berarti kosong melompong, tapi setiap barang di dalam ruangan punya fungsi harian. 

Konsep ini menekankan fungsionalitas di atas segalanya. Kursi harus nyaman diduduki, bukan cuma pajangan. Lemari harus maksimal menyimpan, bukan cuma memenuhi sudut.

Dekorasi minimalis ini akakn menghilangkan dekorasi yang minim atau bahkan tidak berguna. Dengan memprioritaskan fungsi, ruangan kita jadi terasa efisien dan tertata rapi. 

Hasilnya? Kita bisa dapetin ruangan yang “bussin'” alias sangat baik dan nyaman untuk ditinggali, jauh dari kekacauan visual yang bikin otak ruwet cuy.

2. Palet Warna Netral

Pernah merasa ruangan sempit jadi lebih lega saat dicat putih atau abu-abu muda? Itu adalah kekuatan palet warna netral. Warna netral tuh koentjinya konsep Less is More.

Gaya minimalis membatasi palet warna yang hanya mengandalkan warna netral (putih, krem, abu-abu, beige) dan aksen kayu. 

Warna-warna ini memantulkan cahaya alami dengan sangat baik. Ngehasilin kesan lapang dan ngasih ketenangan visual. 

Warna netral ini memberikan vibe yang tenang, menjadikan rumah kita tempat yang tepat untuk recharge energi setelah seharian hidup dengan intensitas tinggi.

3. Ruangan Lebih Lapang

Kekacauan fisik seringkali berbanding lurus dengan kekacauan mental? Less is More secara harfiah memberikan ruang kosong pada ruangan kita. 

Ruang kosong ini berfungsi sebagai jeda visual, membantu mengurangi distraksi dan kecemasan. Gen Z bilang ruang yang “chill” itu penting banget. 

Rumah dengan sedikit barang dan tatanan yang rapi akan meningkatkan fokus dan konsentrasi. Sehingga penghuni rumah bisa lebih bersantai.

Intinya, lingkungan yang sederhana dan bersih dapat menjauhkan perasaan “salty” karena overwhelmed dengan barang.

4. Investasi Kualitas Menggantikan Kuantitas

Konsep ini mendorong kita untuk berpikir seperti konsumen yakni, fokus pada kualitas bukan kuantitas. 

Daripada membeli sepuluh barang murah yang cepat rusak, lebih baik membeli satu furnitur berkualitas tinggi yang usianya awet.

Filosofi ini membantu kita melawan budaya konsumtif yang tujuannya cuma flexing barang baru. Cuma digunakan sebentar eh gak kepake, eh rusak, gak dibuang-buang lagi!

Artinya saat memilih perabotan rumah, kita tidak perlu banyak-banyak. Ini berarti kita berinvestasi pada barang yang awet, estetik, punya nilai jangka panjang, dan digunain banget tiap hari.

5. Konsepnya Open Space

Less is More seringkali hadir dalam desain open space. Sehingga dapat menyatukan area fungsional satu dan lainnya, seperti ruang tamu, dapur, dan ruang makan.

Dinding-dinding dihilangkan, menciptakan alur yang mulus dan bebas batasan. Solusi banget buat rumah kecil. Sehingga mata bisa ngehipnotis otak kalau kamu lagi di ruangan luas. 

Konsep ini juga meningkatkan interaksi antar penghuni rumah. Tidak ada lagi sekat-sekat yang membatasi dan memisahkan. 

Apalagi ruang terbuka memungkinkan cahaya dan udara bergerak bebas, membuat rumah tidak lembab, hidup, mudah dibersihkan, dan vibes-nya swejuk!

Demikian pembahasan tentang konsep dekorasi less is more yang bikin rumah minimalis punya visual cozy abis. Bikin hidup jadi lebih rileks setelah seharian fully work! (IF)

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment