Modernis.co, Jakarta – Rasa kesepian di era digital bisa melanda siapa saja. Kesibukan manusia pada media sosialnya masing-masing terkadang menimbulkan hubungan yang hambar.
Maksudnya semua nampak berteman dan berinteraksi dengan baik di media sosial. Namun ketika kembali di dunia nyata sebenarnya mereka merasakan kesepian yang mendalam.
Di tengah hingar-bingar dan keseruan yang dinampakan di media sosial ternyata ada perasaan yang rapuh. Di tengah kesan bahagia yang selalu dibagikan di snap story ada jiwa yang merindukan kehangatan nyata.
Era digital nampaknya sudah mulai menggeser kebahagian sederhana yang pernah dirasakan manusia. Era digital justru dapat memunculkan kesepian yang tak kunjung henti jika kamu hanya mengikuti arusnya.
Menjalani kehidupan di era apa-apa serba harus medsos ini perlu diimbangi dengan prinsip yang kuat. Berikut adalah 5 cara ampuh untuk mengatasi rasa kesepian di era digital.
1. Batasi Waktu di Media Sosial dan Mulai “Digital Detox”
Media sosial sering kali menampilkan kehidupan orang lain yang tampak sempurna. Konten yang dibagikan orang lain bisa memicu perasaan insecure.
Biasanya seiring berjalannya waktu akan disertau rasa kesepian. Padahal kita perlu mengetahui bahwa apa yang orang lain tampilkan di media sosialnya adalah sebuah kehidupan yang sudah diatur.
Orang-orang hanya menampilkan hal yang dianggapnya sempurna atau layak dibagikan ke media sosial. Nyatanya mereka sama dengan orang pada umumnya yang ada aja kurangnya. Namanya juga orang.
Kamu harus mulai membatasi waktu di media sosial dan menerapkan digital detox. Kamu tinggal mode silent dan letakkan hp mu sejenak untuk beberapa waktu.
2. Prioritaskan Interaksi Tatap Muka Langsung
Media sosial memudahkan untuk interaksi jarak jauh. Akan tetapi bertemu langsung dengan orang terdekat akan membuahkan kontak nyata yang membuat jiwa manusiamu on lagi.
Manusia itu makhluk sosial yang butuh setidaknya nyapa orang lain. Kalau cuma scroll komentar balas story itu mah kurang banget.
Kamu tetap bisa memanfaatkan media sosialmu untuk sekadar mengajar orang-orang terkasihmu bertemu dan mengobrol secara langsung.

3. Temukan Hobi Baru atau Bergabung dengan Komunitas
Rasa kesepian sering muncul karena kamu merasa tidak ada kegiatan atau koneksi yang membawamu pada kegiatan nyata dan rutin.
Cobalahgunakan media sosialmu untuk mencari hobi baru sesuai minatmu atau sekadar membayangkan keseruannya. Misalnya kamu bisa mencoba gabung melukis, berolahraga, atau belajar alat musik.
Cara ini sangat ampuh agar kamu bertemu orang-orang baru dengan minat serupa dan membangun pertemanan sejati yang manfaatnya bisa kamu rasakan secara langsung dan nyata.
4. Menjadi Relawan atau Terlibat dalam Kegiatan Sosial
Bergabung di kegiatan sosial kemanusiaan bukan hanya bermanfaat untuk orang lain, tapi juga untuk diri sendiri yang sering terjebak pada aktivitas scroll sosmed.
Kegiatan kerelawanan dapat mengalihkan fokusmu dan menjadikanmu lebih bermanfaat besar untuk sekitat. Cobalah menjadi relawan di panti asuhan, rumah sakit, atau organisasi sosial lainnya.
Terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain bisa memberikan perasaan tujuan dan koneksi yang mendalam. Kamu akan bertemu banyak orang baik dan merasakan kepuasan batin yang sulit didapatkan dari sekadar berselancar di internet.
5. Fokus pada Kualitas Hubungan, Bukan Kuantitas
Kita sering tergoda untuk mengukur sesuatu dari apa yang orang tampilkan di media sosial. Termasuk dari jumlah follower atau like. Padahal kualitas pertemanan jauh lebih penting daripada kuantitas.
Kamu dapat mempererat lagi hubungan dengan temanmu yang selalu ada untukmu. Daripada memiliki banyak followers untuk sekadar terlihat bagus di medsos orang lain yang itu percuma.
Seringlah untuk datang ke tempat mereka dan bertukar cerita. Jadilah pendengar yang baik dan berikan dukungan satu sama lain. Jalinlah komunikasi yang tulus dengan orang-orang terdekat.
Hubungan yang berkualitas ini akan menjadi “bantalan” emosional saat rasa kesepian datang menghampiri. Mengatasi rasa kesepian di era digital memang butuh usaha, tapi percayalah, hasilnya akan sangat sepadan.
Dengan mengurangi ketergantungan pada layar dan lebih aktif membangun koneksi di dunia nyata, kamu bisa kembali merasakan kehangatan dan kebersamaan yang mungkin selama ini hilang. (IF)


Kirim Tulisan Lewat Sini