Modernis.co, Surabaya – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Timur (Jatim) sambangi Gubernur Baru Khofifah Indar Pawangsa di Gedung Grahadi, Surabaya, Selasa (25/2).
Dalam kunjungan itu, DPD IMM Jatim diwakili oleh empat orang pengurus baru, yaitu Andreas Susanto (Ketua Umum), Nur Alim MA (Sekretaris Umum), Adi Irfan Marzuki (Ketua Bidang Kader), dan Randi Satrizal L (Sekbid Agarian dan Maritim).
Khofifah mengucapkan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut “Saya ucapkan terima kasih kepada temen-temen IMM, saya ingin tempat ini menjadi milik bersama, khususnya bagi teman-teman aktivis yang ada di Jawa Timur,” kata Khofifah, Gubernur yang dilantik pada 13 Februari 2019.
Dalam audiensi tersebut, DPD IMM Jawa Timur membawa tiga isu sentral yaitu Pemberdayaan Masyarakat, Isu Lingkungan dan Literasi.
Ketua Umum DPD IMM, Andreas Susano, mengatakan bahwa IMM di periode ini akan fokus pada program-program pemberdayaan masyarakat, khususnya dibidang ekonomi. “Ekonomi yang dimaksud adalah ekonomi kreatif yang dipelopori oleh anak-anak muda yang tergabung di organisasi kemahasiswaan seperti IMM,” Kara Andreas
Selain itu, Andreas menambahkan bahwa dengan adanya ekonomi kreatif bisa mendorong tumbuhnya perekonomian masyarakat yang saat ini masih terbilang sangat memprihatinkan. “Melalui bidang ekonomi dan kewirausahaan IMM ingin mendorong ekonomi kreatif dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah ada,” tegas pemuda yang berasal dari Indramayu itu.
Selanjutnya, Randi Satrizal L, sekbid Agraria dan Maritim melanjutkan diskusi soal isu lingkungan. Banyaknya industri tambang di Jawa Timur yang tersebar di beberapa daerah perlu diperhatikan, khususnya di aspek pengelolaan limbah. “Misalnya, kasus Tambang Emas di Tumpang Pitu, Banyuwangi. Limbah tambang yang tidak dikelola dengan baik akan mencemari lingkungan,” Tegas Randi.
Khofifah menanggapi isu ini dengan serius, ia mengatakan bahwa akan berupaya menyelesaikan persoalan lingkungan dengan membuat PT Prasada Pramuna Limbah Industri yang saat ini sedang dalam proses pembangunan di Lamongan. “Dengan demikian, pemerintah bisa mencegah kerusakan lingkungan dengan memanfaatkan lembaga tersebut” Jelas Khofifah.
Isu terakhir yang dibahas pada pertemuan itu adalah isu literasi. Sekretaris Umum, Nur Alim MA menyampaikan bahwa’ dengan menguatkan program literasi di IMM bisa mendorong mahasiswa untuk terus memproduksi dan mempublikasikan karya intelektual yang dimiliki.
“IMM terus bergerak menumbuhkan literasi agar Indoenesia tidak menjadi negara yang selalu berada diperingkat bawah di aspek literasi,”. kata Mahasiswa asal Makassar tersebut.
Alim menambahkan bahwa ‘untuk mewadahi program ini, IMM melalui beberapa kader berinisiatif untuk membuat komunitas literasi dan website yang bertujuan untuk mewadahi karya-karya kader dibidang literasi. Apalagi banyak kader IMM saat ini yang semangat untuk berliterasi, khususnya diskusi dan menulis’.
Khofifah menyambut baik program literasi yang akan digalakkan oleh IMM. “Silahkan dikembangkan program literasinya, pemerintah akan siap memberikan support untuk setiap karya literasi kader IMM,” Kata Khofifah
DPD IMM Jatim melalui Adi Irfan juga menyampaikan bahwa IMM Jatim siap memberi berkontribusi untuk Jatim. (Nam/Naz)
Kirim Tulisan Lewat Sini