Keterlibatan Generasi Muda dalam Pilkada 2024

hafid ridho

Modernis.co, Malang – Gebyar perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara resmi akan dilakukan pada 27 November 2024 mendatang. Pilkada Jawa Timur 2024 kali ini mengusung tagline ‘seneng bareng’. Menurut penulis ini merupakan tagline yang sangat menyeluruh dan terbuka di tengah keberagaman suku dalam mensukseskan pilkada jatim 2024.

Pilkada sendiri merupakan proses pergantian kepemimpinan pemerintahan tingkat provinsi dan kabupaten atau kota. Dilakukan melalui proses pemungutan suara yang dilakukan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Masyarakat Indonesia terkhusus yang di Jawa Timur memiliki hak yang sama dalam memilih.

Menyoal tentang keterlibatan generasi muda yang ada di Jawa Timur. Mengutip pada diagram badan pusat statistik republik Indonesia pada tahun 2020-2023. Sebanyak 10 juta jiwa atau bahkan lebih masyarakat Jawa Timur adalah kaum generasi muda atau biasa dikenal sebagai generasi Z.

Peran generasi muda dinilai sangat penting dalam menyukseskan pilkada Jawa Timur 2024, dan yang menarik adalah dalam kurun waktu beberapa tahun yang lalu baru pertama kali nya generasi muda mendominasi sebagai daftar pemilih. Hal itu berdasarkan hasil dari rapat pleno terbuka Daftar Pemilih Tetap pada pemilu tahun 2024 yang bulan februari kemarin telah diadakan.

Generasi Muda ini acap kali diberi sebutan sebagai generasi yang ‘melek’ teknologi, kritis dalam berfikir, inovatif dalam bertindak. Suka membaur kepada seluruh kalangan dan tidak membatasi dirinya dengan potensi yang ada.

Peran dari generasi muda pada pilkada 2024 kali ini menjadi penting. Banyak sekali opini yang menggiring publik masyarakat agar tidak terlibat langsung dalam proses tahapan pilkada Jawa Timur 2024. Perspektif yang seperti itu akhirnya mengakibatkan kegaduhan, ujaran kebencian serta berita hoax yang ramai di media sosial. Sehingga tidak memunculkan kesan dingin dan damai dalam tiap tahapannya.

Menurut salah satu anggota KPU RI August Mellaz mengatakan bahwa ‘dengan keramahan serta keteladanan generasi muda dalam mengakses informasi elektronik diharapkan dapat membantu KPU untuk memfilter misinformasi, disinformasi, hoax dan segala ujaran kebencian.

Generasi muda tidak hanya berperan sebagai pemilih namun mereka juga bisa melibatkan sebagai penyelenggara pemilu mulai dari tingkat tempat pemungutan suara (TPS) sampai pada tingkatan panitia pemilihan kecamatan (PPK). Menjadi seorang penyelenggara pilkada artinya mereka juga ikut dalam integral demokratisasi.

Sehingga akhirnya generasi muda ini mampu memahami arah dinamika perpolitikan yang ada di tingkat provinsi,Kabupaten atau Kota. Walaupun tidak terjun secara langsung dalam partai tetapi setidaknya mereka sudah melibatkan diri untuk aktif dalam setiap tahapan pilkada. Sehingga mampu terwujudnya pilkada yang ‘seneng bareng’ sesuai dengan tagline KPU Provinsi Jawa Timur 2024.

Karena jika kita menarik kembali apa yang kemudian dicitacitakan bangsa Indonesia dalam rangka menyambut Indonesia emas tahun 2045. Sangat penting bagi masyarakat hari ini terkhusus stakeholder dari penyelenggara pilkada ini untuk mengikutsertakan anak muda baik dalam setiap tahapan.

Generasi muda yang terkenal sebagai orang-orang yang kritis, solutif diharapkan tetap mampu ada pada barisan masyarakat agar bisa memiliki peran aktif dalam gerakan sosial masyarakat. Hal ini bertujuan sebagai penyambung serta penyempurna informasi dari pemerintah terkait kebijakan-kebijakan yang telah disepakati.

Sehingga adanya evaluasi dari masyarakat untuk bisa memilih mana pemimpin yang dibutuhkan dengan kondisi masyarakat hari ini yang masih banyak di antara mereka belum memiliki informasi valid terkait dengan proses dan tahapan pilkada kali ini.

Terlebih Jawa Timur ini memiliki populasi masyarakat yang sangat besar. Jika mengacu pada badan pusat statistik, masyarakat Jawa Timur berjumlah 41 juta jiwa yang sangat memungkinkan untuk munculnya banyak calon pemimpin pemerintahan . Hal ini akan berpotensi terjadinya perbedaan pendapat dalam proses tahapan pemilih.

Bisa kita lihat di berbagai platform media sosial, di berbagai sudut kota atau kabupaten sudah banyak sekali foto wajah yang menggambarkan calon pemimpin pemerintahan di wilayah tersebut. Bahkan seluruh tim sukses dari masing-masing calon sudah memulai untuk membuat opini pribadi calon. Dalam rangka mempengaruhi masyarakat agar bisa menitipkan suaranya kepada calon tertentu.

Kegiatan seperti ini memang cukup bagus dan layak untuk diapresiasi karena akhirnya masyarakat bisa lebih tau, calon mana yang kira-kira memiliki gagasan atau ide cemerlang dalam rangka menjadi orang nomor 1 di wilayah tersebut. Namun hal ini akan menjadi buruk bila tidak ada yang memfilter terkait proses kampanye. Hal tersebut sangat menunjukkan bahwa akan banyak sekali potensi pemecah belah masyarakat di beberapa tahapan pilkada kali ini.

Generasi muda yang memiliki akses lebih jauh untuk menyelam dalam lautan media sosial. Kali ini diharapkan mampu lebih bijak dalam menyikapi perbedaan pendapat yang ada dalam pilkada nantinya.

Akhirnya jika masing-masing sendi masyarakat saling bahu membahu untuk dalam setiap proses demokrasi yang ada dan juga saling menguatkan melibatkan satu dengan yang lainnya. Maka bisa dipastikan tagline KPU Jatim ‘Seneng Bareng’ akan dicapai bersama sehingga dapat memuluskan Proses Pilkada Jawa Timur 2024

Oleh: M. Hafid Ridho (Mahasiswa Hukum Islam di universitas Muhammadiyah Malang)

editor
editor

salam hangat

Leave a Comment