Modernis.co, Malang – Perang dan konflik merupakan sebuah aktifitas yang tidak terlepas dari hiruk pikuk dunia dan sering sekali memberikan dampak kerugian besar apabila hal tersebut terjadi. Pada dasarnya banyak dampak kerugian yang dapat muncul akibat hal tersebut.
Tidak hanya berupa kerugian material, tenaga atau fikiran saja, melainkan yang paling ironis dapat juga menimbulkan korban jiwa. Kerugian tersebut tidak hanya dirasakan dan dialami oleh orang dewasa, akan tetapi dirasakan juga oleh anak-anak baik disebuah negara atau wilayah yang mengalami peperangan.
Penyebab terjadinya peperangan atau pun konflik didunia dapat disebabkan oleh Perbedaan ideologi, Keinginan untuk memperluas wilayah kekuasaan dan dapat disebabkan oleh Perbedaan kepentingan Negara, Suku hingga Agama. Seperti peran atau konflik yang terjadi antara israel dan Palestina yang telah berlangsung bertahun-tahun lamanya.
Namun tak kunjung usai hingga saat ini yang telah menyebabkan puluhan ribu nyawa hilang, mulai dari masyarakat sipil, tenaga kesehatan, perempuan dan bahkan anank-anak yang tak berdosa. Oleh karena itu hal keadaan perang atau konflik didunia yang berdampak jatuhnya korban jiwa merupakan aktifitas yang sangat bertantangan dengan ajaran agama Islam.
Menurut etimologi Islam berasal dari kata “salama” yang artinya adalah damai, bebas, dan selamat. Islam juga dianggap sebagai agama perdamaian dan juga cinta damai. Islam merupakan agama yang sejalan dengan fitrah dan sunnatullah. Sebab agama islam mengajarkan petunjuk untuk hidup yang sesuai dengan ajaran agama islam untuk menciptakan kehidupan yang damai didunia ataupun diakhirat.
Dengan mengikuti agama islam maka dapat diartikan bahwa kita dapat menjadi orang yang akan selalu mencintai kedamaian dan ketenteraman. Dengan demikian umat muslim merupakan masyarakat yang mencintai kedamaian, ketenteraman dan kesejahteraan baik secara individu maupun kelompok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan dalam risalahnya selama berdakwa bahwa beliau datang membawa agama islam untuk menunjukan ajaran yang dibawanya ini merupakan agama yang mengajarkan tentang perdamaian. Namun sayangnya, banyak manusia yang saat ini tidak memahami dan tidak meneladani ajaran agama islam dengan baik, sehingga banyak terjadi penyimpangan di sana-sini. Seperti banyaknya aksi radikalisme, terorisme dan intoleransi yang mengatasnamakan agama.
Menurut ajaran Islam, perdamaian dapat dianggap sebagai hal yang sangat penting. Islam dikenal sebagai agama perdamaian, agama yang mengajarkan tentang kedamaian, keselarasan, dan keselamatan diantara manusia. Nilai-nilai yang telah diajarkan oleh ajaran Islam menunjukan pentingnya toleransi, perdamaian, dan menghormati perbedaan pendapat. Dari sumber-sumber yang ada menyatakan bahwa inti dari agama Islam ialah keselamatan dan perdamaian.
Namun, dalam mewujudkan nilai-nilai perdamaian tersebut terdapat juga tantangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, seperti terjadinya kasus-kasus kekerasan yang mengatasnamakan agama Islam. Maka dari itu, pemahaman yang benar terkait ajaran Islam dan juga penyebaran pesan-pesan positif merupakan sesuatu yang penting dalam membangun perdamaian sesuai dengan ajaran Islam.
Islam berperan penting dalam kehidupan setiap manusia, dan bagaimana Islam juga dapat menjadi alasan atau faktor seseorang maupun kelompok masyarakat dalam memperjuangkan kepentingan dan tindakan radikalisme yang menyebabkan perpecahan dan konflik. Namun perlu kita sadari bahwa untuk menciptakan perdamaian dan mempelajari sikap yang harus kita lakukan dalam menghadapi konflik ada banyak hal-hal yang bisa kita lakukan.
Seperti menjaga persaudaraan dalam beragama, ,menghargai orang yang berbeda dengan kita, dan menjadi figur yang cinta damai. Tindakan kasih yang mengalahkan kejahatan juga bisa menjadi contoh tindakan perdamaian yang dapat kita lakukan dalam menghadapi konflik, tidak hanya konflik yang mengatasnamakan agama melainkan kesenjangan, tindakan maupun keputusan yang tidak adil, dan sebagainya.
Perdamaian merupakan pemikiran yang sangat mendasar dan mendalam dalam islam karena perdamaian berkaitan erat dengan watak agama islam, bahkan menjadi pemikiran umum islam mengenai alam, kehidupan, dan manusia, yang sesuai dengan ajaran Nabi-Nabi terdahulu untuk menciptakan kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan di muka bumi.
Dengan adanya Islam dengan suasana yang aman dan damai, manusia bisa hidup dengan tenang dan gembira juga bisa melaksanakan kewajiban-kewajinannya dengan damai. Oleh karena itu, kedamaian menjadi tuntutan dalam kehidupan setiap makluk.
Damai memiliki banyak arti, arti kedamaian berubah sesuai dengan hubungannya dengan kalimat. Perdamaian dapat menunjuk ke persetujuan mengakhiri sebuah perang, atau ketiadaan perang, atau ke sebuah periode di mana sebuah angkatan bersenjata tidak memerangi musuh. Damai dapat juga berarti sebuah keadaan tenang, seperti yang umum di tempat-tempat yang terpencil, mengijinkan untuk tidur atau meditasi.
Damai dapat juga menggambarkan keadaan emosi dalam diri dan akhirnya damai juga dapat berarti kombinasi dari definisi-definisi di atas. Di dalam Islam gagasan tentang perdamaian merupakan pemikiran yang sangat mendasar dan mendalam karena berkait erat dengan watak agama islam, bahkan merupakan pemikiran universal islam mengenai alam, kehidupan, dan manusia.
Agama Islam yang disebarkan dan diajarkan oleh Nabi Muhammad merupakan agama yang ditujukan demi kesejahteraan dan keselamatan seluruh umat sekalian alam. Kata Islam sendiri yang berasal dari bahasa Arab berarti tunduk, patuh, selamat, sejahtera, dan damai.
Maka, agama Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menegakkan perdamaian di dunia sehingga persaudaraan dapat terjalin dengan erat. Islam juga mengajarkan bagaimana menghadapi perpecahan dan segala perselisihan yang bermaksud memecah belah umat.
Nilai-nilai perdamaian pada hakikatnya banyak termaktub dalam al-Qur’an dan juga secara jelas diindikasikan dalam berbagai riwayat Hadis Nabi. Tidak ada satu ayat pun dalam al-Qur’an, dan tidak ada satu Hadis pun yang mengobarkan semangat kebencian, permusuhan, pertentangan, atau segala bentuk perilaku negative dan represif yang mengancam stabilitas dan kualitas kedamaian hidup.
Oleh: Balqies Al-Mulkiyah (Mahasiswa Hukum Keluarga Islam UMM)


Kirim Tulisan Lewat Sini