Psikologi Mahasiswa dan Prestasi Akademik di Kampus

prestasi akademik mahasiswa

Modernis.co, Jakarta – Pengaruh psikologi mahasiswa terhadap prestasi akademik di kampus merupakan sebuah upaya untuk mengetahui keadaan psikologi mahasiswa sendiri. Mahasiswa di hadapkan dengan berbagai permasalahan psikologi yang dapat meganggu proses mahasiswa dalam menggapai prestasi akademik di kampus.

Permasalahan psikologi yang dapat menganggu mahasiswa dalam mencapai prestasi akademik di kampus dapat di bedakan menjadi dua seperti, permasalahan dari diri sendiri dan permasalahan dari luar. Permasalahan psikologi dapat di pengaruhi dari segi kesejahteraan psikologi mahasiswa sendiri. Permasalahan psikologi yang tidak tertangani secara baik dan bijak dengan para ahli akan membuat mahasiswa mengalami risiko tinggi seperti tidak menyelesaikan studinya dan dapat membahayakan diri sendiri.

Pencapaian prestasi akademik di pengaruhi oleh dua faktor, faktor internal dan faktor eksternal. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang memengaruhi keadaan psikologi dan keadaan mental mahasiswa dalam menggapai prestasi akademik di kampus dan dampak dari permasalahan psikologi terhadap prestasi akademik di kampus. Penanganan pertama masalah psikologi jika dirasa masih bisa di kendalikan bisa dengan cara melakukan kegiatan yang di sukai, menggunakan jasa layanan psikologi online yang tersedia di aplikasi kesehatan dan mengingat hal-hal positif.

Penanganan dapat juga dilakukan oleh keluarga secara mandiri dan membawa mahasiswa ke tempat psikiater atau psikologi dengan diagnosis yang membahayakan mahasiswa sendiri. Mahasiswa dapat juga menggunakan layanan konseling yang di sediakan oleh universitas masing-masing. Sehingga diharapkan permasalahan psikologis mahasiswa dapat segera terselesaikan.

Pada zaman sekarang pemahaman psikologi mulai di kenal. Pemahaman dan cakupan psikologi pada zaman dahulu dan sekarang memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut di karenakan zaman berkembang dengan cepat dan semakin kompleksnya perilaku manusia yang menyebabkan psikologi zaman dahulu dan zaman sekrang memiliki perbedaan.

Mahasiswa sendiri sudah mulai tanggap tentang keadaan psikologisnya. Psikologi sendiri memiliki arti ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan makhluk hidup lainya secara ilmiah dan mencakup semua aspek pengalaman serta pemikiran yang di sadari maupun tidak disadari (kandi, 2023:240).

Pemahaman psikologi bagi mahasiswa pada zaman sekarang adalah keadaan mental atau kesejahteraan mental yang sedang di alami oleh mahasiswa tersebut. Wawasan tentang psikologis yang berkaitan dengan keadaan mental dan kesejahteraan mental saat ini banyak yang sedang membahas. Zaman sekarang mudah untuk mengetahui keadaan psikologis karena para mahasiswa mulai peduli dengan keadaan psikologis masing-masing.

Dengan pahamnya mahasiswa terhadap kondisi psikologisnya masing-masing dapat diketahui bagaimana kondisi psikologisnya apakah baik atau buruk. Diketahuinya kondisi psikologis mahasiswa tidak dapat di lakukan secara mandiri tetapi dengan cara ke psikikolog, psikiater, atau yang ahli dalam bidang psikologi.

Mahasiswa merupakan kelompok yang cukup mudah untuk mengalami gangguan psikologis. Rentanya gangguan psikologis terhadap mahasiswa dapat menggagu tingkat prestasi akademik mahasiswa di kampus. Gangguan psikologis dapat berdampak pada pencapaian akademiknya, pengelolaan emosi, dan keberfungsian dalam relasi sosial (Clement Eko Prasetyo, 2022: 56-57).

Oltmanns & Emery (2019) mengatakan jika ada mahasiswa yang mengalami depresi, secara emosional sudah merasa sedih setiap waktu, merasa dirinya tidak diharapkan, dan juga tidak berguna. Secara kognitif, iaakan cenderung mengulangi pemikiran-pemikiran negatif yang membuatnya semakin terpuruk. Pengulangan pada pemikiran negatif pada akhirnya juga menganggu pada pemrosesan informasi sehingga menganggu pencapaian akademik mahasiswa ( Angelidi dkk, 2019).

Pemahaman Permasalahan Psikologi Mahasiswa terhadap Prestasi Akademik di Kampus

Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan terhadap gangguan psikologis. Pada kurun waktu terakhir terdapat peningkatan permasalahan psikologi pada mahasiswa. Mahasiswa berpotensi mengalami permasalahan psikologi mulai dari yang ringan hingga yang berat. Permasalahan psikologi ringan misalnya, munculnya rasa cemas berlebihan, sulit tidur, gelisah, perubahan suasana hati, dan perubahan pola makan.

Permasalahan psikologi dalam kategori berat adalah gangguan yang sudah memenuhi kriteria diagnosis misalnya depresi, gangguan belajar, percobaan bunuh diri, Perilaku melukai diri sendiri, gangguan makan, dan penyalahgunakan obat (Triwahyuni, 2021:36).

Prestasi akademik adalah indikator keberhasilan mahasiswa selama berkuliah (Rosito, 2018:7) tetapi, kesadaran akan hal itu masih sangat minim berada pada pemikiran mahasiswa. Prestasi akademik mahasiswa sering di gambarkan dengan sebuah angka yang di sebut indek prestasi (IP) atau grade point average (GPA). Prestasi akademik bisa di definisikan sebagai hasil pencapaian atau perjuangan mahasiswa dalam proses belajar dan di nyatakan dalam bentuk IPK untuk perguruan tinggi. Individu yang mengalami gangguan psikologis berat biasanya mengalami kesulitan untuk memproses informasi yang merupakan hal penting dalam keberhasilan di bidang akademis (Triwahyuni, 2021:36).

Studi lain menunjukan bahwa mahasiswa yang mengalami gangguan psikologis berisiko untuk tidak melanjutkan studinya (dropout). Selain itu, mahasiswa yang mengalami gangguan psikologis juga berpotensi memengaruhi orang-orang di sekelilingnya karena dapat melakukan Perilaku membahayakan dirinya dan orang lain (Triwahyuni, 2021:36).

Faktor Penyebab Terganggunya Psikologi Mahasiswa terhadap Prestasi Akademik di Kampus

Faktor penyebab terganggunya psikologi di bedakan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal antara lain:

(1) Kesehatan.

Definisi kesehatan menurut WHO adalah kemampuan secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial yang tidak hanya berfokus pada ketiadaan penyakit atau kelemahan. Kesehatan menjadi salah satu faktor internal yang penting karena langsung menyangkut pada keadaan mahasiswa masing-masing. Kesehatan berpengaruh besar terhadap kondisi psikologi mahasiswa yang akan berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa itu sendiri;

(2) Minat.

Minat merupakan keinginan dan kegairahan yang tinggi terhadap sesuatu (Muhibbin Syah,1995:136). Menurut Ahmad (1980: 79), minat adalah kecenderungan seseorang pada hal-hal tertentu adalah karena mereka merasa tertarik pada hal-hal tertentu, biasanya disertai dengan rasa senang pada hal-hal tertentu. Pandangan umum mengatakan bahwa seseorang akan lebih berhasil jika belajar dalam bidang yang sesuai dengan bakatnya;

(3) Bakat.

Menurut Bigham (1968) Bakat sebagai kondisi atau kemampuan yang dimiliki seseorang yang memungkinkan dengan suatu latihan khusus dapat memperoleh suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus. Minat dan bakat memiliki perbedaan, jika minat merupakan suatu keinginan dan kegairahan terhadap sesuatu, berbeda dengan bakat yang bisa di katakana bawaan lahir.

Bakat berpotensi untuk di kembangkan atau di latih. Ada beberapa jenis bakat yang dapat di kembangkan, sebagai berikut:

  • kecerdasan linguistik (linguistic intelligence)
  • kecerdasan matematis logis (logical mathematical intelligence)
  • kecerdasan spasial/ruang-visual (visual/spatial intelligence)
  • kecerdasan kinestetik-badani (bodily- kinesthetic intelligence)
  • kecerdasan musikal (musical intelligence)
  • kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligence)
  • kecerdasan intrapersonal (intrapersonal intelligence)
  • kecerdasan naturalis/lingkungan (naturalist intelligence)

(4) Motivasi.

Motivasi mengacu pada perilaku mendasar seseorang memiliki kemauan dan kehendak untuk melakukan sesuatu hal. Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik yang mempengaruhi motivasi belajar yaitu hasrat dan keinginan berhasil, dorongan kebutuhan belajar, dan harapan akan cita-cita masa depan. Sedangkan faktor ekstrinsik yang mempengaruhi motivasi belajar meliputi adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik (Yunita, 2021:118);

(5) Tingkat intelegensi.

Intelegensi diartikan sebagai kemampuan psiko fisik untuk merekasi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan menggunakan cara yang tepat. Intelegensi atau kecerdaan seseorang merupakan hal yang diyakini oleh para ilmuan merupakan salah satu faktor dari prestasi akademik seorang siswa. Ada banyak sekali pemahaman dari intelegensi yang dikemukakan oleh para ahli, sehingga sampai saat ini definisi dari intelegensi sangatlah bermacam-macam.

Kecerdasan intelegensi dapat berupa kemampuan siswa dalam menyesuaikan diri dengan suatu keadaan dengan sangat baik atau secara efektif dalam waktu yang cepat (Salwa Afniola, 2020:3).

Faktor eksternal penyebab permasalahan psikologi antara lain:

(1) Lingkungan Keluarga.

Pengaruh eksternal prestasi berasal dari beberapa faktor diantaranya yang bisa saja berasal dari dalam maupun dari luar. Salah satu yang menyebabkan prestasi bisa saja berasal dari lingkungan keluarga. Hal ini sependapat dengan Slameto (2015:54). Selain itu juga Menurut Djaali (2012:99) “Lingkungan keluarga merupakan tempat pertama kehidupan dimulai dan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa”.

Lingkungan keluarga menjadi lingkungan yang pertama dan utama dalam pendidikan siswa ataupun mahasiswa, oleh karena itu peran keluarga sangat penting dalam keberhasilan siswa ataupun mahasiswa dalam menggapai prestasi dan menggapai cita-citanya. Semakin bagus lingkungan keluarga yang dimiliki mahasiswa baik itu mencakup cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, susasa rumah yang di tempati, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar kebudayaan maka akan semakin meningkat pula prestasi belajar mahasiswa dan begitupun sebaliknya, jika lingkungan keluarga yang dimiliki siswa atau mahasiswa kurang baik maka prestasi belajarnya juga akan terpengaruhi dan turun;

(2) Lingkungan Kampus.

Lingkungan kampus yang kondusif dan baik kriterianya bisa memberikan kenyamanan tersendiri bagi mahasiwa yang belajar didalamnya, bukan hanya itu saja hal ini bisa diperoleh dari cara mengajar dosennya, fasilitas yang ada, kelengakapan sarana dan prasarana, cara dosen dalam mengajar, ketepatan waktu dalam belajar, tidak memberikan tugas yang begitu banyak kepada mahasiwa yang bisa mengakibatkan efek negatif yang bisa menurunkan hasil dari prestasi mahasiswa yang bersangkutan, sehingga disarankan bagaimana caranya pelayanan dari kampus dimaksimalkan sehingga umpan balik yang diterima mahasiswa akan berdampak baik pula untuk kemajuan prestasi;

(3) Lingkungan Masyarakat.

Menurut pendapat Slameto (2010:69) , masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap belajar siswa. Pengaruh itu terjadi karena keberadaannya siswa atau mahasiwa dalam masyarakat. Berkembangnya mahasiswa di kalangan masyarakat dan ikut terjun dalam kegiatan kemaskyarakatan akan membuatnya lebih percaya diri dan mampu bersaing jika di sekolah atau kampus yang membuat prestasi belajarnya juga terpengaruh. Lingkungan masyarakat dapat disimpulkan akan mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa jika komponen dimasyarakat dijalankan dengan baik.

Dampak Permasalahan Psikologi terhadap Prestasi Akademik di Kampus

Gangguan psikologis yang dialami mahasiswa dapat berdampak pada berbagai aspek dalam kehidupan perkuliahan. Pada level individu, gangguan psikologis dapat memengaruhi kondisi fisik, emosional, kemampuan berpikir, dan keberfungsiannya dalam lingkungan sosial (Triwahyuni, 2021:36).

Depresi dapat membuat seorang mahasiswa mengalami perubahan afektif yang mengganggu aktivitas sehari-hari, kehilangan minat untuk melakukan aktivitas sehari-hari termasuk aktivitas belajar, kemampuan memusatkan perhatian menjadi terganggu, kemampuan mengingat terganggu, sulit mengambil keputusan, kehilangan motivasi, merasa tidak berharga, menjauhkan diri dari lingkungan sosial, dan pada beberapa kasus melakukan percobaan bunuh diri (Triwahyuni, 2021:37).

Dampak dari permasalahan psikologi ringan maupun berat sama-sama memiliki dampak yang berbahaya bagi mahasiswa yang mengalaminya. Dampak tersebut tak hanya berisiko pada dirinya sendiri melainkan berisiko terhadap keberlangsungan belajar di kampus dan proses meggapai prestasi

akademik di kampus. Dampak tersebut bisa jadi malas datang ke kampus, kurang fokus terhadap pembelajaran, menarik diri dari lingkungan pertemanan, dan ketertinggalan pemahaman materi mata kuliah. Mahasiswa dengan permasalahan psikologi akan cenderung memiliki tingkat keberhasilan prestasi akademik yang rendah, seperti indeks prestasi (IP) dan indeks prestasi umulatif (IPK) yang rendah yang di sebabkan oleh faktor-faktor permasalahan psikologi.

Penanganan Permasalahan Psikologi Mahasiswa terhadap Prestasi Akademik di Kampus.

Berbagai usaha untuk mengurangi dampak gangguan psikologis pada mahasiswa telah dilakukan, misalnya dengan konseling. Mahasiswa yang mengikuti konseling mengatakan bahwa konseling membantu mereka untuk mencapai tujuan mereka diuniversitas dan membantu mereka mengurangi stress yang berpotensi mengganggu penyelesaian tugas-tugas akademis (Triwahyuni, 2021:37).

Konseling pada mahasiswa yang mengalami gangguan psikologis juga terbukti dapat berdampak positif pada nilai akademik di bandingkan mahasiswa yang tidak mendapat konseling. Meskipun demikian mengatasi masalah gangguan psikologis pada mahasiswa bukan hanya menjadi tanggung jawab profesional yang bekerja di institusi pendidikan namun juga menjadi tanggung jawab semua pihak,termasuk juga institusi pendidikan yangmembuat kebijakan. Universitas dapat berperan misalnya dalam membantu memberikan dukungan dan sumberdaya bagi mahasiswa baru dalam menghadapi tekanan selama transisi menjalani kehidupan perkuliahan (Triwahyuni, 2021:36).

Bantuan profesional hanya dapat berdampak pada sebagian kecil populasi mahasiswa yang telah mengalami gangguan psikologi karena pada umumnya bantuan profesional bersifat kuratif. Pada sisi lain, terdapat keterbatasan karena tidak seimbangnya jumlah konselor dengan mahasiswa yang membutuhkan penanganan konseling.

Pihak keluarga wajib membantu mahasiswa untuk memberikan motivasi agar mahasiswa tidak merasa sendiri . keluarga juga memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas mental mahasiswa. Menangani gangguan psikologi juga harus ada niat dari dalam sendiri, sia-sia jika tidak ada keinginan untuk menyembuhkan dan menyelesaikan permasalahan psikologi itu sendiri.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan mulai dari pemahaman psikologi mahasiswa, faktor- faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, dan bagaimana cara penangananya bisa dikatakan jika permasalahan psikologi pada mahasiswa bukan hal yang mudah untuk diselesaikan. Permasalahan psikologi harus diperhatikan karena permasalahan psikologi atau permasalahan mental memiliki dampak yang fatal.

Sebisa mungkin penanganan terhadap permasalahan psikologi harus tanggap dan tidak menganggap remeh suatu masalah mental. Penanganan psikologi akan lebih baik jika langsung ditangani oleh para ahli untuk menghindari self diagnosis yang akan memperparah kondisi psikologis.

Penanganan masalah psikologi dapat dilakukan oleh diri sendiri mulai dari niat untuk selesai dari permasalahan; penanganan juga bisa di lakukan oleh pihak keluarga, pihak keluarga sebagai orang yang selalu mendampingi dan selalu memberi motivasi; pihak dari intansi kesehatan juga turut andil dalam penanganan masalah psikogi; dan pihak universitas dapat menyediakan layanan bimbingan konseling kepada mahasiswanya.

Tertanganinya permasalahan psikologi pada mahasiswa akan berdampak baik bagi prestasi akademik mahasiswa di kampus. Mahasiswa akan merasa tenang dan tidak tertekan atau merasa berat untuk menggapai prestasi akademik di kampus, mahasiswa akan selalu memperjuangankan cita-citanya untuk mendapatkan indeks prestasi dan indeks prestasi kumulatif yang bagus.

Oleh: Vega Putri Amanda, Mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang

Daftar Pustaka

Kandi, dkk.(2023). Pengantar Psikologi Umum. Bandung:Widina Bhakti Persada Bandung.

Rosito, A. C. (2018). Eksplorasi Tipe Kepribadian Big Five Personality Traits dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Akademik. JPPK Jurnal, 4.

Aulia, S., & Panjaitan, R. U. (2019). Kesejahteraan Psikologis dan Tingkat Stres pada Mahasiswa Tingkat akhir. Jurnal Keperawatan Jiwa, 7(2), 127-134.
Mona, S., & Yunita, P. (2021). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Prestasi Belajar Mahasiswa. Menara Ilmu, 15(2).

Zulfa, N. A., & Prastuti, E. (2020). Welas Asih Diri dan Bertumbuh: Hubungan Self-Compassion dan Flourishing pada Mahasiswa. MEDIAPSI, 6(1), 71-78.

Ardi, W. R., Dwidiyanti, M., Sarjana, W., & Wiguna, R. I. (2021). Pengalaman Mahasiswa dalam Mengatasi Depresi. Journal of Holistic Nursing Science, 8(1), 46-53.

Chrisna, H. (2019). Pengaruh Perilaku Belajar, Pengendalian Diri, Motivasi, Empati, Keterampilan, dan Kepercayaan Diri terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Jurnal Akuntansi Bisnis dan Publik, 10(2), 87-100.

Nurfadilah, N., Rahmadani, A., & Ulum, B. (2021). Profil Sikap Mencari Bantuan Layanan Psikologis pada Mahasiswa. Aspirasi:  Jurnal Masalah-masalah Sosial, 12(1), 15-30.

Musabiq, S., & Karimah, I. (2018). Gambaran Stress dan Dampaknya pada Mahasiswa. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 20(2), 75-83.

Triwahyuni, A., & Prasetio, C. E. (2021). Gangguan Psikologis dan Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa baru. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan   Penelitian Psikologi, 26(1), 35-56.

Prasetio, C. E., & Triwahyuni, A. (2022). Gangguan Psikologis pada Mahasiswa Jenjang Sarjana: Faktor- Faktor Risiko dan Protektif. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 8(1), 56-70.

Tumanggor, M., Oktrima, B., & Jati, W. (2020). Determinan Prestasi Mahasiswa Disabilitas pada Universitas Pamulang. IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial dan Humaniora, 4(3), 1-8.

Hermawan, Y., Suherti, H., & Gumilar, R. (2020). Pengaruh Lingkungan Belajar (Lingkungan Keluarga, Lingkungan Kampus, Lingkungan Masyarakat) Terhadap    Prestasi Belajar Mahasiswa. Jurnal  Edukasi (Ekonomi, Pendidikan Dan Akuntansi), 8(1), 51-58.

Djarwo, C. F. (2020). Analisis Faktor Internal dan Eksternal terhadap Motivasi Belajar Kimia Siswa SMA Kota Jayapura. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram, 7(1), 1-7.

Ikhsan, M., & Boy, E. (2020). Cardiovascular Changes Among  Healthy Elderly. Magna Medika, 70-82. Anggraini, I. A., Utami, W. D., & Rahma, S.

B. (2020). Mengidentifikasi Minat Bakat Siswa Sejak Usia Dini di SD Adiwiyata. Islamika, 2(1), 161-169.

Afniola, S., Ruslan, R., & Artika, W. (2020). Intelegensi dan Bakat pada Prestasi Siswa. Al-Din: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan, 6(1).

Redaksi
Redaksi

Mari narasikan pikiran-pikiran anda via website kami!

Leave a Comment