Rupiah Anjlok 18 Ribu Lebih, 10 Barang Ini Harganya Melejit!

Rupiah Anjlok 18 Ribu Lebih, 10 Barang Ini Harganya Melejit!

Modernis.co, Jakarta – Rupiah anjlok di angka 18.036 per tanggal 8 Juni 2026 bikin barang-barang dagangan dalam negeri mengalami kelonjakan harga.

Saat nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat, banyak orang langsung bertanya-tanya apa dampaknya bagi kehidupan sehari-hari. 

Sebagian mungkin menganggap urusan kurs cuma penting buat pebisnis atau investor. Padahal kenyataannya, perubahan nilai rupiah bisa berpengaruh ke berbagai barang yang sering kita beli.

Ketika rupiah anjlok, biaya impor biasanya ikut naik. Akibatnya, harga sejumlah produk bisa mengalami kenaikan secara bertahap. 

Gak selalu langsung melonjak dalam semalam, tapi efeknya sering terasa di pasar dan toko-toko. Nah, berikut ini beberapa jenis dagangan yang berpotensi mengalami kenaikan harga saat rupiah anjlok.

1. Gadget dan Smartphone Naik Saat Rupiah Anjlok

Sebagian besar smartphone yang beredar di Indonesia masih mengandalkan komponen impor. Saat dolar menguat, biaya produksi dan distribusi ikut meningkat. 

Hal ini bisa membuat harga ponsel baru naik. Buat yang lagi mengincar gadget terbaru, kondisi ini kadang bikin galau. 

Harga yang tadinya masih masuk budget bisa tiba-tiba naik dan bikin dompet minta ampun. Auto cek saldo berkali-kali sebelum checkout.

2. Laptop dan Komputer

Laptop, komputer, dan berbagai perangkat pendukung teknologi juga termasuk barang yang sensitif terhadap pergerakan kurs. 

Banyak komponen pentingnya berasal dari luar negeri dan dibeli menggunakan dolar. Saat rupiah anjlok, distributor harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendatangkan barang. 

Akibatnya harga jual ke konsumen juga bisa ikut naik. Para gamer dan pekerja digital biasanya paling cepat merasakan dampaknya.

3. Kamera dan Peralatan Fotografi

Peralatan fotografi profesional sebagian besar berasal dari luar negeri. Mulai dari kamera, lensa, sampai aksesori pendukung biasanya menggunakan harga dasar dalam mata uang asing.

Kondisi ini membuat harga produk fotografi berpotensi naik saat rupiah anjlok. Jadi kalo kamu lagi menabung buat kamera impian, bisa jadi target tabungannya ikut naik level.

4. Rupiah Anjlok, Suku Cadang Naik

Walaupun banyak kendaraan dirakit di Indonesia, sebagian komponen masih berasal dari luar negeri. Saat nilai tukar rupiah turun, biaya impor komponen ikut meningkat.

Dampaknya gak cuma terasa pada harga kendaraan baru, tetapi juga suku cadang. Jadi biaya perawatan kendaraan bisa ikut bertambah. Rasanya kayak kendaraan ikut minta jatah kenaikan anggaran.

5. Bahan Bakar dan Energi

Pergerakan harga energi dunia sering berkaitan dengan dolar. Saat rupiah anjlok, biaya impor energi bisa meningkat dan memberi tekanan pada berbagai sektor ekonomi.

Kenaikan biaya energi biasanya berdampak luas karena hampir semua aktivitas membutuhkan energi. Mulai dari transportasi sampai produksi barang bisa ikut terkena efeknya.

6. Produk Elektronik Meroket Saat Rupiah Anjlok

Televisi, kulkas, mesin cuci, dan berbagai perangkat elektronik lainnya juga berpotensi mengalami kenaikan harga. Banyak komponen elektronik masih berasal dari luar negeri.

Ketika biaya impor naik, produsen dan distributor harus menyesuaikan harga. Akhirnya konsumen yang berencana membeli barang elektronik baru mungkin perlu menyiapkan budget tambahan.

7. Obat-obatan dan Alat Kesehatan

Industri kesehatan masih mengandalkan sebagian bahan baku impor. Saat rupiah anjlok, biaya pengadaan bahan tersebut ikut meningkat.

Walaupun gak semua produk langsung naik harga, tekanan biaya bisa memengaruhi pasar kesehatan secara keseluruhan. Inilah alasan kenapa kondisi kurs juga diperhatikan oleh sektor kesehatan.

8. Produk Kosmetik dan Skincare Impor

Kosmetik dan skincare dari luar negeri biasanya langsung terkena dampak perubahan kurs. Harga pembelian produk dalam dolar menjadi lebih mahal saat rupiah melemah.

Akibatnya harga jual di toko dan marketplace bisa ikut naik. Bagi pecinta skincare, kondisi ini kadang terasa cukup menyedihkan. Stok favorit mendadak terasa lebih premium dari biasanya.

9. Gandum dan Produk Olahannya

Indonesia masih mengimpor gandum dalam jumlah besar. Saat rupiah anjlok, biaya impor gandum meningkat dan bisa memengaruhi harga berbagai produk olahannya.

Roti, mi, dan beberapa makanan berbahan dasar gandum berpotensi mengalami penyesuaian harga. Jadi dampaknya bisa terasa sampai ke menu sarapan sehari-hari.

10. Mainan dan Barang Hobi

Mainan koleksi, action figure, kartu permainan, sampai berbagai barang hobi lainnya banyak yang berasal dari luar negeri. Produk-produk ini biasanya cukup sensitif terhadap perubahan kurs.

Saat dolar menguat, harga barang hobi bisa ikut merangkak naik. Para kolektor sering menjadi kelompok yang paling cepat menyadari perubahan ini. 

Soalnya mereka rajin memantau harga sebelum berburu koleksi baru. Melemahnya nilai rupiah memang bisa memengaruhi harga berbagai barang yang beredar di pasaran.

Terutama produk yang bergantung pada impor atau menggunakan bahan baku dari luar negeri. Karena itu, perubahan kurs sering kali berdampak lebih dekat ke kehidupan masyarakat. 

Meski begitu, gak semua harga langsung naik saat rupiah melemah. Banyak faktor lain yang ikut memengaruhi harga barang, mulai dari kebijakan pemerintah sampai kondisi pasar global.

Jadi yang paling penting adalah tetap bijak mengelola keuangan dan memahami situasi ekonomi tanpa harus panik berlebihan.

editor
editor

salam hangat

Related posts

One Thought to “Rupiah Anjlok 18 Ribu Lebih, 10 Barang Ini Harganya Melejit!”

  1. Wah, ini memang bikin khawatir ya. Saya juga khawatir harga barang-barang terus naik kalau nilai tukar rupiah seperti ini.

Leave a Comment