Modernis.co, Malang – SMK Nasional menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kebiasaan baik siswa siswanya untuk membentuk lingkungan belajar yang baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya pembiasaan sedekah gopek yang dilakukan setiap pagi.
Program yang sudah dilakukan selama beberapa tahun belakangan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepedulian siswa pada teman-teman sebayanya, membentuk karakter positif, dan juga merupakan salah satu pengamalan nilai Pancasila yang terdapat dalam profil pelajar Pancasila, yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pembiasaan sedekah gopek yang sudah berjalan selama dua tahun tersebut diinisiasi oleh kepala sekolah SMK Nasional, yaitu Drs. Rusdi, M.Si.. Dalam sebuah ceramahnya, Rusdi menjelaskan bahwa tujuan adanya sedekah gopek tersebut adalah sebagai bentuk pengamalan ajaran Islam, yaitu bersedekah. Dalam Islam, Allah menjamin bahwa setiap muslim yang membantu sesama manusia, maka akan mendapat pahala dan akan dimudahkan segala urusannya.
“Bisa saja dari sedekah gopek yang dikeluarkan secara konsisten setiap pagi tersebut, siswa yang menerima manfaatnya, berdo’a kepada pemberinya untuk dimudahkan segala urusannya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa setiap pagi setelah siswa memasuki gerbang sekolah, terdapat dua pembiasaan yang diterapkan, yaitu salim pada semua guru yang berdiri di gerbang dan juga sedekah gopek. Kotak amal gopek diletakkan di depan gerbang, sehingga begitu siswa memasuki gerbang, siswa dapat menyisihkan uangnya sejumlah lima ratus rupiah ( gopek ) untuk diletakkan dalam kotak amal tersebut.
“Di samping kotak amal gopek, terdapat guru yang bertugas untuk menjaga dan mengingatkan siswa. Namun, guru tidak berhak untuk memaksa siswa siswanya untuk menyisihkan uang sakunya untuk diamalkan, sehingga hal tersebut tergantung pada inisiatif siswa. Guru hanya mengingatkan dan menjelaskan esensi pembiasaan gopek, sehingga dapat membangun kesadaran siswa untuk peduli pada teman-teman sebayanya,” jelasnya.
Menurut Ikke Puspitasari, M.Pd., yang merupakan guru agama Islam di SMK Nasional Malang, esensi dan tujuan awal dari pembiasaan sedekah gopek ini adalah untuk membangun kesadaran siswa untuk membantu teman-temannya yang termasuk kaum kurang mampu.
Uang hasil sedekah pada setiap gopek tersebut digunakan untuk membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan ( SPP ) siswa-siswi yang berasal dari kaum dhuafa’ yang berjumlah sekitar 150 orang. Selain itu, uang SPP tersebut juga digunakan untuk membayar fasilitas tambahan yang diberikan pada siswa, seperti air minum gratis yang disediakan dalam beberapa galon di kantin.
Disamping itu, hasil sedekah gopek juga digunakan untuk santunan uang kematian apabila ada orang tua siswa dan warga sekolah lain yang meninggal dunia. Adanya pembiasaan sedekah gopek tidak hanya menumbuhkan pembiasaan baik pada siswa, tetapi juga memberikan manfaat pada siswa-siswa lainnya. Dengan begitu, pembelajaran mengenai moral, akhlak, dan amalan-amalan baik yang sudah diajarkan dalam mata pelajaran agama tidak hanya berupa teori, tetapi juga diwujudkan dalam sebuah kebiasaan baik yang nyata adanya.
“Pembiasaan sedekah gopek ini berlaku bagi semua siswa, tidak memandang agama, suku maupun ras, dan penyaluran hasil sedekah gopek juga dilakukan secara merata, sehingga siswa-siswi yang kurang mampu dapat terbantu. Pembiasaan ini tidak hanya diterapkan pada siswa, tetapi juga diterapkan pada guru-guru dan karyawan,” terangnya.
Seluruh warga sekolah berkontribusi dalam pembiasaan yang dilakukan setiap pagi tersebut yang juga dibantu oleh tim Praktek Kerja Lapangan (PKL) Kelompok 6 Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sudah bergabung di SMK Nasional sejak tanggal 22 Juli 2024. juga ikut bergabung dalam pembiasaan sedekah gopek yang dilaksanakan setiap pagi.
Kelompok PKL yang didampingi oleh Zulfikar Yusuf, M.Pd ini diberi kesempatan oleh SMK Nasional untuk ikut berdiri di depan gerbang bersama guru piket untuk menjaga dan mendampingi siswa agar setelah masuk gerbang tidak lupa untuk menyisihkan lima ratus rupiah agar dimasukkan ke dalam kotak gopek.
“Setiap pagi, satu mahasiswa akan ikut berjaga di sana, sehingga mahasiswa PKL dapat memahami situasi pembiasaan yang sedang dibentuk oleh sekolah, dengan begitu, ketika di kelas, mahasiswa dapat menyambungkan kebiasaan-kebiasaan pagi tersebut dengan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diberikan,” terang Aminah Tusadiyah Mahasiswi PKL Kelompok 6 UMM.
Melalui pembiasaan sedekah gopek tersebut, SMK Nasional berharap dapat terus mendidik siswa-siswinya menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas dan kompeten, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mulia. SMK Nasional bertekad untuk terus mengembangkan pembiasaan-pembiasaan yang positif dan inovatif serta bermanfaat bagi seluruh warga sekolah, sebagai upaya untuk mencetak generasi muda yang berkualitas dan berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. (AT)
Kirim Tulisan Lewat Sini