Pendidikan ala Anies Baswedan

pendidikan ala anies baswedan

Modernis.co, Malang – Anies Baswedan dalam sebuah pidatonya di Masjid Shalahuddin UGM, menyampaikan tentang konsep pendidikan yang perlu diterapkan oleh keluarga dan sekolah. untuk mencetak generasi yang berkualitas dan berintegritas. Dengan pembawaan yang tegas dan penuh hikmah membuat siapapun yang mendegar akan merasa penting untuk mempraktekan konsep yang beliau tawarkan.

Guru dan orang tua seharusnya paham akan perkembangan zaman yang selalu mengalami perubahan. Mendidik anak tidak akan efektif apabila metode yang dipakai masih berkaca pada masa lalu. Tantangan kedepan semakin besar, sehingga  membutuhkan model pendidikan yang terus melakukan inovasi.

Adapun konsep yang ditawarkan oleh Anies Baswedan dalam dunia pedidikan di abad ke-21. Pertama, membangun karakter atau akhlak yang menjadi kebiasaan sehari-hari. Karakter ada dua macam, yakni karakter moral dan karakter kinerja. Karakter moral yaitu  iman, takwa, dan jujur. Sedangkan karakter kinerja adalah ulet, tangguh, dan tidak mudah menyerah. Diantara karakter moral dan kinerja harus sama-sama dipraktekan untuk mencetak generasi yang berkualitas.

Seiring dengan bangunan karakter oleh Anies Baswedan. Ustadku pernah menyampaikan tiga karakter yang harus dimiliki santrinya yakni kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas. Apabila disandingkan antara konsep Anies yang  rinci dan konsep ustadku yang gelobal. Kedua-nya sama-sama relefan untuk diterapkan di segala kehidupan.

Kedua, yakni membangun kompetensi dalam diri seorang anak yang meliputi kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif. Dari semua macam kompetensi ini sangat dibutuhkan dalam hidup bermasyarakat, terutama berfikir kreatif untuk menyambut tantangan zaman yang kian cepat melampaui batas kesiapan manusia.

Begitulah konsep pedidikan yang di tawarkan oleh Anies Baswedan yang patut diterapkan pada anak  di lingkungan keluarga dan sekolah. Anak muda sekarang adalah penerus perjuangan dan akan menentukan baik buruknya suatu bangsa kedepannya. Maka pendidikan yang berkualitas adalah kuncinya.

Ketiga, Literasi atau keterbukaan wawasan seorang anak. literasi tidak cukup baca-tulis, dan menghitung. namun lebih luas lagi yakni baca-tulis, budaya, teknologi, dan keuangan. Menurut Anies Baswedan, literasi di Indonesia sangat tinggi namun daya literasinya yang rendah. seperti minat baca media sosial di  masyarakat  yang tinggi namun daya baca buku yang rendah.hal inilah yang perlu diperbaiki untuk menciptakan manusia yang berintelktual.

Oleh : Angga Priyanto (mahasiswa HKI UMM)

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment