Modernis.co, Jakarta – Mengasuh anak tunggal itu banyak yang harus lebih diperhatikan ya bun! Semua fokus, harapan, dan cinta tumpah ruah ke dia sendirian.
Banyak orang tua yang bener-bener ngejaga dan ngusahain nurutin apapun yang dimau si semata wayang. Akan tetapi, perhatian penuh ini seringkali bikin dag dig dug, khawatir kalo malah bikin dia manja atau egois.
Pengasuhan anak harus dilakukan dengan tepat sasaran. Cara ngasuh anak cewe beda sama ke cowo. Sifat anak bungsu beda sama anak pertama. Anak cewe tengah beda banget sama abangnya atau adeknya. Gitu-gitu!
Jadi emang kudu tau triknya per kepribadian anak. Nah, dalam mengasuh anak tunggal juga ada trik khususnya! Agar mereka bisa tumbuh jadi pribadi yang super mandiri dan dewasa, lho!
Yuk, berikut 5 tips mengasuh anak tunggal biar parenting goals kita gak salah langkah. Simak baik-baik ya!
1. Jangan Dukung Mereka jadi Intovert!
Anak tunggal seringkali kekurangan interaksi dengan teman sebaya di rumah, gak ada ‘rival’ atau partner main kaya anak yang punya kakak atau adik. Makanya, kita wajib banget mendorong mereka keluar dan bersosialisasi.
Ajak mereka rutin ikut kelas non-akademik yang mereka suka, misalnya klub olahraga, musik, berenang, atau sekadar ke rumah sepupu dan teman sekolahnya.
Dengan sering berinteraksi, mereka belajar berbagi, berkompromi, dan berempati. Sebab keterampilan sosial kek tadi tuh penting banget.
Namun sayangnya keterampilan sosial gak akan mereka dapatkan kalo cuma main di kamar. Ini cara kita melawan stigma kalo anak tunggal itu individualis!
2. Jangan Kena Jebakan Snowplow Parenting
Wajar banget kalo kita mau kasih yang terbaik dan gak mau anak capek. Tapi, terlalu sering membantu justru bikin anak jadi ketergantungan dan skill mandirinya gak terasah.
Kita harus hindari jebakan Snowplow Parenting. Orang tua sering ambil alih kerjaan anak yang kehambat sama tantangan. Kamu tipe orang yang selalu membersihkan semua rintangan hidup anak gak?
Kalo kamu masih nyiapin baju, nyiapin makan, ngerjain tugas sekolah, ngebelain anak pas melakukan kesalahan. Berarti kamu masih kena jebakan Snowplow parenting!
Gimana caranya biar terhindar?

Kasih mereka tanggung jawab yang sesuai usia! Misalnya, minta mereka membereskan mainan sendiri, merapikan tempat tidur, atau menyiapkan bekal sederhana.
Biarkan mereka mencoba, dan kalo gagal, kita bantu mereka belajar dari kegagalan itu. Orangtua mengajarkan mereka kalo hidup itu butuh effort, dan gak semua hal bisa diselesaikan dengan jurus “Tolong, Mama/Papa!”.
3. Tumbuhkan Empati Lewat Tindakan Nyata
Anak tunggal sering jadi pusat perhatian, dan ini kadang bikin mereka sulit memahami perasaan orang lain. Mereka gak punya latihan alami berkompromi seperti anak yang harus berbagi bantal atau rebutan remote TV sama saudara.
Orang tua harus lebih aktif mencari cara biar mereka bisa mengembangkan empati. Ajak mereka melakukan kegiatan kemanusiaan seperti berbagi atau menolong.
Sebuah teladan nyata dalam kehidupan mereka akan lebih cepat dan bermakna dalam menumbuhkan empati. Oleh karena itu, orang tua kudu jadi panutan mereka dalam berbuat kebaikan.
Melalui pengalaman nyata, mereka menyadari kalo dunia itu luas, dan gak melulu berputar di sekitar keinginan mereka. Empati ini penting banget biar mereka gak dicap egois atau anti kritik!
4. Jadikan Ruang Pribadi Mereka Sebagai Safe Space untuk Berkembang
Karena hanya ada satu anak, terkadang kita gak sengaja mengawasi mereka 24/7. Kita terus-terusan cek, tanya, dan ingin tahu semua yang mereka lakukan. Namun, hal ini justru bahaya!
Tindakan over seperti ini malah bisa bikin mereka merasa tertekan dan gak punya ruang yang bisa ngecover privasinya.
Beri mereka ruang pribadi dan kasih waktu mereka untuk bersenang-senang tanpa omelan. Kita perlu ngajarin mereka buat menyibukkan diri dan menikmati momen biar gak kesepian atau gak produktif!
Poin ini penting banget buat anak tunggal karena bisa membangun kreativitas, menemukan passion, dan menjadi mandiri secara emosional.
Kalo kita terus-terusan jadi supir anak tunggal, mereka gak bakal pernah belajar buat tenang dan bahagia dengan diri mereka sendiri.
5. Tuntutan Ortu ke Anak, Mungkin Beda Jaman!
Karena cuma punya satu anak, kita sering banget menggantungkan semua harapan, impian, dan cita-cita yang gagal kita capai ke pundak mereka.
Kita menuntut mereka jadi sempurna, ikut semua les, dan harus selalu juara. Ini jatohnya pelampiasan kegagalan ortu di masa muda! Justru tuntutan ini toxic banget dan cuma bikin anak stres.
Anak itu bukan project buat membuktikan kesuksesan kita! Kita bantu mereka menemukan minat mereka, akan tetapi jangan paksa mereka buat jadi copy-paste dari ambisi kita.
Kita tuh cuma di tahap mendukung, ngasih fasilitas, ngasih motivasi. Kalau urusan hasil, selagi mereka udah berusaha yang terbaik yaudah aja gitu!
Justru gimana caranya kita harus kasih tahu mereka kalo gagal itu gak apa-apa, karena kegagalan adalah bagian dari proses belajar dan melangkah lebih baik.
Kalo kita terus menuntut kesempurnaan tanpa solusi, kita cuma bikin mereka takut kecewa dan akhirnya jadi orang yang gampang banget burnout.
Mengasuh anak tunggal memang tantangan seru, tapi kita bisa kok menghindari jebakan-jebakan parenting yang salah.
Kuncinya adalah memberikan cinta tanpa memanjakan, dan mendorong kemandirian tanpa meninggalkan. (IF)




Kirim Tulisan Lewat Sini