5 Fakta Menarik Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober Epik Banget!

hari sumpah pemuda 28 Oktober

Modernis.co, Jakarta – Setiap tanggal 28 Oktober bakalan ngerayain Hari Sumpah Pemuda. Tanggal ini penuh sama kenangan perjuangan demi terwujudnya persatuan.

Momen ini bukan cuma tanggal di kalender yan ada catatan kakinya, akan tetapi punya cerita legend yang harus kita ketahui, dibaca lagi, dan lagi.

Seringnya sih kita denger istilah “jas merah” atau jangan sekali-kali melupakan sejarah. Makanya tuh, kilas balik kenapa ada peringatan satu ini tuh jadi hal wajib.

Sederhananya ini, peringatan ini jadi momen di mana semua pemuda se King Indo tuh nyatuin harapan, dan tok! mereka berhasil bikin kesepakatan yang sama dan menyatukan perbedaaan.

Dari sini kita harusnya mikir ” buset, keren banget perjuangan anak muda zaman dulu!”

Biar kita makin connect sama peristiwa sumpah pemuda, berikut lima fakta menarik Hari Sumpah Pemuda yang no cap abis!

1. Ikrar Pemuda Lahir di Tiga Lokasi

Siapa sangka, Kongres Pemuda Kedua yang melahirkan Sumpah Pemuda itu ibarat tour keliling Jakarta, lho. Mereka nggak cuma kumpul di satu venue! 

Rapat utamanya berlangsung tiga kali di tiga gedung yang beda daerah ya. Inget, beda daerah bukan beda lantai.

Jadi, bayangin deh para pemuda-pemudi dari berbagai daerah itu harus sat set pindah-pindah tempat buat ngebahas masa depan bangsa.

Ini bukti kalau semangat persatuan mereka itu udah on fire banget dan effort mereka nggak kaleng-kaleng! Lah sekarang pejabat negara malah kek (isi sendiri deh!)

2. Awalnya Ikrar ini Gak Disebut “Sumpah Pemuda” 

Fakta ini mungkin bikin kita side eye sebentar. Rumusan ikrar sakral yang kita kenal sekarang, yang dibacakan pada 28 Oktober 1928, ternyata awalnya nggak punya judul resmi, gaes. 

Para peserta kongres cuma menyebutnya sebagai “Putusan Kongres”. Yak bener banget, soalnya waktu para pemuda itu berasal dari berbagai organisasi pemuda kedaerahan.

Mereka sepakat bersatu, makanya mereka ngadain Kongres Pemuda. Musyawarah lah mereka di forum itu sampai ngehasilin Putusan Kongres.

Istilah “Sumpah Pemuda” baru muncul dan viral beberapa hari setelah kongres kelar. Hal ini jadi bukti mau pake Sumpah Pemuda atau Putusan Kongres itu gak masalah. Akan tetapi, ini lebih ke esensi!

3. Lagu Indonesia Raya Rilis Perdana di Sini

Momen epic lainnya yang terjadi saat itu adalah perdana dinyanyikannya lagu “Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman.  

Bisa dibilang momen itu adalah pertama kalinya lagu itu dirilis publik, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928 pas Kongres Pemuda II.

Tapi tunggu, ada plot twist-nya! Karena polisi Belanda saat itu super duper ketat ngawasin, W.R. Supratman cuma memainkan melodi lagu ini pakai biola, tanpa lirik! Nggak kebayang, kan?

Meskipun tanpa lirik, melodi yang dimainkan secara lowkey ini pasti bikin merinding dan auto-semet semangat kebangsaan di hati semua yang denger. Gaskeun!

4. Teks Sumpah Pemuda Dibuat Cepat oleh Satu Person

Siapa nih yang nulis naskah Sumpah Pemuda yang ringkas tapi powerfull itu? Ternyata, rumusan teks itu murni hasil pemikiran dan ketelitian seorang GOAT bernama Mohammad Yamin! 

Dia yang saat itu menjabat sekretaris kongres, merumuskan ikrar itu di atas secarik kertas pas lagi mendengarkan pidato di sesi terakhir. 

Benar-benar CEO di bidang perumusan teks ikrar, deh! Aksinya ini membuktikan kalau ide brilian bisa muncul kapan aja dan langsung jadi pondasi bangsa.

5. Kongres Dilaksanakan di Rumah Keturunan Tionghoa, Bukti Toleransi Level Max

Sumpah Pemuda itu green flag banget. Acaranya berlangsung di gedung yang saat itu dimiliki oleh Sie Kok Liong, seorang keturunan Tionghoa. 

Nunjukkin kalau semangat kebangsaan dan persatuan Indonesia itu dari dulu udah inklusif banget, nggak pake ribet urusan suku, ras, atau agama. 

Para pemuda 1928 udah spill duluan bahwa Indonesia itu rumah kita bersama, tempat semua peeps bisa bersatu demi satu tanah air. Pokoknya, vibe persatuannya nggak ada obat!

Gimana bro and sis? Setelah tau fakta menarik Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober yang sesavage ini, jadi makin respect kan sama effort para pemuda kita se dekade lalu kan?

Yuk, kita sebagai Genarasi yang hidup jaman sekarang beneran harus terusin hidupin semangat persatuan ini, kalo bukan kita, siapa lagi yang bakal jaga vibe Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika? 

Selamat Hari Sumpah Pemuda! Mari kita flexing persatuan kita ke seluruh dunia! (IF)

editor
editor

salam hangat

Leave a Comment