Ramsyah Al Akhab Budaya Literasi Penting Banget

ramsyah al akhab ASTRA

Modernis.co, Jakarta – Renungi kembali perjuangan Ramsyah Al Akhab dalam memperkuat pondasi literasi di akar rumput. Namanya mungkin gak lebih terkenal dari Menteri Purbaya. Namun, dedikasi tulusnya dalam menumbuhkan budaya membaca di masyarakat desa.

Udah gak asing lagi lah ya sama ungkapan kalau membaca itu “jendela dunia”. Dua kata itu bukan sekadar isapan jempol, melainkan sebuah motivasi dan harapan besar bagi manusia untuk segera buka buku, baca.

Sekarang itu jamannya udah digital banget. Kalau mau baca emang sih gak harus dari buku. Tapi, dari dulu, sekarang, dan seterusnya buku akan tetap menjadi sumber paling dapat dipercaya. Beda tuh kalau kamu dapatin info darii hasil scroll media sosial.

Membaca itu bagian dari budaya literasi. Hakikatnya, budaya literasi menghasilkan kehidupan yang lebih berkeadaban. Soalnya, otak kita akan dipenuhi ilmu dengan banyak baca. Ilmu yang kita punya bakalan jadi alat buat mengontrol diri sendiri.

ramsyah al akhab

Kalau kita punya ilmu yang bermanfaat, bisa dipastiin pas mau ngelakuin suatu tindakan, ngambil keputusan, bahkan cuma mau ngomong, ngutarain pendapat, kita akan mikir dulu. Udah pas belum ya, bakalan bermanfaat gak ya, apa nih sisi negatifnya, ngerugiin orang gak ya, dan semacamnya.

Coba bayangin, kalau semua orang dah punya budaya literasi, hidup auto lebih level up gak sih?

Nah itulah yang kemungkinan besar sejalan dengan tujuan mulia seorang pemuda dari Bangka Belitung, Ramsyah Al Akhab. Penerima Apresiasi ASTRA pada tahun 2023, yang pada saat itu dia mengusung sedang membangun Kelompok Diskusi Buku dan Lapak Baca di Bangka Belitung.

Tak Kenal Maka “Tak” Kasih Info

Ramsyah Al Akhab, seorang pemuda yang lahir di Desa Kelapa, Kabupaten Bangka Barat pada tanggal 7 April 1999 itu dikenal sebagai sosok yang punya vibes pembelajar. Habbitnya dalam membaca kudu jadi teladan bagi masyarakat.

Bisa dikatakan, dia adalah angkatan pertama Gen Z yang masih melek dan peduli terhadap isu-isu sosial di sekitarnya. Ramsyah Al Akhab merupakan pemuda yang aktif dalam bersosial dan berorganisasi. Minatnya di dunia literasi mengantarkannya menggeluti dunia kepenulisan dan hobi membaca buku.

Dia sangat sadar kalau mau paham cara kerja dunia dan isinya, ya harus baca dulu. Dari budaya literasi yang dimiliki, Ramsyah Al Akhab sering menyabet penghargaan dan juara. Misalnya, ia pernah meraih juara 2 Lomba Menulis Opini Dinas Bahasa Provinsi Bangka Belitung pada tahun 2019.

Selain itu, pada 2021 ia meraih penghargaan dari PT. Thorcon bersama Universitas Bangka Belitung atas Gagasan Kreatif Lomba Opini Nuklir. Pada tahun 2023, dia bisa meraih posisi Runner Up Bujang Dayang Bangka Barat. Ramsyah Al Akhab pernah mendapat juara 2 Lomba Kepenulisan Cerita Rakya yang diadakan oleh Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2024.

Dan yang terbaru, Ramsyah Al Akhab untuk menerima penghargaan SATU Indonesia Awards di tahun 2024 di bidang pendidikan dengan judul kegiatan Diskusi Buku dan Lapak Baca. Buah manis dari inisiasinya mulia bersama komunitas yang dinamai Aksara Muda.

Kenyataan yang Mengetuk

aksara muda bangka belitung
aksara muda bangka belitung

Sekarang kita udah kenal sama pemuda keren ini. Doi bukan cuma jadi pribadi yang baik, tapi juga jadi teladan dan contoh bagi orang di sekitarnya. Gak cuma itu, dia juga berhasil menggerakan masyarakat untuk “ayoklah baca”.

Gerakannya semakin terlihat lewat progam Diskusi Buku dan Lapak Baca di komunitas Aksara Muda Bangka Belitung. Kegiatan yang itu berawal dari rasa prihatin ke minat baca masyarakat desanya masih jauh banget dari kata oke. Menurutnya, tidak sedikit orang yang minat bacanya sangat rendah. Sehingga membuat pengetahuannya terbatas.

Rasa prihatin ini tumbuh berdampingan dengan kepedulian. Dari sebelumnya hanya rasa, gini menjadi aksi nyata. Melahirkan sebuah keinginan untuk menyisipkan satu kebiasaan baru yang baik di masyarakat. Dalam gerakan sunyi namun terukur, perlahan-lahan ia mulai menyuntikan virus literasi yang telah bergejolak dalam dirinya. Bahaya dan sangat menular.

Diskusi Buku dan Lapak Baca

Kecintaanya pada budaya literasi akhirnya sampai ke gerakan Diskusi Buku dan Lapak Baca. Idenya muncul pada tahun 2019, bersama teman-teman kuliahnya, dia bertekad untuk membangun budaya literasi di masyarakat.

ramsyah al akhab ASTRA
ramsyah al akhab ASTRA

Dengan modal yang sangat besar, yakni konsistensi, akhirnya Ramsyah Al Akhab berhasil menyatukan beberapa orang untuk membentuk komunitas literasinya. Kegiatan rutin mulai digelar. Tidak mewah, hanya sebuah tikar kecil dan suguhan sederhana. Namun, kegiatan yang mereka lakukan, membawa dampak besar.

Dari dasar hingga muncul ke permukaan, dari gelap menjadi gempita, dari bilik-bilik tumbuh menjadi ruang alternatif berkumpulnya pemuda sebagai generasi melek literasi. Isi kegiatannya adalah membaca buku, membentuk kelompok kecil, dan mendiskusikan hasil bacaannya.

Meski Ada Tantangan, Tapi Gak Ngaruh!

Banyak tantangan dan hambatan yang ia alami. Seperti keterbatasan fasilitas, minimnya finansial, tempat yang kurang nyaman, serta yang paling gonjang ganjing adalah rendahnya minat baca masyarakat sekitar. Namun, hal itu gak masalah baginya, malah bikin jiwa literasinya meronta-ronta.

Ramsyah Al Akhab terus mendayung perahu literasinya. Berkolaborasi dengan lebih banyak pihak secara bertahap untuk memperbesar dampak dan memudahkan terlaksananya progam Diskusi Buku dan Lapak Baca.

Kepeloporan Ramsyah Al Akhab mampu membuka mata kita akan pentingnya membaca sebagai bagian dari proses belajar yang berlaku sepanjang hayat. Menyadarkan bahwa belajar tidak terbatas ruang, waktu, bahkan kendala fasiltas atau yang lainnya.

Tindakannya hanya ingin merubah peradaban jadi lebih baik. Bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk melihat masyarakat di sekitarnya memiliki kehidupan yang berpijak pada ilmu pengatahuan dan kebijaksanaan. (IF)

#APA2025-ODOP/PLM/BLOGSPEDIA

editor
editor

salam hangat

Leave a Comment