5 Cara Mengatasi Ponsel Ketumpahan Air, Jangan Panik!

ponsel ketumpahan air

Modernis.co, Jakarta – Hal pertama yang dilakukan buat mengatasi ponsel ketumpahan air bukan teriak-teriak, gak kudu tantrum. Akan tetapi harus banget lakukan cara jitu ini.

Siapa, sih, yang nggak pernah panik saat handphone kesayangan tiba-tiba kecebur, ketumpahan air, atau kena hujan deras? 

Perasaan deg-degan pasti, takut ponsel mati total jelas ada, dan kepikiran data bakalan hilang jadi puncak ovtmu. Rasanya kayak dapat red flag dari semesta, ya! 

Santai dulu gak sih. Jangan langsung cringe dan panik berlebihan. Ternyata, ada beberapa langkah cepat dan tepat yang bisa kita lakukan. 

Penanganan awal itu periodt penting banget untuk menentukan nasib si ponsel. Daripada buang-buang waktu, mending langsung spill the tea tentang 5 trik jitu ini.

1. Matikan Ponsel dan Jangan Di-Charge

Begitu tahu ponsel ketumpahan air, reaksi pertama yang harus dilakukan itu ya matikan daya. Jangan coba-coba menyalakannya atau malah iseng mencolok charger. Kenapa? 

Ibaratnya kamu abis mandi atau renang, terus lu mau gitu nyolokin tangan ke colokan listrik. Gak kan? Jadi, air adalah konduktor listrik. 

Kalau ponsel masih menyala atau diisi daya, air di dalamnya bisa memicu korsleting yang merusak komponen internal. Ini dia yang bikin ponsel jadi rusak total. 

Jadi kalauu ponsel masih idup, tekan tombol power sampai benar-benar mati, lalu cabut semua aksesori. No cap, ini langkah paling krusial!

2. Lucutin dan Jangan Diguncang

Setelah ponsel ketumpahan air biasanya langsung mati, segera bongkar semua yang bisa kita lepas. Ini termasuk slot kartu SIM, kartu memori (microSD), dan kalau baterainya bisa dicopot, copot juga! 

Bagian-bagian kecil ini seringkali menjadi tempat air bersembunyi. Dengan melepasnya, kita memberi ruang agar air bisa keluar dan proses pengeringan bisa maksimal. 

Tiriskan ponsel sebentar, tapi ingat, jangan diguncang-guncang terlalu keras! Goyangan keras justru membuat air yang tadinya cuma di permukaan jadi masuk lebih dalam dan lowkey merusak motherboard.

3. Keringkan Pake Proses Alami

Ponsep ketumpahan air bisa diatasi dengan tisu atau kain microfiber yang lembut. Tepuk-tepuk dan lap perlahan seluruh permukaan ponsel, termasuk layar dan bagian belakang.

Fokus juga pada semua celah, seperti port charging dan lubang speaker atau earphone. Penting: Jangan pernah coba mengeringkan ponsel pakai hair dryer atau menjemurnya di bawah sinar matahari langsung. 

Panas berlebihan bisa merusak layar dan komponen lain. Lebih baik pakai kipas angin biasa dengan kecepatan rendah. Biarkan udara mengalir dan menguapkan air secara alami.

4. Gunakan Silika Gel

Mitos pakai beras untuk mengeringkan ponsel itu sebenarnya sudah basic dan kurang efektif. Partikel beras bahkan bisa tersangkut di port. 

Solusi yang lebih slay adalah menggunakan Silica Gel. Benda kecil yang biasanya kita temukan di dalam kemasan sepatu atau tas baru ini adalah penyerap kelembaban super. 

Cari beberapa bungkus silica gel, masukkan ponsel bersama bungkusan-bungkusan itu ke dalam wadah kedap udara (misalnya, kotak plastik tertutup). Setelah itu diamkan.

Biarkan ponsel di dalamnya minimal seharian penuh atau 24-48 jam. Proses ini bakal menarik sisa kelembaban yang masih terperangkap di dalam.

5. Coba Aplikasi Pengusir Air dari Speaker

Kalau sudah yakin ponsel kering, coba nyalakan. Kalau semua aman kecuali suara speaker yang kedengaran sember, itu tandanya air masih berdiam diri di lubang speaker.

Tenang, ada trik keren buat ini! Beberapa ponsel sekarang punya fitur pengusir air bawaan. Akan tetapi kalo gak ada, kamu bisa pake cara kedua.

Putar musik dengan frekuensi nada tinggi dari YouTube atau app favoritmu. Getaran suara yang dihasilkan akan membantu mendorong partikel air keluar dari speaker. 

Setelah semua langkah ini selesai, coba nyalakan ponsel. Kalau berfungsi normal, kamu berhasil! Tapi, kalau ada yang aneh, misalnya layar bergaris atau ponsel cepat panas, jangan ragu bawa ke tempat servis profesional. 

Mereka punya alat dan keahlian untuk membongkar dan mengeringkan komponen secara menyeluruh. Jangan Fomo buat bongkar sendiri.

Bisa sih kebongkar, tapi gak bisa balikin lagi wkwk. Gapapa kok keluar sedikit biaya daripada ovt-ovt yang di awal tadi beneran terjadi kan. Good luck! (IF)

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment