Modernis.co, Jakarta – Penyebab gangguan belajar anak sangat beragam. Banyak hal yang dapat menjadi faktor pendorong kesulitan belajar mereka.
Gangguan belajar pada anak merupakan ketakutan terbesar bagi orang tua yang memberikan perhatian tulus ke anaknya. Pasalnya dewasa ini tidak sedikit orang tua yang acuh pada aktivitas belajar anaknya.
Melihat anak kesulitan belajar di sekolah maupun di rumah bisa menjadi situasi yang sangat memprihatinkan. Seringkali masalah ini bukan karena anak malas atau kurang cerdas.
Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab gangguan belajar pada anak muncul. Baik yang berasal dari dalam diri maupun lingkungan sekitarnya. Beberapa faktor ini dapat diobati atau paling tidak dapat diminimalisir dampaknya pada anak.
Marilah kita bedah lima penyebab utama gangguan belajar pada anak yang harus orang tua ketahui. Apa saja?
1. Faktor Genetik atau Keturunan
Kesulitan belajar bisa diwariskan dari orang tua. Jika ada anggota keluarga memiliki riwayat gangguan belajar, kemungkinan besar keturunan selanjutnya juga bisa mengalaminya.
Gangguannya tidak selalu sama. Akan tetapi gangguan dari faktor keturunan membawa risiko lebih tinggi atau tingkat gangguan yang semakin parah.
Misalnya jika generasi kakek-nenek ada yang tidak bisa membaca, bisa saja cucu mereka ada yang mengalami hal yang sama atau berbeda namun dengan kesulitan yang lebih parah.
Otak anak mungkin memproses informasi dengan cara yang unik, mirip dengan kerabatnya. Hal ini bisa diantisipasi dengan melakukan upaya ekstra agar dampak negatifnya dapat berkurang.
2. Masalah Selama Kehamilan atau Kelahiran
Perkembangan otak anak sangat rentan pada masa kehamilan maupun ketika melahirkan yang dijalani oleh orang tua. Pada masa kehamilan kesehatan dan kecukupan gizi ibu harus terjaga.
Komplikasi ketika kelahiran bisa dalam bentuk prematur, berat badan lahir rendah, kekurangan oksigen saat lahir, atau ibu yang mengalami infeksi selama hamil bisa mempengaruhi struktur otak anak.
Dampak dari perkembangan otak yang terhambat dapat membuat anak mengalami kesulitan dalam fungsi-fungsi belajar tertentu saat mereka tumbuh besar.
3. Paparan Racun Lingkungan
Lingkungan tempat anak tumbuh juga memainkan peran penting. Paparan racun tertentu, seperti timbal atau bahan kimia berbahaya lainnya, bisa merusak perkembangan otak anak.
Paparan racun seperti timbal sering ditemukan dalam cat lama atau air minum dari pipa tua. Dampaknya bisa mengganggu kemampuan kognitif anak, termasuk fokus, daya ingat, dan pemecahan masalah, yang pada akhirnya mempengaruhi proses belajar mereka.
4. Cedera Otak atau Penyakit Neurologis
Trauma fisik pada kepala atau penyakit yang menyerang sistem saraf pusat juga bisa menjadi pemicu gangguan belajar.
Misalnya anak yang pernah mengalami gegar otak serius, meningitis, atau epilepsi beresiko lebih tinggi mengalami kesulitan dalam belajar.
Kondisi ini bisa merusak area otak yang bertanggung jawab untuk memproses informasi, sehingga anak kesulitan menyerap pelajaran di sekolah.
Dalam beberapa kasus seringkali ditemukan seseorang (anak-dewasa) yang mengalami cedera pada otak dan mengarah ke penyakit tertentu dapat tiba-tiba kehilangan separuh atau penuh fungsi otaknya.
Oleh karena itu ketika buah hati masih dalam proses perkembangan, jagalah mereka dengan sebaik-baiknya. Jauhkan dari benda atau aktivitas yang dapat menjadi pemicu terjadinya benturan keras di area kepala.
5. Lingkungan Belajar yang Tidak Mendukung
Meskipun bukan penyebab langsung dari gangguan neurologis, lingkungan belajar yang kurang mendukung bisa memperburuk atau menonjolkan kesulitan belajar yang sudah ada.
Suasana rumah yang tidak kondusif untuk belajar, kurangnya stimulasi pendidikan, atau metode pengajaran di sekolah yang tidak sesuai dengan gaya belajar anak bisa membuat anak semakin tertinggal.
Anak membutuhkan lingkungan yang positif dan adaptif agar bisa berkembang optimal. Mengidentifikasi penyebab gangguan belajar anak adalah langkah awal yang sangat penting.
Dengan memahami akarnya, kamu bisa mencari bantuan yang tepat, seperti konsultasi dengan psikolog anak atau ahli pendidikan.
Dukungan yang konsisten dan strategi belajar yang disesuaikan akan membantu anak mengatasi tantangan mereka dan meraih keberhasilan di masa depan. (IF)





Kirim Tulisan Lewat Sini