5 Cara Efektif Mengatasi Gangguan Belajar Anak

gangguan belajar anak

Modernis.co, Jakarta – Gangguan belajar anak perlu ditangani dengan serius agar kelak mereka tidak mengalami kesulitan-kesulitan dalam menjalani kehidupannya. 

Apalagi dalam ajaran Islam, kita tidak boleh meninggalkan generasi yang lemah. Sebagai orang tua kita punya tanggung jawab yang besar menjadikan anak mampu mengatasi tantangan kehidupan.

Kemampuan belajar anak menjadi titik awal dimana anak-anak bisa menjalani peran kehidupannya. Namun apa yang terjadi jika ternyata anak memiliki gangguan belajar?

Gangguan belajar anak dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Namun faktor eksternal menjadi yang paling besar mempengaruhi anak.

Anak adalah peniru ulung. Apa yang orang dewasa di sekitarnya lakukan akan diikuti terlepas hal itu baik atau buruk. Sehingga lingkungan sangat mempengaruhi tumbuh kembang mereka.

Melihat anak kesulitan belajar di sekolah tentu membuat hati kita ikut sedih. Namun, penting untuk diingat bahwa gangguan belajar bukanlah akhir dari segalanya. 

Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan yang konsisten, anak bisa mengatasi tantangan ini dan meraih potensi terbaiknya. 

Berikut adalah lima cara efektif yang bisa kamu terapkan untuk membantu anak mengatasi gangguan belajar.

1. Lakukan Diagnosis Dini

Langkah pertama dan paling krusial adalah memahami apa yang sebenarnya anak alami. Jika kamu melihat tanda-tanda gangguan belajar, jangan menunda untuk mencari bantuan profesional. 

Bawa buah hati tercinta ke psikolog anak, psikolog pendidikan, atau dokter spesialis tumbuh kembang. Mereka akan melakukan pemeriksaan secara profesional.

Memberikan serangkaian tes untuk mendiagnosa jenis gangguan belajar yang spesifik dan memberikan rekomendasi penanganan yang sesuai. Diagnosis dini membuka jalan untuk intervensi yang lebih cepat dan efektif.

2. Kembangkan Rencana Pendidikan Individual (RPI)

Setelah diagnosis, penting untuk bekerja sama dengan pihak sekolah untuk membuat Rencana Pendidikan Individual (RPI). RPI adalah program belajar yang disesuaikan khusus untuk kebutuhan gangguan belajar anak. 

Pembelajaran RPI akan melakukan penyesuaian materi pelajaran, metode pengajaran yang berbeda, atau waktu tambahan untuk mengerjakan tugas. 

Pastikan kamu aktif berkomunikasi dengan guru dan staf sekolah agar rencana ini berjalan optimal dan anak mendapatkan dukungan yang konsisten.

3. Gunakan Metode Belajar yang Beragam dan Multisensori

Anak dengan gangguan belajar seringkali tidak cocok dengan metode pengajaran tradisional. Coba terapkan pendekatan multisensori yang melibatkan berbagai indra anak. 

Ketika anak kesulitan membaca, minta mereka membaca sambil mendengarkan audio, menuliskan kata-kata di pasir, atau menggunakan kartu bergambar. 

Libatkan indra penglihatan, pendengaran, sentuhan, bahkan gerakan. Metode ini membantu anak memahami dan mengingat informasi dengan cara yang lebih sesuai untuk mereka.

4. Bangun Lingkungan Belajar yang Mendukung dan Bebas Tekanan

Lingkungan yang positif sangat mempengaruhi kemampuan anak untuk belajar. Di rumah, ciptakan area belajar yang tenang, bebas dari gangguan, dan nyaman. 

Hindari memberikan tekanan berlebihan atau memarahi anak saat mereka kesulitan. Sebaliknya, berikan dukungan penuh, pujian atas usaha mereka, dan ingatkan bahwa membuat kesalahan adalah bagian dari proses belajar. 

Jaga suasana agar anak merasa aman dan termotivasi untuk terus mencoba. Ciptakan lingkungan belajar baik itu berbentuk fasilitas maupun budaya keluarga pembelajar.

5. Fokus pada Kekuatan Anak dan Kembangkan Keterampilan Hidup

Meskipun anak memiliki kesulitan dalam satu area, mereka pasti memiliki kekuatan di bidang lain. Identifikasi bakat dan minat anak, lalu kembangkan hal tersebut. 

Jika anak mahir dalam seni, olahraga, atau musik, dorong mereka untuk terus berlatih. Ajarkan keterampilan hidup sehari-hari seperti mengelola waktu, berorganisasi, atau memecahkan masalah. 

Perhatian pada hal-hal ini akan membangun rasa percaya diri anak dan mempersiapkan mereka untuk sukses di luar akademis.

Mengatasi gangguan belajar anak memang membutuhkan kesabaran dan komitmen jangka panjang. Kekuatan cinta dan ketulusan orang tua dapat meluluhkan segalanya.

Dengan dukungan dan strategi yang tepat dari orang tua akan membuat anak dapat mengatasi gangguan belajar, bahkan berkembang dengan capaian prestasi yang tak terduga. (IF)

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment