Terpilih Jadi Ketum PSI, Ini 5 Fakta Menarik dan Kontroversi Kaesang Pangarep

kaesang pangarep ketum psi

Modernis.co, Solo – Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, kembali terpilih sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Kongres yang digelar di Solo pada 19 Juli 2025.

Di balik kemenangannya ternyata ada sejumlah fakta menarik dan kontroversi yang menyertainya perjalanan politiknya. Berikut lima di antaranya:

1. Menang Telak dengan 65,28% Suara

Kaesang Pangarep berhasil memperoleh 65,28% suara dalam pemilihan ketua umum PSI, mengalahkan dua pesaingnya yaitu Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron (22,23%) dan Agus Mulyono (12,49%).

2. PSI Terapkan Sistem E Vote

Kongres PSI kali ini menggunakan sistem demokrasi langsung, di mana setiap kader memiliki hak suara dengan sistem e-vote. Sistem ini tentu menjadi salah satu hal yang efektif dan cepat dalam proses pemilihan ketua umum partai politik.

Pemilihan dilakukan secara digital melalui sistem e-vote, dan hasilnya menjadikan Kaesang pemimpin PSI untuk periode 2025–2030.

3. Dulu Ogah Terjun ke Dunia Politik

Sebelum bergabung dengan PSI, Kaesang Pangarep pernah menyatakan bahwa dirinya tidak tertarik masuk politik. Pernyataannya itu sempat viral dan menjadi sorotan, apalagi setelah ia justru terjun dan kini memimpin sebuah partai politik.

Hal ini menimbulkan kritik yang tajam dan terus-menerus, terutama dari pihak yang menilai keluarga Jokowi terlalu dominan dalam memainkan politik dinasti.

4. Dua Hari Kader Langsung Jadi Ketum PSI

Pada September 2023, Kaesang Pangarep resmi bergabung dengan PSI. Hanya dalam dua hari kemudian, ia langsung diangkat menjadi Ketua Umum, membuat publik terkejut dan memunculkan spekulasi soal proses internal partai dan proses kaderisasi yang tidak matang dalam tubuh PSI.

5. Kontroversi Jet Pribadi

Kaesang sempat disorot karena bepergian ke Amerika bersama istrinya dengan jet pribadi milik temannya pada Agustus 2024. Ia kemudian mendatangi KPK untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan gratifikasi.

Kaesang Pangarep kini menjadi simbol dalam melakukan pembaruan di PSI. Ia berkomitmen dalam menjadikan PSI menjadi partai yang  demokratis dan kompetitif pada Pemilu 2029 mendatang. Meskipun pada Pilpres 2024 PSI gagal menuju senayan.

Demikian beberapa fakta menarik dan kontroversi Kaesang Pangarep dalam perjalanan karir politiknya. (MA)

Redaksi
Redaksi

Mari narasikan pikiran-pikiran anda via website kami!

Leave a Comment