Putusan MK : Tak Ada Jeda Melawan Munkar

IMM Malang

Modernis.co, Malang – Semua adalah ujian. Ujian bagi yang kalah adalah tetap bersabar dan berlapang dada. Ujian yang menang adalah tetap besyukur dan amanah. Sungguh ajaib kehidupan orang mu’min–kata Rasulullah suatu ketika bila di uji kalah dia bersabar bila diuji menang dia bersyukur. Keduanya tetap baik dan pahala baginya.

Siapa yang berjuang untuk pemilu maka dia akan pulang setelah nyoblos di bilik suara. Siapa yang berjuang untuk Pilpres, maka dia akan duduk manis setelah hitung suara KPU ditetapkan. Siapa yang berjuang menegakkan keadilan hanya lewat Mahkamah Konstitusi (MK), maka dia akan mengeluh putus asa setelah putusan MK dibacakan.

Haram hukumnya menuhankan demokrasi dan semua perangkatnya: Prabowo -Jokowi hanyalah capres bukan thaghuts yang diberhalakan tempat menggantungkan nasib dan harapan–itu musyrik. Nasib umat Islam tidak bergantung pada sistem demokrasi apalagi digantungkan pada kemenangan Prabowo-Sandi atau Jokowi-Ma’ruf. Pun dengan menyandarkan keadilan pada putusan MK juga musyrik. Kemenangan yang sesungguhnya hanya milik Allah-pengadilan yang sesungguhnya adalah pengadilan Allah azza wa jalla.

Bagi mu’min melawan kebatilan dan kemunkaran adalah kewajiban yang terus melekat sepanjang hayat. Tidak bergantung ruang dan waktu. Tidak berakhir setelah Pilpres selesai dan putusan MK dibacakan.

Setelah Pilpres ada jihad yang lebih besar ketimbang nyoblos dibilik suara: jihad melawan kemiskinan, kebodohan, perzinahan, ketidak adilan dan ketidak merataan, kesenjangan ekonomi dan sosial, menjaga kedaulatan bangsa dan masih banyak lagi. Umat Islam akan terus melawan kemungkaran politik–kemunkaran sosial–kemungkaran budaya–kemunkaran ekonomi. Perjuangan melawan kemungkaran tidak akan pernah berhenti sebagai Fardhu ‘ain: baik munfarid maupun jamaai.

Islam tegak bukan karena Prabowo –Islam tak bergantung Prabowo–Islam tak akan hancur karena kekalahan seorang capres dalam Pilpres yang dituduhkan curang. Syariat Islam ditegakkan bukan karena seseorang–pun sebaliknya–Islam kalah juga bukan karena kekalahan seseorang.

Kita makmurkan masjid–kita banyakkan sedekah–kita kunjungi kerabat yang memutus–kita doakan yang sakit–kita hiburkan yang sedih–kita ajarkan Al Quran–kita tradisikan yang sunah–kita hilangkan yang bid’ah–inilah jihad melawan munkar.

Nabiku bersabda: 
‘Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.”

Siapa yang hijrah karena perempuan yang ingin dinikahinya atau harta yang dikejarnya—maka itu pula yang akan didapat tanpa terkurangi .. .. maka lawan kemungkaran bukan karena Prabowo-Jokowi tapi lillah karena Allah tabaraka wataala!

Oleh : Nurbani Yusuf (Pegiat Komunitas Padhang Mahsyar Malang/Kiayi Muhammadiyah Malang)

Ayo, Sebarkan Kebaikan..!

Related posts

Leave a Comment