Mahasiswa Lebih Boros pas Jadi Anak Kos, Ini 5 Alasannya!

Mahasiswa Lebih Boros pas Jadi Anak Kos, Ini 5 Alasannya!

Modernis.co, Jakarta – Tidak sedikit dari mahasiswa lebih boros pas lagi cosplay jadi anak kos. Gak jarang juga uang kiriman orang tua cepet ludes di pertengahan bulan!

Menjadi anak kos adalah salah satu pengalaman yang paling berkesan buat banyak mahasiswa. Dari yang awalnya tinggal bareng keluarga, tiba tiba harus mengatur hidup sendiri. 

Mulai dari urusan makan, mencuci, sampai mengelola uang bulanan. Kedengarannya seru, tapi di balik itu ada satu masalah yang sering muncul, yaitu dompet yang makin cepat menipis.

Banyak mahasiswa merasa uang bulanan yang awalnya terlihat cukup ternyata habis sebelum akhir bulan. Bahkan ada yang baru menerima kiriman uang Rp1.500.000 atau Rp2.000.000.

Namun uang segitu dalam dua minggu saldo udah tinggal kenangan. Kalo kamu pernah ngalamin hal ini, tenang aja. Kamu gak sendirian. 

Ada beberapa alasan yang bikin mahasiswa lebih boros saat jadi anak kos. Berikut ini penyebabnya!

1. Sering Pesan Makanan Online!

Saat tinggal bersama orang tua, makanan biasanya udah tersedia di rumah. Tapi pas jadi anak kos, semua kebutuhan makan harus dipenuhi sendiri. 

Akibatnya banyak mahasiswa yang lebih sering membeli makanan daripada memasak. Misalnya sehari menghabiskan Rp25.000 untuk makan siang dan Rp25.000 untuk makan malam. 

Belum termasuk minuman atau camilan. Dalam sehari bisa habis sekitar Rp60.000. Kalo dikalikan 30 hari, pengeluaran makan bisa mencapai Rp1.800.000. Auto bikin dompet megap-megap.

Terlebih jika urusan perut itu dibeli lewat aplikasi online yang seringkali ngasih ongkos kirim gede. Sehingga pengeluaran jadi makin banyak!

2. Tergoda Promo dan Diskon Online

Aplikasi belanja dan layanan pesan makanan sekarang rajin banget kasih promo. Awalnya cuma mau lihat-lihat, eh tiba tiba checkout. 

Awalnya cuma mau beli satu barang, eh malah nambah beberapa barang lain karena ada diskon. Banyak mahasiswa merasa hemat karena mendapat potongan harga Rp20.000 atau Rp30.000. 

Padahal mereka mengeluarkan uang lebih banyak untuk barang yang sebenarnya gak terlalu dibutuhkan. Ini salah satu jebakan yang sering bikin pengeluaran jadi membengkak tanpa sadar.

3. Nongkrong Jadi Agenda Rutin Mahasiswa

Punya teman baru di kampus memang menyenangkan. Apalagi kalo sering nongkrong setelah pulang kuliah. Awalnya mungkin cuma sekali seminggu, tapi lama-lama bisa jadi berkali-kali dalam seminggu.

Bayangkan sekali nongkrong menghabiskan Rp50.000 sampai Rp100.000. Kalo dilakukan empat kali dalam seminggu, pengeluarannya bisa mencapai Rp200.000 sampai Rp400.000.

Dalam sebulan, angka ini bisa tembus lebih dari Rp1.000.000. Dompet langsung masuk mode kritis. 

4. Belum Terbiasa Mengatur Keuangan

Banyak mahasiswa baru yang belum punya pengalaman mengelola uang sendiri. Saat menerima uang bulanan, mereka merasa jumlahnya masih banyak sehingga bebas dipakai untuk berbagai hal.

Akibatnya pengeluaran kecil-kecil yang terlihat sepele terus bertambah. Beli kopi Rp20.000, camilan Rp15.000, atau transportasi Rp10.000. Kalo dilakukan terus-menerus, jumlahnya bisa sangat besar di akhir bulan. 

Istilahnya, uang habis bukan karena satu pengeluaran besar, tapi karena bocor halus dari banyak arah.

5. Mahasiswa FOMO dan Ikut Tren

Fenomena FOMO atau takut ketinggalan tren juga jadi salah satu penyebab mahasiswa boros. Banyak mahasiswa ngikut temen-temennya soal urusan yang lagi tren! 

Contohnya kek membeli barang baru, mencoba tempat makan viral, atau datang ke acara tertentu biar gak ketinggalan info pas ngobrol di tongkrongan. Itu Scam!

Padahal gak semua tren perlu diikuti. Kadang demi terlihat update, seseorang rela menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk hal yang sebenarnya gak terlalu penting. 

Akhirnya uang bulanan habis lebih cepat, sementara kebutuhan utama malah terabaikan. Duh, plot twist yang menyakitkan.

Menjadi anak kos memang mengajarkan banyak hal, termasuk cara mengelola keuangan dengan bijak. Pengeluaran yang terlihat kecil ternyata bisa berdampak besar kalo dilakukan terus-menerus tanpa kontrol. 

Makanya penting banget buat mulai mencatat pemasukan dan pengeluaran sejak awal. Bukan berarti mahasiswa harus hidup super hemat sampai gak bisa menikmati masa kuliah.

Nongkrong, jajan, dan bersenang-senang tetap boleh. Yang penting, semuanya dilakukan dengan perencanaan yang baik. Jadi saat akhir bulan datang, kamu gak perlu makan mi instan terus-menerus! 

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment