Syarat Wajib dan Syarat Sah Puasa Ramadhan

syarat wajib dan syarat sah puasa

Modernis.co, Lamongan – Sebelum melihat syarat sah puasa Ramadhan, pastikan terlebih dahulu bahwa kamu memenuhi syarat wajib untuk melakukan puasa Ramadhan.

Bagi sebagian orang mungkin hal ini seperti dua istilah yang serupa, padahal beda. Apa sih bedanya syarat wajib dan syarat sah?

Gampangnya begini:

  • Syarat wajib → Kalau terpenuhi, kamu harus puasa. Namun jika kamu punya udzur syari maka kamu akan dapat rukshah dalam beribadah puasa ini.
  • Syarat sah → Kalau bisa dijaga, maka puasanya diterima. Akan tetapi jika kamu melanggar syarat sah, maka puasa akan batal.

A. Syarat Wajib Puasa Ramadhan

Para ulama seperti Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menjelaskan bahwa syarat wajib puasa itu ada beberapa

  1. Islam

Semua umat Islam wajib puasa Ramadhan. “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

  1. Baligh

Semua umat Islam yang memasuki usia baligh wajib berpuasa Ramadhan. Bagi perempuan tandanya sudah menstruasi. Sedangkan laki-laki mimpi basah.

  1. Berakal

Orang yang tidak memiliki gangguan kejiwaan maka diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan.

  1. Mampu

Orang yang memiliki kemampuan dalam hal kesehatan dan fisik maka wajib menjalankan ibadah puasa.

  1. Tidak sedang Haid

Perempuan yang sedang menstruasi maka tidak wajib menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Namun tetap wajib menggantinya di hari lain di luar bulan Ramadhan.

Jika kamu sudah memenuhi semua syarat wajib, maka kamu wajib melaksanakan puasa. Sekarang, perhatikan juga syarat sah puasa Ramadhan agar Allah menerima ibadahmu.

B. Syarat Sah Puasa

1. Niat

Niat itu pondasi. Tanpa niat, puasa nggak sah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Niat puasa Ramadhan harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar.

2. Suci dari Haid dan Nifas

Kalau darah haid masih ada sampai setelah Subuh, maka puasanya belum sah. Sehingga, jika ketika puasa tiba-tiba kamu haid, berarti kamu udah batal total. Gapapa, sabar aja ya gaes.

3. Dilakukan pada Waktu yang Ditetapkan

Puasa itu dilakukan mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Jadi selama itu kamu harus menahan diri dari hal-hal yang dapat menghilangkan pahala maupun membatalkan puasa. Dalilnya jelas:

“Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam.” (QS. Al-Baqarah: 187)

4. Menahan Diri dari Hal-Hal yang Membatalkan

“Perempuan memang tidak bisa menahan datangnya haid karena itu sudah ketentuan Allah. Tapi setiap orang tetap bisa dan harus menjaga dirinya dari makan, minum, serta berhubungan suami istri di siang hari saat berpuasa.”

Rasulullah bersabda dalam hadis qudsi: “Ia meninggalkan makan, minum, dan syahwatnya karena-Ku.” (HR. Bukhari)

Alangkah lebih baik, selain menjaga diri dari hal yang membatalkan puasa. Kita juga perlu memperhatikan hal-hal yang bisa mengurangi, bahkan menghilangkan pahala puasa.

Puasa itu bukan cuma nahan lapar. Ini latihan iman, kontrol diri, dan bukti cinta kita kepada Allah. Bulan Ramadhan harus benar-benar dimanfaatkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Sehingga kita bisa nemuin versi terbaik diri. 

Memperbanyak kebiasaan baik, memperkokoh tembok keimanan dan ketaqwaan, meningkatkan ibadah dan amal saleh.

Harapannya selama bulan Ramadhan ini bisa meraih pahala sebanyak-banyaknya dan mendapat hidayah untuk menjadi manusia yang lebih bijaksana kedepannya.

editor
editor

salam hangat

Leave a Comment