Modernis.co, Jakarta – Bisa dijadikan bahan membuat pupuk kompos, namun sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering sering berakhir di tempat sampah setelah kamu selesai memasak.
Bahan-bahan tersebut bisa kamu manfaatkan untuk membuat pupuk kompos sendiri di rumah. Selain mengurangi sampah organik, kegiatan ini juga membantu menyediakan bahan pembenah tanah untuk kebun rumahan.
Membuat kompos gak harus membutuhkan lahan luas atau peralatan mahal. Kamu bisa memulai dengan wadah sederhana, sisa bahan dapur yang sesuai, dan sedikit kesabaran.
Namun, kamu perlu memahami bahwa kompos membutuhkan keseimbangan bahan, udara, dan kelembapan. Kalau kamu asal memasukkan semua sampah ke dalam wadah, tumpukan bahan justru bisa mengeluarkan bau gak sedap.
Supaya prosesnya lebih mudah, yuk, pelajari cara membuat pupuk kompos sendiri yang praktis dan cocok untuk pemula!
1. Pilih Bahan untuk Pupuk Kompos Sendiri
Langkah pertama adalah memilah sampah dapur. Kamu bisa menggunakan kulit buah, sisa sayuran mentah, ampas kopi, dan kulit telur yang sudah dihancurkan.
Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) dalam panduan “Composting at Home”, proses pengomposan membutuhkan bahan kaya nitrogen atau bahan hijau serta bahan kaya karbon atau bahan cokelat.
Kamu bisa menambahkan daun kering, potongan kardus polos tanpa lapisan mengilap, atau kertas tanpa tinta berlebihan sebagai bahan cokelat.
Hindari memasukkan daging, tulang, produk susu, minyak, dan makanan berlemak ke kompos rumahan biasa karena bahan tersebut bisa mengundang hama dan menimbulkan bau.
2. Siapkan Wadah yang Memiliki Sirkulasi Udara
Kamu bisa menggunakan ember besar atau wadah khusus kompos. Pastikan wadah memiliki lubang udara dan sistem drainase yang memadai agar bahan gak terlalu basah.
Letakkan wadah di tempat yang mudah kamu jangkau dan gak mengganggu aktivitas rumah. Kamu juga bisa menggunakan wadah bertutup untuk mengurangi gangguan serangga, tetapi tetap jaga sirkulasi udara.
Sebelum mulai membuat pupuk kompos sendiri, siapkan juga wadah kecil di dapur untuk mengumpulkan sisa sayuran dan kulit buah. Cara ini membuat proses pemilahan lebih praktis dan membantu kamu mengurangi sampah yang tercampur dengan plastik.
3. Campurkan Bahan Hijau dan Bahan Cokelat
Masukkan bahan cokelat seperti daun kering sebagai lapisan awal. Setelah itu, tambahkan sisa sayuran atau kulit buah, lalu tutup kembali dengan bahan cokelat.
EPA menyarankan penggunaan sekitar dua sampai tiga bagian bahan kaya karbon untuk setiap satu bagian bahan kaya nitrogen berdasarkan volume.
Kamu gak harus mengukur setiap bahan dengan alat khusus. Mulailah dengan perbandingan tersebut, lalu perhatikan kondisi tumpukan. Kalau terlalu basah atau berbau, tambahkan bahan kering dan aduk agar udara bisa masuk.
4. Jaga Kelembapan dan Aduk Kompos secara Berkala
Mikroorganisme membutuhkan air dan oksigen untuk menguraikan bahan organik. Karena itu, jaga tumpukan tetap lembap seperti spons yang udah diperas, bukan sampai becek.
Aduk bahan secara berkala untuk membantu sirkulasi udara. Kalau tumpukan terlalu kering, tambahkan sedikit air. Kalau terlalu basah, masukkan daun kering atau kertas polos yang sudah disobek.
Saat membuat pupuk kompos sendiri, perhatikan juga baunya. Bau busuk biasanya menandakan tumpukan terlalu basah atau kekurangan udara. Perbaiki kondisi tersebut dengan menambahkan bahan cokelat dan mengaduknya.
5. Tunggu Sampai Kompos Matang sebelum Menggunakannya
Kompos gak langsung siap setelah kamu mencampurkan semua bahan. EPA menjelaskan bahwa kompos rumahan yang dikelola dengan baik umumnya membutuhkan sekitar tiga sampai lima bulan untuk matang, meskipun waktunya bisa berbeda sesuai kondisi.
Kompos matang biasanya berwarna gelap, bertekstur remah, berbau seperti tanah, dan gak lagi memperlihatkan sebagian besar bentuk bahan awalnya. Kalau masih banyak sisa makanan yang terlihat, lanjutkan proses pengomposan.
Setelah matang, kamu bisa mencampurkan kompos ke media tanam sebagai pembenah tanah. Hindari menggunakan bahan yang masih segar dan belum terurai sempurna langsung pada akar tanaman.
Membuat pupuk kompos sendiri bisa menjadi kebiasaan sederhana yang bermanfaat bagi rumah dan lingkungan. Kamu bisa mengubah sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering menjadi bahan yang membantu memperbaiki kualitas tanah.
Mulailah dari jumlah kecil supaya kamu lebih mudah mengontrol kelembapan dan komposisi bahan. Dengan memilah sampah secara rutin dan merawat tumpukan dengan benar, kamu bisa mengurangi sampah dapur sekaligus mendukung kebun rumahan yang lebih berkelanjutan.




Kirim Tulisan Lewat Sini