Tri Kompetensi Dasar IMM jadi ruh dan rules utama dari perjuangan pergerakan organisasi otonom milik Persyarikatan Muhammadiyah
Baca SelengkapnyaKategori: Opini
Dikotomi Individualisme, Mengembalikan Fungsi Partai Politik
Modernis.co, Serang – Di dalam sistem demokrasi modern saat ini, partai politik memiliki peran penting sebagai penghubungan antara rakyat dan negara, serta wadah kepentingan publik Namun realitanya politik di Indonesia menunjukkan banyaknya penyimpangan perilaku para elit partai politik yang bertentangan dengan nilai-nilai kepentingan rakyat. Fenomena ini juga dapat dianalisis melalu dikotomi individualism, yaitu pertentangan antara kepentingan individu elit dan kepentingan kolektif Masyarakat. Apa itu Dikotomi Individualisme? Individualisme merupakan kebebasan dan kepentingan individu sebagai prioritas utama. Dalam konteks politik, individualisme muncul ketika tokoh politik memanfaatkan jabatan dan kekuasaanya demi keuntungan sendiri…
Baca SelengkapnyaKita Tak Pernah Setara
Modernis.co, Malang – “Sedia payung sebelum hujan” adalah adagium yang kita tak pernah belajar darinya. Tanoh Gayo tempat saya dilahirkan kini menjadi mencekam, menjadi tempat di mana manusia yang sudah hidup dalam alam modern terabaikan hak-hak mendasarnya. Bencana Alam adalah peristiwa berulang dan terus akan berulang. Mencari penyebab terhadap peristiwa sudah banyak yang memaparkan dan kita tidak pernah-pernah belajar. Hutan yang gundul, tanah yang dikeruk, sampah yang semakin menggunung menyebabkan akumulasi banjir saat hujan tiba. Sudah seminggu lebih kejadian berlalu. Bantuan tak kunjung merata, banyak warga terjebak, sebagian sudah pergi…
Baca SelengkapnyaSekapur Sirih Jelang Musyda IMM DIY XXII
Modernis.co, Yogyakarta – Nuansa pembaruan wajah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY akan segera dilaksanakan, dalam waktu dekat. Pada akhirnya harapan demi harapan ditujukan kepada IMM DIY agar dapat menjalankan nilai-nilai yang telah menjadi pilar kehidupan dan keberlangsungan IMM. Kala pergantian kepemimpinan yang saat ini telah di ujung periode yang di nahkodai oleh M. Taufiq Firdaus selaku Ketua Umum, mencoba membangun narasi yang bersemayam harapan dengan tema “Nawasena Ikatan”. Barang tentu asa masa depan yang baik bagi IMM DIY menjadi sebuah keharusan moral bagi seorang pemimpin ketika mencari suksesornya. Makna pergantian…
Baca SelengkapnyaPerjalanan Panjang dan Kiprah Berkemajuan untuk Bangsa
Refleksi 113 Tahun Muhammadiyah Modernis.co, Malang – Tanggal 18 November 2025 menjadi momen ketika Muhammadiyah memasuki usia 113 tahun. Muhammadiyah bukan sekadar organisasi kemasyarakatan, melainkan sebuah gerakan besar yang secara konsisten membentuk wajah Islam Indonesia. Berdiri pada tahun 1912 di bawah gagasan pembaruan KH. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah lahir sebagai jawaban terhadap stagnasi umat dan kebutuhan untuk mempertemukan agama dengan modernitas. Hari ini, setelah lebih dari seabad perjalanan, Muhammadiyah berdiri sebagai salah satu pilar civil society terbesar di Nusantara, memiliki ribuan sekolah, ratusan perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, lembaga kemanusiaan,…
Baca SelengkapnyaMenjaga Nafas Demokrasi Substantif di Tangan Generasi Muda
Modernis.co, Jakarta – Pada 28 Oktober 1928, sekelompok pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul di Jalan Kramat Raya, Batavia. Mereka datang bukan membawa senjata, melainkan membawa semangat dan cita-cita kebangsaan. Dari pertemuan itulah lahir sebuah ikrar monumental yang kita kenal sebagai Sumpah Pemuda: bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu Indonesia. Dalam ruang sederhana itu, lahir tekad kolektif untuk membangun bangsa di atas nilai persatuan dan cita-cita kemerdekaan.Kini, hampir satu abad kemudian, semangat yang sama diuji kembali. Namun, medan perjuangannya berbeda. Pemuda hari ini tidak lagi berhadapan dengan kolonialisme…
Baca SelengkapnyaIroni Guru Honorer: Setelah Gagal Jadi PPPK Penuh Waktu, Kini Terpental dari Skema Paruh Waktu
Modernis.co, OKU Timur – Tahun 2008 bunda sudah mulai bekerja honorer dengan gaji 50 ribu rupiah. Setelah tahun 2011 honornya naik menjadi 300 ribu rupiah. Kemudian tahun 2015 honornya naik menjadi 500 ribu rupiah. Alhamdulillah, rezeki berkah cukup untuk menghidupi dan sekolahkan anak empat. Sampai sekarang anak yang pertama sudah lulus sekolah SLTA jadi harus bekerja untuk melanjutkan kuliah. saya sangat mengharapkan bisa jadi ASN PPPK sehingga pengabdian ini tidak sia-sia semata. Ketika itu berangkat menuju Sekolahan dan di jalan motor kehabisan bensin, uang lagi nggak punya, tetap berjalan kaki…
Baca SelengkapnyaBukan Bela Mahasiswa, Tapi Jual Luka
Modernis.co, Gorontalo – Ada kalanya, yang paling keras berteriak tentang moral, justru paling jauh dari moralitas. Yang paling sering bicara tentang empati justru menjadikan luka orang lain sebagai bahan tontonan. Dan yang paling lantang menuduh “zolim”… terkadang lupa bahwa menuduh tanpa tahu duduk perkaranya, juga bentuk kezoliman. Kisah ini sederhana Seorang mahasiswa, tengah dilanda beban pribadi bukan karena kampus, bukan karena dosen, bukan karena tekanan internal, tapi karena masalah hidup yang hanya Tuhan dan dirinya yang tahu beratnya. Kampus berupaya Menenangkan, mengklarifikasi, dan menjaga agar citra mahasiswa itu tetap aman di mata publik. Bahkan…
Baca SelengkapnyaMerasa Dipinggirkan, Penyuluh Honorer Pertanian Tuntut Diangkat PPPK Paruh Waktu
Modernis.co, OKU Timur – Pada awal tahun 2021 merupakan awal yang sangat membahagiakan, karena saya dapat bergabung dengan Dinas Pertanian sebagai Penyuluh Pertanian. Tugas Penyuluh Pertanian ini sangat penting, di mana Penyuluh Pertanian sebagai ujung tombak dari program Kementerian Pertanian dalam melaksanakan program-program yang dicanangkan Pemerintah, swasembada pangan. Sebagai Penyuluh Pertanian sangat senang dapat membantu orang banyak (Petani) dalam kegiatan pertanian demi program peningkatan produksi dan ketahanan pangan, serta dapat berbagi ilmu, pengalaman, dari Penyuluh ke Petani maupun Petani ke Penyuluh secara langsung. Dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh pertanian saya…
Baca SelengkapnyaStoicisme Sindiran Tertulus Buat si Haus Validasi
Banyak orang yang memilih jadi sampul ketimbang isi pembahasan yang mendalam.
Baca Selengkapnya
Kirim Tulisan Lewat Sini