Modernis.co, OKU Timur – Tahun 2008 bunda sudah mulai bekerja honorer dengan gaji 50 ribu rupiah. Setelah tahun 2011 honornya naik menjadi 300 ribu rupiah. Kemudian tahun 2015 honornya naik menjadi 500 ribu rupiah. Alhamdulillah, rezeki berkah cukup untuk menghidupi dan sekolahkan anak empat.
Sampai sekarang anak yang pertama sudah lulus sekolah SLTA jadi harus bekerja untuk melanjutkan kuliah. saya sangat mengharapkan bisa jadi ASN PPPK sehingga pengabdian ini tidak sia-sia semata.
Ketika itu berangkat menuju Sekolahan dan di jalan motor kehabisan bensin, uang lagi nggak punya, tetap berjalan kaki mendorong sepeda motor menapaki jalan menuju ke sekolah. Saya teringat betul nasihat orangtua agar tulus menjalankan pengabdian sebagai seorang Guru.
Dan naasnya, berbulan-bulan belum kunjung gajian, lantaran nunggu Wali Murid bayar SPP. Semua, tetap mengajar meskipun hilal belum nampak sedangkan kebutuhan primer sangat mendesak.
Sebagai Guru itu penuh tanggungjawab, dan Guru harus profesional oleh karenanya tetap mengajar, tetap memberikan ilmu kepada anak-anak penerus Bangsa. Dengan perjuangan dan pengorbanan Guru dalam mencerdaskan anak bangsa belum jaminan untuk diangkat PPPK dan dihargai, serta diperhatikan.
Ketika itu mau mengikuti tes PPPK, naasnya ada kendala di perjalanan, ada musibah kecelakaan. Saya yang sudah honor selama 20 tahun lebih, sudah masuk database, sudah Honda, sudah berupaya mengikuti prosedur yang ada lantaran sistem ini, tetap nggak bisa ikut Tes PPPK, dan berpotensi dirumahkan lantaran tidak masuk PPPK paruh Waktu.
Kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, memohon meminta dengan sangat, mohon kebijaksanaan, agar nasib kami diperhatikan, terbitkan regulasi untuk kami, revisi edaran KemenPan-RB agar kami bisa masuk PPPK Paruh Waktu.
Untuk saat ini permintaan kami tidaklah muluk-muluk diangkat PPPK paruh waktu sehingga tidak ada yang dirumahkan. Harapan saya kita semua yang tertinggal bisa diangkat semua karena sudah layak. Sudah banyak pengabdian banyak pengabdian untuk negara untuk masa depan bangsa, anak cucu kita nanti.
Jika kisah perih, dan pahit kami ceritakan, dinamika lika-liku sebagai Guru Honorer sangatlah panjang, dan mengharukan, jika diceritakan akan berjilid jilid buku tertulis. Ada ratusan Guru honorer disinyalir masih tercecer, tertinggal di Sumatera Selatan ini belum terakomodir PPPK Paruh Waktu mohon perhatikan kami, kami hanya ingin mengabdi.
Kami ingin pengabdian ini tidak sia-sia bukan jadi sebuah cerita pahit dimasa tua, tapi perjuangan ini jadi cerita manis lantaran Pemerintah hadir untuk peduli mengayomi kami sebagai garda terdepan pembangunan sumber daya manusia utamanya di Kabupaten OKU Timur.
Aku dan rekan-rekan seperjuangan yang tergabung dalam Aliansi Non Database Gagal CPNS/PPPK & TMS 2024 se-Kabupaten OKU Timur. Harapan satu suara kami bisa mengetuk tuan-tuan dan petinggi negeri ini agar peduli, terhadap nasib honorer seperti kami ini. Inilah kisah honorer guru asal Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan, Ani Yusnita, S.Pd.I honor tercatat 10 tahun 2 bulan. (Anggota Aliansi Honorer Non Database BKN Gagal CPNS Kabupaten OKU Timur). (PY)



Kirim Tulisan Lewat Sini