“Engkau mungkin bisa melupakan seseorang yang tertawa bersamamu, tapi takkan mungkin melupakan seseorang yang menangis bersamamu!” -Kahlil Gibran- Modernis.co, Surakarta – Dalam perjuangan sebuah ikatan, ada tangis, tawa, duka, lara dan kekecewaan. Begitu banyak menguras waktu, tenaga, fikiran dan finansial. Berapa banyak pengorbanan untuk menghidupkan sebuah ikatan, memang berat dan melelahkan, itulah kerja keras seorang aktivis muda, memikirkan umat dan kemaslahatan manusia. Tak sekedar memikirkan perihal remeh temeh seperti sifat-sifat hedonisme yang mulai menyebar mahasiswa, lebih mengutamakan kepuasan daripada perihal asupan-asupan budaya memulung ilmu. Semua akan terkalahkan oleh semua hal-hal…
Baca SelengkapnyaHari: 12 Desember 2019
Langit Harapan
Berulang kali menyuruhmu lurus Tetap bangga dengan kasus tak putus-putus Sampai nyilu kaki menahan tandus Tak jua muak Memasang muka dalam meja retorika Mengetuk palu, mengancang takdir Dan hanyut dalam debat kusir Kami nikmati lumpur dari jalur pengesahan Sekaptis menipis dalam kepungan peradaban Terus dikepung dari hal remeh-temeh Diputar jadi nyeleneh Dari gaduh kekuasaan Kami nikmati rangkaian pekik selokan sempit Kadang disuguhi aroma munafik Topeng-topeng bergelantungan Di langit-langit harapan Sekarang putih besok jadi buram Dari merah kadang jadi hitam Lalu apa perlu kami bayar Langit kian padam Kemerdekaan mungkin mimpi…
Baca Selengkapnya
Kirim Tulisan Lewat Sini