Suara Jiwa Pejuang

jiwa pejuang imm

Sebuah harapan yang akan mengisi sepi negeri ini dengan lagu akan cinta dan perjuangan Yang akan terus berlari menggapai haknya akan kesungguhan meraih kemengan Setitik kepercayaan yang dititipkan Ibu Pertiwi untuk memperlambat kehancurannya Yang akan menjawab selalu jiwa-jiwa yang merintih dan berpeluh karena ironisme yang kelam Sehingga pada akhirnya, tirani yang menginjak tanah ini dengan sepatu kekuasaan palsu itu bias dihancurkan Tapi kini….jiwa perjuangan itu, tengah tertidur lelap masih terperangkap oleh rayuan dunia maya yang menjauhkan dari idealisme Masih terkurung oleh keraguan akan masa depan Masih tenggelam di dasar lautan…

Baca Selengkapnya

Aktivis Mentalis Hedonis

mentalis hedonis

Gagah dirimu ketika masuk gedung perkuliahan Menggandeng istilah mahasiswa bersemboyankan untuk kemajuan Bergairah dengan antik-antik kemewahan Tak peduli orang di Rumah serba kesusahan Duduk terdiam Engkau mendengar untaian-untaian materi disampaikan oleh para Dosen Materi tentang keharusan meraih kesuksesan masa depan Dengan memperhitungkan laba dan rugi besar-besaran Sarjana, Pengusaha, Direktur, Pejabat menjadi tolak dasar keberhasilan Petani dan Kuli Bangunan seakan adalah pekerjaan hina nan merendahkan Cobalah berfikir dari rahim mana Engkau dilahirkan ?     Rahim Sarjana ?     Rahim Pengusaha ?     Rahim Pejabat ? Sudahlah! Engkau cukup congkak sampai lupa…

Baca Selengkapnya

Jangan Manfaatkan Ketidaktahuan Kami

imam fahrudin

Tuhan. Negeri ini adalah bangsa yang besar. Merdeka, namun masih terjajah. Melawan saudara sendiri, itu benar. Kami tak mengerti tuhan. Apa yang terjadi pada negeri ini. Yang aku tau pemimpinku telah berjanji. Yang aku tau pemimpinku telah memberi harapan. Yang aku tau pemimpinku telah memberi mimpi. Ya tuhan, mungkinkah itu hanya menjadi pembukaan drama lima tahunan. Yang sewaktu-waktu narasinya dapat diperjual belikan. Apa yang terjadi? Wahai, pemimpinku, apa kabar? Kami tidak butuh pemberian uang, uang akan habis. Kami tidak butuh makanan, makanan akan habis. Kami tidak butuh janji, harapan, dan…

Baca Selengkapnya

Antara Cinta dan Kasta

cinta kasta

Berada dalam masa peralihan Musim yang membakar beberapa gejolak mulai berganti Mungkin dapat bercucuran di sepertiga siang, atau pada arah jarum jam sekian. Keringat, suasana, pikiran dan mungkin yang lain. Dalam berputarnya roda, sang Pencipta memberi fitrah kealaman sama. Tanpa busana, tanpa kerja, tanpa ilmu dan sederet jabatan yang ada.  Tuhan, kau utus kekasihMU yang mulia mengubah, membongkar kebiasaan yang lama. Lahir dalam rangkaian derita, hingga keadaan masyrakat yang buta. Atas keagungannya Kau persembahkan batu neraka bagi para pengacau istana. Memang benar, segala bentuk kelembutan hikmah tersampaikan dengan baik. Firman…

Baca Selengkapnya

Rindu

rindu

Isyarat Tuhan, Gesekan kaki serangga dalam iramanya, kunjungan kunang- kunang memeriahkan tenda pesta. Malam membawa pikiran akan keheningan, kegelapan dan bahasa sepi yang lain. Tidak untuk para penikmat senja, menanti pada gerbang sunyi untuk menggelitik beberapa suasana. Kesenyapan itu kami sebut dengan kata Malam, di mana wajah dunia tak lagi tersenyum dan kabut putih menjadi hiasan dinding langit. Aku berada di sana, membaca bahasa Tuhan tanpa bercerita. Sapaan itu berupa istilah Cinta, Karenanya Ombak yang menggulung pasir di panti akan terhenti. Badai di tengah laut seketika sirna. Jalan setapak panjang…

Baca Selengkapnya

Sekolah Sebuah Ilusi

ilusi sekolah

Selamat datang kawan! Penjara kehidupan tengah menantimu Gedung yang elok yang kau idam-idamkan Bak penjara yang tak beri kau kebebasan Banyak mimpi yang kau khayalkan sebelumnya Salah satunya menjadikan otak bodohmu menjadi cerdas Namun maaf kawan, itu hanya ekspetasi belaka Gedung tempat kau berdiri saat ini adalah kekangan Jangan kaget kawan! Jika mereka tengah bersuara “gedung ini akan mencerdaskan” Itu hanya sebatas keculasan mereka saja Agar kau melancarkan aktivitas perdagangan mereka Gedung yang kau tempati itu kawan layaknya sebuah miniatur perusahaan Kau adalah bagian dari komoditi itu, Kau adalah mesin…

Baca Selengkapnya

Bisik Angin pada Kesunyian

puisi sunyi

Hanya serpihan debu dalam hembus angin Tak terlihat dan tak menawan Masih dalam kebisuan seolah tak mampu meluapkan segala isi dalam benak Tak mampu membisikkan segala kosakata dalam sentuh hati meski lirih Gelora yang tak terlihat namun pedih dirasa sendiri Gejolak hati yang merapatkan bibir Corak indah hanya dalam bayang *Karya : Yesa Nov. P. Ashari (PK IMM hukum UMJ) 

Baca Selengkapnya

Assalaamu’alaikum Cinta

puisi cinta

Assalaamu’alaikum, Cinta.Aku menyapamu dalam rengkuh rinduMenyebutmu dalam bait-bait sakralkuSaat air mata menjadi pelipur gulanaTetesan demi tetesnya adalah dzikirku memohonkanmu.Saat derai tangis tersaksikan tatap sayu Sang RembulanBersimpuh di bawah langit yang samaMenatap harap pada Tuhan yang sama Assalaamu’alaikum, Cinta.Semoga engkau selalu baik di sana.Jarak kerap kali menyiksakuSetiap kali aku berusaha merengkuhmuHanya sebatas do’a dan sholawat yang mampu hantarkan salam rinduku. Assalaamu’alaikum, Cinta.Separuh hatiku tersayat oleh jarak dan cintaTapi sanubariku tersenyum manisMenantikan cintamu dalam do’a dan keyakinan *Karya : Rohi Alfaruq (Kabid Seni, Budaya dan Olahraga PC IMM Malang Raya)

Baca Selengkapnya

Senja

Senja, Adalah candu, memaksa dan lihai menggoda biru Biasnya bahasakan rona Tentang cinta Untaikan lirik dari gaduh yag menyelinap Dari pekik bayi yag mengharap pelukan dan pangkuan. Dari tubuh dekil mengharap santun dan pandang kehangatan. Senja, Dari rona hati yg tempias Kau rebut dan teduh pada kasih dan sayang Dalam malam aku paham Meramu rasa dalam tulus Senja, Kau dan langit mengirim Rindu terlalu luas Sampai mampuku hilang Menahan gejolak angan Biar senja mengirimku harap Dari emas tak mungkin mengarat. Kau senjaku Turunlah dan beri aku hangat Di tengah gigil…

Baca Selengkapnya

Miris Tanpa Rasa

miris rasa

Riuh yang datang mendengus tanpa henti Rintik pertanda hujan mulai bersiap-siap menerpa bumi Rindu isyarat tak kasat mata melawan derai hati yang berkeping-keping Rentetan perjalanan tak menuai ujung Hari senja menyambut malam pertanda bintang berkilauan diangkasa Mendung pertanda bintang lenyap satu persatu Tergantikan oleh awan gelap digelapnya langit malam tak mau kalah bersaing Lautan kata ribuan suara berkecamuk saling mengadu tentang apa yang terjadi hari ini Sendu berujung pada penantian abadi yang tak berkesudahan padahal hari sudah menjelang pagi menyambut mentari dengan kehangatan pagi yang tak tergantikan lebih lagi pada…

Baca Selengkapnya