Pendidikan adalah soal kebijakan nasional—haram ada kelompok atau komunitas membuat kebijakan sendiri-sendiri berdasar kepentingan masing-masing
Baca SelengkapnyaKategori: Jejak Harian
Pertengkaran Pasca Pilpres
Mengarahnya dua pasangan capres dan cawapres juga dipengaruhi oleh besarnya presidential threshold (ambang batas presiden) yang mensyaratkan akumulasi 25 % suara sah nasional atau 20 % suara anggota DPR yang duduk di senayan. Prasyarat ini menyebabkan partai partai yang baru menetas (PSI, Berkarya, Perindo, Garuda) harus tersingkir sebelum pertandingan dimulai dalam mencalonkan capres atau cawapres.
Baca SelengkapnyaMembincang Kebangkitan China Politik dan Arab Politik
Lain lagi dengan Robert N Bellah yang memberi catatan khusus tentang politik identitas yang memiliki daya rusak sekaligus ancaman bagi pluralitas dan kebhinekaan. Bellah melakukan banyak riset di negara-negara berkembang justru kerap mengalami banyak masalah, karena politik identitas kerap mengganggu stabilitas politik, sosial, budaya dan agama.
Baca SelengkapnyaPelajaran dari Bacotan 2K
Saya sendiri berkenalan dengan Twitter sejak 2012 silam, medsos buatan Jack Dorsey ini berpengaruh dan adiktif sekali serta memiliki jangkauan yang sangat luas. Bagaimana tidak, kita dengan mudah membaca fikiran para pembesar negeri, tokoh-tokoh yang kita suka maupun yang kita benci lewat cuitan atau thread yang mereka buat.
Baca SelengkapnyaIslam Digital
Masa dimana muslim tidak lagi menempatkan masjid sebagai pusat utama dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan keagamaan.
Baca SelengkapnyaDiplomasi Nice Guy?
Modernis.co, Malang – Debat Capres ke empat (30/3) telah usai dilaksanakan, mempertontonkan Jokowi Versus Prabowo dalam isu Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Kemamanan serta Hubungan Internasional. Ada satu hal menarik yang ingin saya kupas pada tulisan kali ini khususnya dalam tema ke empat seputar Hubungan Internasional. Pada debat tersebut capres Jokowi mengklaim bahwa Indonesia mendapat kepercayaan dari dunia Internsasional untuk menyelesaikan banyak hal berkaitan dengan konflik dan perang di negara-negara lain. Jokowi juga memberikan contoh keterlibatan diplomasi Indonesia dalam menengahi proses kembalinya pengungsi di Rakhine State dan mendamaikan faksi-faksi yang berkonflik…
Baca SelengkapnyaPeople Power Cara Mudah Menangkis Kalah
Inilah yang kerap saya bilang bahwa Pilpres th 2019 itu tidak penting, tidak ada gunanya. Buang biaya, waktu juga energi–belum lagi resiko perpecahan dan pertumpahan darah sesama anak bangsa.
Baca SelengkapnyaBajingan Bertubuh Manusia
Pengalaman itu memberi saya gambaran bahwa para koruptor cukup lihai dalam bersilat lidah mereka bisa memoles mukanya untuk menyamarkan kebusukan dari pandangan orang-orang luar.
Baca SelengkapnyaJokowi Disoal Isu PKI, Prabowo Disoal Isu Khilafah
Konon pula PKI telah lahir kembali dengan wajah baru. Besarang dan beranak pinak di salah salah satu partai yang kebetulan menjadi salah satu pilar utama kekuatan rezim yang sedang berkuasa.
Baca SelengkapnyaSandi Uno dan Kaum Muda Progresif
Selalu ada kaum tua dan kaum muda. Pada setiap fase atau etape. Tak selalu berkaitan dengan usia. Sebab muda dan tua adalah soal nalar dan daya pikir.
Baca Selengkapnya
Kirim Tulisan Lewat Sini