Modernis.co, Malang – Dilabeli sebagai negara demokrasi, Indonesia lekat kaitannya dengan proses pemilihan umum dalam pergantian kekuasaan secara demokratis. “Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.” Begitulah kira-kira yang sering kita dengar sebagai penerapan sistem demokrasi di negara +62 ini. Melalui surat-surat dalam kotak suara masa depan pemimpin bangsa katanya ditentukan. Apakah kemudian kualitas demokrasi cukup jika dilihat melalui proses pemilihan umum? Bukankah terlalu sempit jika memandang demokrasi hanya dari pemilu, demokrasi kiranya bukan hanya soal pemilihan. Namun juga kebebasan berpendapat bagi masyarakat sipil untuk turut berkontribusi. Meski tidak salah…
Baca Selengkapnya
Kirim Tulisan Lewat Sini